Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 15:15:01 WIB

AFC Rilis Hasil Rapat JC

Multitafsir, Konflik Bakal Berlanjut

Padang Ekspres • Senin, 24/09/2012 12:23 WIB • • 484 klik

Jakarta, Padek—Konfederasi sepak bola Asia, AFC, akhirnya me­ngi­rim­kan poin-poin res­mi hasil ra­pat ke­dua Joint Committee (JC) 20 sep­tem­ber lalu. Namun, jumlah poin yang tertulis bukanlah lima, melainkan empat poin utama. Masalah timnas ditulis dalam paragraf berbeda.

 

”Dari pertemuan tersebut, masalah pengelolaan timnas ternyata dipertegas bahwa be­rada di bawah naungan PSSI. Na­mun, mengenai sanksi dan lain hal tidak diperjelas dalam poin tersebut.

 

”Dalam surat resmi yang dirilis oleh situs PSSI tersebut, tertulis salah satu penjelasan hasil pertemuan yang berbunyi,  ”Kami juga ingin meng­kon­firmasikan bah­wa timnas In­donesia ha­­rus be­ra­da di ba­wah ju­ris­dik­si PS­SI se­ma­ta”. Mes­ki de­­mi­kian, JC da­pat di­ja­di­kan forum meng­harmonisasi adanya per­se­lisihan tentang pelepasan pemain dari klubnya masing-masing atas nama AFC.

 

Dengan surat ini, belum be­rar­ti masalah timnas selesai. Kedua belah pihak JC dari kubu PSSI Djohar Arifin maupun PSSI La Nyalla Mattalitti dan Indonesia Super League (ISL) masih belum sejalan. Bahkan, saat dikonfirmasi keduanya mem­be­rikan pernyataan yang saling ngotot.

 

Ketua JC, Todung Mulya Lubis yang mewakili PSSI Djohar Arifin, menegaskan bahwa JC tak memiliki wewenang. Karena itu, jika pemain ada yang menolak dipanggil maka PSSI berhak memberikan sanksi.

 

”Dengan hasil rapat ini, kalau (timnas) di bawah JC ya keliru. Karena itu, berdasar peraturan pemain harus memenuhi pa­ng­gilan PSSI jika tidak ingin disanksi,” tegas Todung.

 

Sebaliknya, Joko Driyono yang men­­jadi wakil JC dari kubu PSSI Nyalla dan ISL men­­jelaskan bahwa kondisi tersebut justru menegaskan posisi JC. Meski jurisdiksi di PSSI, tapi jika ada masalah klub yang tidak mau melepaskan pemain, maka AFC memberikan porsi agar dise­le­sai­kan dan diharmonisasi oleh JC.

 

”Jika JC gagal mema­ha­mi persoalan dan tidak mengam­bil peran yang diperlukan, se­hing­ga harapan klub ISL dan KPSI tidak tercapai (manajemen bu­ruk dan kualitas pelatih ku­rang), jangan harap kita me­lepas pemain untuk PSSI,” te­rangnya.

 

Selain masalah timnas, pe­ngembalian Exco (executive committee) PSSI juga masih menjadi perdebatan. Sebab, PSSI menafsirkan bahwa ada prosedur yang harus dijalani empat Exco untuk kembali. Sementara, kubu lain menyebut tak ada syarat tertentu bagi empat Exco untuk kembali.

 

Selanjutnya, dalam surat tersebut dijelaskan bahwa poin-poin pertemuan kedua JC akan dibawa pada rapat komite aso­siasi FIFA yang digelar pada hari ini (24/9). Dengan be­gitu, hasil tersebut be­nar-be­nar tak bisa di­kom­promikan lagi. (aam/ko/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!