Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 05:08:08 WIB
NASIONAL

Kontraktor Siap Mengganti Kapal Baru

Padang Ekspres • Minggu, 30/09/2012 07:26 WIB • • 1246 klik

KRI Klewang 625

Banyuwangi, Padek—Pen­yebab kebakaran kapal reaksi cepat (KRC) KRI Klewang 625 belum ditemukan hingga ke­ma­rin (29/9). PT Lundin Industry Invest dan TNI AL masih me­la­kukan investigasi untuk men­cari penyebab ke­ba­karan yang meludeskan kapal canggih se­harga Rp 114 miliar itu.

 

Meski belum ditemukan penyebabnya, namun pihak PT Lundin Industry Invest sudah menyatakan sanggup untuk mengganti kapal yang terbakar tersebut. ”Hingga sekarang, penyebab keba­karan itu belum dike­tahui secara jelas. Kita tunggu hasil kerja tim inves­tigasi,” ujar Direktur PT Lundin Industry Invest, Lizza Ludin.  Lizza Ludin bersama Di­rek­tur Uta­ma PT Lundin Industry Invest John Lundin, seca­ra khusus menggelar jumpa pers di kantornya ke­marin (29/9). Dalam ke­sem­patan itu, Lizza me­ny­am­pai­kan akan segera membangun kapal kedua un­tuk mengganti kapal yang ter­bakar.

 

Saat ini, pihaknya sedang menurunkan tim investigasi bersama TNI AL.

 

Setelah kerja tim investigasi selesai, pihaknya segera duduk bersama untuk mencari solusi terbaik dengan pihak TNI AL. ”Koordinasi selesai, langsung kita bangun lagi kapal kedua. Proses pem­bangunan kapal kedua akan lebih cepat dari kapal pertama,” tegas Lizza.

 

Proses pembuatan kapal pertama memakan waktu se­kitar dua tahun. Itu terjadi karena pembangunan kapal berbahan composit itu dida­hului kegiatan riset yang me­makan waktu cukup panjang. ”Risetnya sudah dilakukan pada tahun 2007 lalu, kapal kedua akan lebih cepat dan tinggal melak­sanakan,” katanya.

 

Lizza juga mengaku sudah mengontak mitra bisnisnya di luar negeri untuk memesan bahan baku. Mereka men­ya­takan sanggup dan akan men­dukung untuk merealisasikan kapal kedua yang segera di­bangun.

 

Sejatinya, lanjut Lizza, kapal jenis trimaran itu anti-keba­ka­ran. Sebab, kapal canggih itu akan dilengkapi teknologi spri­ngkle yang dapat mendeteksi api, dan bekerja secara otomatis jika terjadi kebakaran dalam kapal. Namun saat terjadi keba­ka­ran Jumat lalu (28/9), pe­ralatan anti-kebakaran tersebut belum terpasang. Saat keba­karan terjadi, pekerja baru saja selesai istirahat untuk makan siang.

Tidak lama pekerja kembali ke kapal, terjadilah kebakaran. Saat itu, beberapa pekerja seda­ng memasang mesin, interior, pemasangan sistem elektrik, dan kegiatan pembersihan. ”Se­da­ngkan alat-alat canggihnya be­lum dipasang. Kapal itu masih berbentuk kerangka saja, pera­latan belum dipasang,” jelasnya.

 

Kalau saja peralatan anti­kebakaran sudah dipasang, jelas Lizza, tidak mungkin terjadi kebakaran. Sebab, alat tersebut akan bekerja secara otomatis jika terjadi percikan api dalam kapal atau dari darat ke kapal. ”Ini murni kecelakaan. Tidak perlu mencari siapa salah. Ke depan, kita akan lebih waspada dan lebih disiplin lagi,” jelasnya.

 

Lizza juga mengungkap, sebelum kebakaran terjadi, baru saja kedatangan tim inspeksi dari Mabes TNI AL. Kedatangan tim Mabes TNI itu untuk melihat proses pekerjaan yang sedang dilakukan PT Lundin Industry Invest.

