Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 01:23:44 WIB
NASIONAL

Kursi Haji Bersisa 817 Orang

Padang Ekspres • Rabu, 26/09/2012 12:42 WIB • • 528 klik

Jakarta, Padek—Masa pelunasan biaya penyeleng­ga­raan ibadah haji (BPIH) reguler gelombang empat di­­tutup kemarin (25/9) sore pukul 16.00 WIB. Hasil re­kapitulasi sistem komputerisasi haji terpadu (Sis­kohat) menyebutkan masih ada 817 kursi haji yang ter­sisa. Sisa kursi ini bakal men­jadi rebutan sejumlah pihak.

 

Dari rekapitulasi pelunasan BPIH gelombang pamungkas itu, ada beberapa provinsi yang jumlah pelunasan jamaahnya melebihi kuota pokok provinsi setempat. Sebaliknya, ada juga pro­vinsi jumlah pelunasannya kurang dari kuota po­kok.

 

Provinsi yang pelunasannya melebihi kuota pokok antara lain di Aceh. Kuota pokok provinsi pernah luluh lantak diterjang tsunami itu adalah 3.924 kursi. Tetapi dari rekapitulasi Siskohat, jumlah calon jamaah haji yang melunasi mencapai 3.931 orang. Begitu pula untuk DKI Jakarta. Dari kuota pokok sebesar 7.084 kursi, calon jamaah haji yang melakukan pelunasan mencapai 7.113 orang (bertambah 29 kursi).

 

Sementara untuk provinsi jumlah pelunasannya lebih kecil dari kuota pokok di antaranya Jawa Timur. Di provinsi ini, jumlah calon jamaah haji reguler yang melunasi BPIH sejumlah 33.871 orang. Sedangkan kuota pokoknya adalah 34.165 kursi, artinya ada 294 calon jamaah yang tidak bisa melunasi BPIH.

 

Menteri Agama (Menag) Sur­yadharma Ali menjelaskan, soal fenomena ada provinsi jum­lah pelunasannya melebihi at­au di bawah kuota pokoknya ta­di. Fenomena tadi muncul ka­rena ke­tika pelunasan tahap II di­tu­tup pada 7 Setember, selu­ruh kuota sisa ditarik menjadi wewe­nang Kemenag.

 

Selanjutnya, seluruh kuota sisa itu dibagikan lagi ke provinsi se­cara proporsional. “Pengem­ba­lian kembali sisa kursi ini di­prioritaskan untuk calon ja­maah di atas usia 87 tahun,” katanya se­telah audiensi dengan juara Lom­ba Sekolah Sehat Tingkat Na­sional. Dari skema pengem­balian sisa kursi itu, ada sejum­lah provinsi mencatatkan lapo­ran bahwa jumlah jamaah melu­nasi BPIH melebihi kuota tetap.

 

Menteri yang juga ketua umum Partai Persatuan Pem­ba­ngunan (PPP) itu me­nuturkan, pi­ha­k­nya belum mengambil ke­bijakan khusus soal adanya si­s­a kursi haji setelah masa pe­lunasan BPIH gelombang IV di­tu­tup. Dia mengatakan, Ke­me­nag akan segera me­ngu­mumkan secara resmi sisa kuota haji ini akan digunakan atau dialoka­si­kan untuk siapa saja.

 

Sikap Kemenag yang masih be­lum tegas itu, memunculkan dam­pak negatif. Di antaranya, ba­kal ada kompetisi atau rebu­tan dari pihak-pihak selama ini su­­dah berancang-ancang men­da­patkan “free pass” ber­haji. Pi­hak-pihak ini adalah, masya­ra­kat sudah memiliki nomor por­si dan sudah dipastikan be­rangkat be­berapa tahun lagi. Tetapi me­reka meminta sisa kursi, su­paya bisa berangkat tahun ini juga.

 

Di antara pihak sudah antre men­­­dapatkan sisa kursi ini ada­lah dari media massa, KBIH, k­o­le­­­ga pe­jabat Kemenag, hingga ke­­men­­te­rian dan lembaga ne­gara lain­­nya. Ke­menag me­nga­takan akan ber­si­kap bijak­sana dan adil me­­nga­lo­kasikan sisa kursi ini. (jpnn)

 

“Masyarakat tenang saja. Ka­r­ena sampai sekarang kami be­lum mendapatkan kepastian ka­pan masa pelayanan pe­ngu­ru­san visa haji akan ditutup,” tu­tur menteri yang akrab disapa SDA itu. Dengan demikian, ma­sih ada peluang jika sisa porsi ber­­jumlah 817 kursi itu untuk di­ba­gikan ulang ke sejumlah pihak tadi.

 

Ancaman Virus Corona

 

Terkait ancaman virus corona, SDA meminta, jamaah calon haji (JCH) waspada dan selalu menjaga kebugaran. Bagi keluarga jamaah di tanah air, diminta untuk tetap tenang. “Informasinya, Alhamdulillah jamaah kita masih aman-aman saja,” jelasnya. Dia menerangkan jika sampai kemarin belum ada kabar jamaah haji Indonesia yang terserang virus tersebut.

 

Jajaran Kemenkes RI juga me­ngimbau para jamaah haji me­lakukan pencegahan seper­lu­nya. Salah satunya mening­kat­kan higienitas pribadi dengan ru­tin mencuci tangan dan meng­gunakan masker pada ka­wasan padat. Dirjen Pengen­dalian Pe­nyakit dan Penyehatan Ling­kungan (P2PL) Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K) menu­tur­kan, Kemenkes terus mela­kukan ko­munikasi dengan petugas kesehatan haji di Arab Saudi.

 

Terkait ancaman virus corona, Tjandra mengimbau para ja­maah haji tidak perlu khawatir. Be­gitu menerima kabar soal virus tersebut, dia langsung me­ngon­tak Deputi Director General WHO Dr Keiji Fukuda di Jene­wa, Swiss.

 

Pengamatan sementara, se­jauh ini tidak terjadi penularan pa­­da semua petugas kesehatan yang menangani DNA kasus ter­se­­but. “Artinya, sejauh ini, virus co­­rona tidak terbukti menular an­tar­manusia,” imbuh dia. (wan/ken/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!