Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 23:00:21 WIB
INTERNASIONAL

Filipina-Moro Sepakati Damai

Diteken 15 Oktober, Permanen pada 2016

Padang Ekspres • Senin, 08/10/2012 12:34 WIB • • 322 klik

Manila, Padek—Setelah lebih dari tiga dekade terlibat perang atau saling serang, kelompok separatis Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dan pe­me­rin­tah Filipina akhirnya mencapai kata sepakat untuk berdamai. Kesepakatan itu dicapai dalam perundingan yang dimediatori Malaysia dan berlangsung di Kuala Lumpur kemarin (7/10).

 

Panel Negosiasi Damai Pe­merintah Filipina (GPNP) pun men­jelaskan kesepakatan awal perdamaian itu dalam jumpa pers di Kedubes Filipina di Kuala Lumpur. Kesepakatan itu men­jadi sinyal segera berakhirnya kon­flik selama hampir empat dekade tersebut.

 

MILF berperang untuk men­dapat status negara merdeka di wilayah Mindanao, selatan Fi­lipina, sejak 1978. Mereka me­masuki pembicaraan damai de­ngan Manila pada 1997. Untuk kali pertama, MILF setuju untuk menerima otonomi dalam pu­ta­ran negosiasi pada 2008.

 

Presiden Benigno "Noynoy" Aquino III mengumumkan ke­se­pa­katan yang disebutnya sebagai konsep damai awal tersebut kemarin. Rencananya, kedua pihak akan meneken ke­se­pa­ka­tan damai pada 15 Oktober nanti. "Kesepakatan ini menandai lang­kah awal bagi kami untuk me­wujudkan perdamaian abadi di Mindanao," kata pemimpin 52 tahun tersebut dalam siaran televisi nasional kemarin.

 

Mindanao merupakan salah satu pulau utama di antara tiga pulau terbesar di sisi selatan Filipina. Mayoritas warga di sana adalah muslim. Di pulau terbesar kedua Filipina itulah, selama ini MILF bermarkas dan me­ng­o­or­dinasikan aksi separatisme.

 

Berdasar kesepakatan, nan­ti­nya pemerintah Filipina akan mengakui wilayah semiotonomi Mindanao yang bernama Bang­sa­moro. MILF tidak akan lagi ngotot untuk menuntut ke­mer­de­kaan. "Tangan-tangan yang selama ini mengokang senjata nanti akan menggarap lahan, menjual hasil bumi, dan me­ngelola sumber daya alam yang ada," ujar Noynoy.

 

Presiden yang belum me­nikah itu menegaskan bahwa MILF dan pemerintah Filipina akan melanjutkan dialog guna mencapai kesepakatan damai secara permanen. Saat ini, ke­se­pakatan yang tercapai di ujung dialog damai yang dimediatori oleh pemerintah Malaysia itu masih tahap awal. "Semua belum berakhir. Kami masih harus bekerja sama untuk menyusun pasal-pasal kesepakatan yang lebih rinci," ungkapnya.

 

Menurut Noynoy, MILF dan Manila butuh lebih banyak wak­tu untuk membahas detail tiga kesepakatan utama. Yakni, oto­ritas pemerintahan semiotonomi Mindanao, luas wilayah, serta pendapatan daerah.

 

"Jika se­muanya berjalan lan­car, ke­sepakatan damai per­manen akan tercapai pada 2016 saat masa jabatan presiden ber­akhir," kata seorang pejabat pemerintah Filipina yang me­rahasiakan na­manya.

 

Dalam waktu dekat, kedua belah pihak akan membentuk Komisi Transisi yang ber­ang­gotakan 15 orang. Nantinya, tim yang terdiri dari wakil pe­m­e­rintah dan MILF itu akan me­rinci kesepakatan. "Komisi itu juga akan merancang undang-undang yang menjadi landasan lahirnya wilayah semiotonomi di Mindanao," lanjut pejabat ter­sebut.

 

Konon, pembentukan wila­yah semiotonomi di Mindanao akan butuh waktu sekitar dua tahun. Seiring berjalannya pro­ses tersebut, kata pejabat itu, MILF akan membubarkan diri secara bertahap. Sayang, dalam dokumen kesepakatan awal se­tebal 15 halaman itu tidak di­singgung pelucutan senjata ten­tara MILF atau kapan batas waktu MILF harus mem­bu­bar­kan diri.

 

Kesepakatan awal yang akan men­jadi landasan lahirnya Bang­samoro itu merupakan akhir dari perundingan alot MILF dan Manila yang sudah berlangsung sekitar 15 tahun. Dalam kurun waktu itu, sekitar 11.000 militan MILF telah melancarkan ber­ba­gai serangan mematikan. Se­di­kitnya 120.000 orang tewas da­lam aksi separatisme tersebut.

 

Selain merenggut korban jiwa, serangan MILF membuat sedikitnya 2 juta warga telantar. Kebanyakan dari mereka ke­hilangan tempat tinggal atau lari dari Mindanao untuk  mencari selamat. MILF juga membuat pemerintah Filipina cemas. Manila khawatir aksi radikal militan Moro itu akan memancing eks­tre­mis Al Qaeda untuk men­di­rikan basisnya di Filipina. (AP/AFP/hep/dwi)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!