 

Setelah tim inspeksi mening­galkan kapal, pihaknya men­g­gelar rapat teknis untuk me­lan­jutkan pekerjaan di dalam kapal. ”Saat itu, ada sekitar 30 pekerja ada di atas kapal. Alhamdulillah, semua pekerja kami selamat, dan sedikit pun tidak ada yang terluka sedikit pun,” ungkap Lizza.

 

Tidak hanya itu, kata Lizza, se­belum terjadi kebakaran sem­pat ada kegiatan pemin­dahan aliran listrik dari darat ke mesin genset. Hanya, apakah sumber api berasal dari saat pemin­da­han listrik itu, belum diketahui secara jelas. ”Ayo kita tunggu sama-sama hasil penyelidikan sedang berlangsung. Saya tidak mau mendahului hasil penye­lidikan,” katanya.

 

Lalu bagaimana soal pem­biayaan pembangunan kapal baru? ”Kapal itu sudah kita asuransikan. Tim asuransi nanti sore (kemarin sore, red) akan datang. Jadi, semua pembiayaan kapal baru akan ditanggung pihak asuransi,” tambah Lizza.

 

Lihat Bangkai KRI

 

Di sisi lain, sehari setelah kebakaran KRI Klewang 625, Panglima Armada Timur (Pa­nga­rmatim) TNI AL Laksamana Muda (Laksda) Agung Pramono langsung turun ke lokasi keba­karan. Hanya saja, kedatangan jenderal bintang dua tersebut tanpa disertai keterangan apa pun terhadap pers.

 

Panglima dan rombongan tiba di pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi sekitar pukul 08.­00. Kedatangan perwira tinggi TNI AL itu disambut Komandan Lanal (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Nazif dan beberapa pejabat PT Lundin Industry Invest.

 

PT Lundin Industry Invest merupakan kontraktor pembuat kapal reaksi cepat (KRC) KRI Klewang 625 yang berlokasi di Lingkungan Cacalan, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Kapal seharga Rp 114 miliar itu merupakan order dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, untuk mem­perkuat alutsista TNI AL.

 

Saat terbakar, kapal yang diklaim paling canggih itu masih dalam proses pekerjaan akhir dan belum diserahkan. Pangar­matim Agung menolak mem­be­rikan keterangan, karena kapal tersebut belum menjadi milik TNI AL. ”Panglima tidak berke­nan memberi keterangan, itu semua diserahkan pada PT Lundin,” ujar Danlanal Letkol Laut (P) Muhammad Nazif.

 

Pertemuan panglima de­ngan petinggi PT Lundin Industry Invest terjadi  sekitar empat jam. Pertemuan ber­langsung mulai pukul 08.00, dan baru meninggalkan Mako Lanal Ban­yuwangi sekitar pu­kul 11.00.

 

Belum diketahui secara jelas, apa saja materi pem­bicaraan antara produsen kapal canggih dan Pangar­matim. Hingga meninggalkan Mako La­nal, Laksda Agung tidak mem­­berikan keterangan apa pun.

 

Sebelum meninggalkan Mako, Laksda Agung dan rom­bongan sempat mengunjungi der­maga Lanal. Dermaga me­ru­pakan lokasi KRI Klewang saat terjadi kebakaran.

 

Setelah mengunjungi lo­kasi kebakaran, Laksda Agu­ng dan rombongan meninggalkan Makolanal dan langsung ber­tolak ke Surabaya. Beberapa sa­at kemudian, rombongan PT Lundin menyusul kemudian meninggalkan Mako Lanal Banyuwangi.

 

Sementara itu, lokasi keba­karan kapal menjadi ton­tonan warga. Puluhan warga silih berganti mendekati lokasi kebakaran untuk melihat pui­ng kapal tersebut. Sa­yangnya, warga tidak bisa melihat secara detail lokasi kejadian.

 

Warga tidak diper­ke­nan­kan untuk melihat bekas ke­bakaran kapal dari jarak dekat, dan mereka harus puas me­lihat dari kejau­han. Walau kon­disi kapal tidak terbakar 100 persen, namun puing tidak kelihatan dari jarak jauh. Pui­ng-puing kapal, tertutup air pasang. (afi/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!