Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 05:08:30 WIB
RAKYAT SUMBAR

Hari Ini, Sidang Perdana

Padang Ekspres • Senin, 09/05/2011 12:01 WIB • (ldy) • 319 klik

”Sidang akan diketuai Asmudin, dengan anggota Syafruddin Arja dan Yoserizal,” ujar Humas Pengadilan Negeri Padang, Jon Efredi kepada Padang Ekspres, Jumat (4/5).


Berkas kasus tersebut telah diterima Panitera Muda PN Padang, Alfian dari pihak Kejari Padang sejak 25 April 2011 lalu. Berkas itu diserahkan jaksa penuntut umum (JPU) Pidsus Kejari Padang, Maryanti dengan barang bukti (BB), bahkan juga buku tabungan bank tempat penyimpanan sisa dana senilai Rp135 juta itu.


Sekadar diketahui, dana pembinaan dai itu berasal dari APBD Sumbar tercantum dalam Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 11/2004 pada 19 Febuari 2004. Dalam keputusan tersebut, gubernur menganggarkan dana untuk Biro Pemberdayaan Sospora Sumbar.
Dana itu digunakan membuat dokumen anggaran satuan kerja (DASK), yang digunakan untuk berbagai kegiatan. Di antaranya, kegiatan pembinaan dai asal Mentawai, dan kegiatan pembinaan keagamaan di MUI Sumbar.


Pagu dana untuk kegiatan pembinaan dai asal Mentawai berjumlah Rp250 juta, sedangkan untuk kegiatan pembinaan keagamaan MUI Sumbar berjumlah Rp250 juta. Dana untuk kegiatan MUI Sumbar inilah yang kemudian menjadi permasalahan hingga menjadikan Nasroen Harun menjadi terdakwa karena tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya. Penggunaan dana itu tidak disertai Surat Pertanggungjawaban (SPj), mulai dari tanggal 10 Januari tahun 2004 sampai tahun 2005. Dijelaskan Jon, kasus ini masih ditangani pengadilan umum dan bukan Pengadilan Tipikor. Sebab, berkas kasus ini dilimpahkan oleh Kejaksaan Negeri Padang ke PN Padang sebelum tanggal 28 April 2011.


Nasroen diduga korupsi karena tidak bisa mempertanggungjawabkan anggaran yang telah dipakainya. Penyimpangan itu awalnya ditemukan pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumbar 2010 lalu, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Kejari Padang. (ldy)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!