Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 10:11:44 WIB
PRO SUMBAR

Tuntaskan Perda Berantas Zina

LKAAM-MUI Mendukung, tapi Jangan Pandang Bulu

Padang Ekspres • Jumat, 28/09/2012 10:48 WIB • • 750 klik

Padang, Padek—Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Berantas Zina dan Pelacur di Kota Padang yang tengah digo­dok di DPRD Padang, men­da­pat dukungan dari masyarakat. Namun, penerapannya ke de­pan harus tegas sehingga per­buatan asusila di Kota Padang bisa benar-benar teratasi.

 

”Selama ini penegakan Perda Pekat kurang tegas. Jadi, perlu adanya penegasan dalam perda pemberantasan pekat itu,” ujar Ketua Lembaga Kera­patan Adat Alam Minang­kabau (LKAAM) Sumbar, M Sayuti Dt Rajo Pangulu..

 

Ia melihat, saat ini adat itu telah goyah dan rusak akibat moral generasi muda sudah banyak menjurus pada peri­laku maksiat. Pelakunya bukan saja dari kalangan mahasiswa, tapi juga sudah melanda siswa SMA hingga pasangan sudah berkeluarga. ”Jadi, saya meli­hat adat sudah mulai punah di Kota Padang ini,” tandas man­tan anggota DPRD Sumbar itu.

 

Dia sangat sepakat bila perda anti-maksiat itu segera diberlakukan di Kota Padang. Pelaksanaannya harus tegas dan tidak pandang bulu. Tem­pat-tempat hiburan malam dan penginapan yang selama ini sering dijadikan tempat berbuat asusila, harus ditutup atau dicabut izinnya. ”Tanpa tindakan tegas seperti itu di lapangan, perda ini akan jadi percuma, tidak akan ada guna­nya,” katanya.

 

Satuan Polisi Pamong Pra­ja (Satpol PP) sebagai penegak perda, perannya harus diper­kuat sehingga dalam menin­dak pelaku tidak lagi pandang bulu. Semua yang tertangkap, baik kalangan pelajar, pega­wai, penegak hukum, dan lain­nya harus ditindak tegas. ”Ja­ngan ada istilah tebang pilih, dan kepentingan di dalamnya,” ingat Sayuti.

 

Ketua MUI Padang, Syam­sul Bahri, juga mendukung Ran­perda itu dibuat. Namun, dia mengingatkan jangan sam­pai ada ketimpangan dalam me­negakkan perda itu. ”Jika perda tersebut benar-benar ditegak­kan, maka kasus asusi­la di Kota Padang akan berku­rang. Untuk itu, penegakan perda tersebut mesti benar-benar tegas dan tidak tebang pilih,” ujarnya.

 

Beberapa mahasiswa di Pa­dang juga mendukung per­da pemberantasan maksiat. Sa­lah seorang mahasisiwi IAIN Imam Bonjol Padang, Fakultas Tar­biyah, Yessi, 19, mengharapkan perda itu se­gera dituntaskan dan diber­lakukan. ”Bila mesum terus dibiarkan, maka akan dapat merusak nilai-nilai adat, bah­kan generasi masa depan bang­sa ini. Kami sangat men­dukung perda pekat itu segera diterapkan,” kata Yessi.

 

Yanti, 20, mahasiswi Fa­kul­tas FKIP Universitas Negeri Padang, mengatakan pem­berlakuan perda itu harus tegas dan tidak memandang jabatan atau pangkat pelaku­nya. ”Siapa pun dia wajib diringkus, agar Padang bersih dari pekat. Jika sepihak, kami yakin persoalan ini tidak akan selesai kapan pun,” tegas pe­rem­puan berjilbab itu.

 

Mahasiswa Fakultas Tek­nik Universitas Andalas Pa­dang, Arif, 22, mengatakan pelaku pekat bisa membuat buruk nama Kota Padang, dan merusak falsafah adat basandi syarak badansi kitabullah. (mg18/mg20)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!