Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 19:49:51 WIB
PRO SUMBAR

Pembobol ATM Terpantau CCTV Tee Box

Ditangkap Security, Beraksi Puluhan Kali

Padang Ekspres • Minggu, 23/09/2012 08:21 WIB • HIJRAH ADI SUKRIAL • 1576 klik

Padang, Padek—Kamera CCTV terbukti ampuh untuk mengantisipasi tindakan kri­minal. Jumat malam (21/9) dua pria asal Banten yang be­rusaha melakukan pem­bobo­lan ATM ditangkap security Tee Box bernama Abdi Sartio­no setelah diamati perge­rakan­nya melalui kamera CCTV. Hingga tadi malam (22/9), kedua tersangka masih men­jalani pemeriksaan di Mapol­res­ta Padang.

 

Kejadian bermula ketika Abdi Sartiono mulai piket sekitar pukul 20.40 WIB. Ke­tika itu, dia langsung meman­tau keamanan Tee Box melalui kamera CCTV yang terpasang di beberapa sudut Tee BOX. Dia merasa ada pergerakan yang mencurigakan dari ATM Bank Nagari dan BRI yang berada sekitar 15 pos security salah satu tempat hiburan ternama di Padang itu.

 

Pasalnya, dua orang laki-laki bernama Syafrizal, 36 dan Ramlan Soegito itu, terlihat krasak-krusuk di ATM lebih dari lima menit. Sedangkan di pintu ATM, ada seorang lain­nya yang terlihat seperti me­nga­wasi keadaan di sekitarnya. Mereka terlihat hendak ber­buat sesuatu yang tidak baik.

 

Walaupun begitu, Abdi tidak ingin bertindak gegabah. Dia terus memantau melalui CCTV, karena menurutnya langsung menangkap tanpa buk­ti akan membuat pengin­tai­an­nya jadi sia-sia. Selain mempereteli ATM, kedua pria asal Banten itu juga mena­bur­kan sesuatu di dalam box ATM. Abdi menduga itu ada­lah semacam jimat yang mem­buat orang ling-lung.

 

”Awalnya, mereka menye­rak­kan sesuatu, seperti jimat atau alat untuk gendam. Me­nu­rut pengetahuan saya, ba­rang itu akan membuat orang ling-lung,” jelasnya. Kemu­dian, dua tersangka itu menye­lipkan lidi korek api di mesin ATM. Tujuannya untuk mem­buat kartu orang tersangkut. Setelah mengamati gerak gerik keduanya selama 20 menit, Abdi melihat pelaku mulai beraksi dengan memasang stiker pada mesin ATM. 

 

Merasa sudah cukup bukti, Abdi langsung bereaksi de­ngan menghampiri kedua pe­la­­ku yang berada di dalam mesin ATM. Melihat Abdi, kedua pelaku terkejut. ”Saya langsung meminta keduanya untuk masuk ke pos security. Mereka mengelak, maka saya mengancam keduanya. Baru­lah mereka menuruti,” jelas pria berbadan kekar ini.

 

Setelah sampai di pos security, Abdi langsung mengin­terogasi kedua pelaku dan meminta mereka mengakui kejahatan yang telah dilaku­kan. Namun, keduanya tetap mengelak dengan alasan ingin menarik uang di mesin ATM.

 

Selain itu, keduanya beru­sa­ha mengamalkan ilmu keba­tinan yang dimilikinya. ”Ketika diinterogasi, mereka terus komat-kamit. Saya jadi kesal, karena mereka masih beru­saha mengamalkan ilmunya. Akhirnya saya tegaskan pada mereka bahwa ilmunya tidak akan mempan pada saya,” jelas Abdi.

 

Kemudian, Abdi memper­lihatkan kamera pengawas CCTV pada kedua tersangka dan menegaskan aksi kedua­nya telah diamati selama 20 menit, dengan rekaman yang bisa diputar kembali. Akhir­nya, mereka mengaku dan be­rusaha membujuk Abdi de­ngan menyerahkan segepok uang lembaran lima puluh ribu. Namun Abdi menolak­nya.

