Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 09:58:23 WIB
PRO SUMBAR

Sawit Tingkatkan Produktivitas Sapi

Kajian Percepatan Pengembangan Teknologi Pakan Sapi

Padang Ekspres • Selasa, 25/09/2012 11:53 WIB • ZULFIA ANITA • 606 klik

Dharmasraya, Padek—Un­tuk meningkatkan pro­duk­tivitas sapi, ternyata limbah sawit bisa dimanfaatkan. Hal ini terungkap saat digelar temu lapang kajian percepatan pe­ngembangan teknologi pakan sapi potong melalui pe­man­faatan hasil ikutan tanaman sawit di jorong Koto Agung Nagari Sungai Duo Kecamatan Sitiung.

 

Hadiri Bupati Dhar­ma­sraya, Adi Gunawan, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar, Kepala SKPD, camat, per­bankan, dan wali nagari se Kabupaten Dharmasraya. Ke­giatan yang dipusatkan di kelompok Tani Gelora ini me­maparkan tentang kajian ten­tang integritas sapi dengan tanaman sawit. Dimana de­ngan memanfaatkan hasil iku­tan limbah tanaman sawit, dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan untuk ternak sapi. Yang mana limbah ta­naman sawit ini telah terbukti efektif dalam menaikkan berat badan sapi potong.

 

Kepala BPTP Sumbar yang diwakili oleh Kasubag Tata Usaha Artuti menjelaskan perkembangan sapi potong bergantung pada kualitas dan kuantitas pakan yang di­be­rikan. Rendahnya kualitas dan kuantitas pakan inilah yang menjadi masalah utama akan rendahnya tingkat pro­duk­tivitas sapi potong. Untuk itu katanya, hal ini dapat dian­tisipasi dengan melakukan integrasi ternak sapi dan ta­naman kelapa sawit.

 

“Hasil ikutan tanaman sa­wit yang biasanya terbuang seperti pelepah dan  daunnya bisa dijadikan sebagai peng­ganti pakan hijauan yang ber­kualitas dengan cara diolah menjadi silase, sehingga kua­litas gizi pakannya meningkat dan lebih tahan lama. Se­dangkan solid dan bungkil inti sawit juga dapat dijadikan sebagai sumber pakan yang berkualitas, yang memiliki kandungan protein cukup tinggi yakni 13 persen dan 15 persen. Ini jauh lebih tinggi dari pada kandungan protein rumput biasa, sehingga berat badan sapi bisa meningkat 0,5 kg per hari,” paparnya.

 

Informasi yang diperoleh BPTP Sumbar, Kabupaten Dharmasraya sentra per­ke­bu­nan sawit yang memiliki lahan seluas 75 ribu ha. Perkebunan tersebut dapat menghasilkan pelepah sawit 400.000 ton, 18.500 ton solid dan 3.400 ton bungkil inti sawit, se­hingga dapat menyuplai pa­kan untuk 100 ribu ekor sapi. Untuk itu katanya, melalui kegiatan ini mencoba untuk meyakinkan kelompok tani dalam pe­ne­rapan inovasi tek­nologi dapat mendorong ber­kembangnya teknologi pe­nyediaan pakan bermutu da­lam rangka pe­ningkatan pro­duksi ternak. Sehingga dapat memperbaiki usaha tani dan  meningkatkan taraf hidup masyarakat.

 

Sementara itu, dalam ke­sempatan yang sama Bupati Adi Gunawan berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada BPTP Sumbar dan jajaran peneliti yang telah mencurahkan segenap ke­mam­puan untuk me­ngem­bangkan teknologi integrasi ternak sapi dengan tanaman kelapa sawit. Dengan fokus pemanfaatan hasil ikutan ta­naman kelapa sawit sebagai bahan pakan ternak.

 

“Pemanfaatan hasil ikutan tanaman kelapa sawit sebagai bahan pembuat pakan ternak, jelas merupakan solusi yang murah, aman dan ramah ling­kungan bagi persoalan pe­nyediaan pakan ternak untuk budidaya, baik penggemukan, pembuntingan maupun untuk pembibitan. Untuk itu kami dari Pemerintah Daerah akan berupaya sekuat tenaga untuk mendorong dan mem­ber­da­yakan para peternak untuk menerapkan teknologi ini,” pungkas Bupati.

 

Hasil dari teknologi ini telah dimanfaatkan oleh ke­lompok Tani Gelora  yang baru berumur dua  tahun dan telah mem­perlihatkan hasil yang me­nggembirakan, yakni de­ngan sapi yang dikelola mu­lanya berjumlah 30 ekor. Se­telah menerapkan teknologi ini mam­pu meningkatkan jumlah ternak sapi menjadi 67 ekor. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!