 

Kedua pelaku akhirnya digeledah. Dari saku dan dom­pet ditemukan barang bukti uang pecahan Rp 50 ribu yang jumlahnya Rp1,8 juta. Di saku celana juga ditemukan kartu ATM atas nama orang lain, benang, gunting, KTP dan sejumlah uang. Dengan barang bukti yang ada, kedua pelaku barulah mengakui perbuatan­nya. ”Kita langsung menghu­bungi polisi untuk membawa mereka,” lanjut Abdi.

 

Abdi menduga pelaku ti­dak hanya berdua. Pasalnya, melalui monitor CCTV dirinya juga melihat orang lain yang menunggu di luar mesin ATM saat kedua pelaku melak­sana­kan aksinya.

 

Dari pengakuan Ramlan dan Syafrizal, orang yang berada di luar ruangan ATM itu temannya, yang ber­na­ma Iwan, warga Pesisir Sela­tan (Pessel). Namun, Irwan kabur melihat Abdi membe­kuk dua temannya. ”Dia kabur dengan mobil Avanza berwar­na hitam yang stand by di depan,” jelas Abdi.

 

Penangkapan dua pelaku pembobol mesin ATM di Tee Box dengan modus menem­pel­kan stiker layanan penga­duan kerusakan ATM, meru­pa­kan yang pertama kali ter­ung­kap di Kota Padang. Dalam melak­sanakan aksinya, pelaku me­ma­sukan lidi atau peniti di tempat memasukan kartu di mesin ATM. Dengan penyang­ga tersebut, maka setiap orang yang memasukan kartu ATM di mesin, tidak bisa dikeluar­kan karena mengalami kema­cetan.

 

Pelaku juga memasang sti­ker layanan pengaduan di me­sin ATM lengkap dengan no­mor telepon yang bisa dihu­bungi. Korban yang kartu ATM-­nya mengalami kemace­tan dan tidak bisa keluar dari mesin, akan menghubungi nomor telepon yang tertera di stiker. Di saat dihubungi itu­lah, pelaku meminta nomor PIN ATM. Setelah korban per­gi dengan meninggalkan kartu yang berada di mesin ATM, pelaku lalu mendatangi mesin ATM dan memasukan nomor PIN, sehingga dengan leluasa menarik uang korban.

 

Kapolresta Padang Kom­bes Pol M Seno Putro menye­but, kedua pelaku sudah diin­trogasi. Pengakuannya, telah beraksi puluhan kali. Tidak hanya di Padang, tapi juga provinsi lain. Mereka diperki­rakan memiliki jaringan di seluruh provinsi di Indonesia. ”Pengakuan awal di 20 lokasi, tersebar di Banten, Jakarta dan Sumbar,” sebut Seno.

 

Pelaku biasanya mem­pere­teli mesin ATM berumur tua. Dengan kejadian ini, diharap­kan kepada pemegang kartu ATM agar selalu waspada. ”Jika kartu ATM mengalami kemacetan atau tersangkut di dalam pada saat melakukan penarikan uang, jangan hu­bungi nomor call center yang tertera. Langsung saja datangi bank pemilik mesin ATM itu,” imbau Seno.

 

Terkait jaringan lain yang terlibat dengan kejahatan dua pelaku ini pihak Polresta Pa­dang masih melakukan pe­ngem­bangan. Iwan yang dike­tahui warga Peseel tersebut diburu. Pihak Tee Box sendiri sudah melaporkan peristiwa ini ke Polresta Padang dengan nomor laporan LP/1540/K/IX/2012/SPKT Unit III.

 

Teebox Tingkatkan Pengamanan

 

Abdi mengungkapkan un­tuk meningkatkan pengaman­an di Tee Box, saat ini telah dipasang 45 CCTV di lokasi yang rawan tindak kejahatan. Sementara, khusu ruangan yang sifatnya provasi seperti ruangan karaoke tidak dipa­sang CCTV.

 

”Mulai dari gerbang, ATM, kantor dan parkir serta bebe­rapa sudut gedung kita pasang CCTV. Monitor CCTV tidak ha­nya berada di pos security. Bah­kan ruangan tidur owner ju­ga ada monitor yang dapat me­mantau siapapun yang ber­niat melakukan tindak keja­ha­tan,” tuturnya. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!