Sabtu, 25 Mei 2013 - 15 Rajab 1434 H 04:24:36 WIB
INTERNASIONAL

Google Blokir Film Anti-Islam

Artis Pemeran Gugat Produser ke Pengadilan

Padang Ekspres • Jumat, 21/09/2012 14:03 WIB • • 369 klik

Singapura, Padek—Protes luas dan aksi demonstrasi terkait peredaran film anti-Islam di seluruh dunia belum mereda. Menyikapi ke­ma­ra­han umat Islam terhadap ta­ya­ngan yang secara nyata meng­hina dan merendahkan Nabi Muhammad SAW itu, raksasa internet Google kemarin (20/9) resmi menutup akses untuk melihat film Innocence of Muslims di Singapura.

 

Situs YouTube terkait klip film yang berdurasi sekitar 14 menit tersebut diblokir. Peng­guna internet yang mencoba mengakses film itu lewat situs berbagi video milik Google tersebut akan menemukan pesan di layar monitor dengan kalimat: ”Konten tidak lagi tersedia di negara Anda karena dicabut atau dihapus atas permintaan pemerintah”.

 

Google juga melakukan hal yang sama di Malaysia dan Indonesia. ”Di negara-negara di mana kami punya saluran YouTube secara lokal, kami akan melarang akses terhadap video yang dianggap ilegal oleh negara tersebut setelah melalui pertimbangan,” ujar seorang juru bicara Google melalui surat elektronik kepada Agence Fran­ce-Presse.

 

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Singapura men­ya­takan bahwa pertimbangan keamanan menjadi alasan di balik permohonan mereka ter­kait pemblokiran akses film Innocence of Muslims tersebut kepada Google. ”Film itu telah menyulut demonstrasi luas yang berujung kekerasan dan keru­suhan hingga menelan korban jiwa serta luka-luka di berbagai belahan dunia. Termasuk, ne­gara di kawasan regional,” te­rang pernyataan resmi ke­men­dagri Singapura. ”Penyebaran film itu dikhawatirkan bisa menimbulkan ketidak­har­mo­nisan dan sikap permusuhan an­tarkelompok masyarakat ya­ng berbeda di Singapura,” tam­bahnya.

 

Mayoritas penduduk Si­nga­pura adalah etnis Tionghoa. Tetapi, terdapat banyak etnis minoritas di negara pulau itu. Ter­masuk, Melayu yang men­capai 13,4 persen dari jumlah penduduk Singapura sekitar lima juta jiwa.

 

Negara tersebut pernah di­landa kerusuhan rasial pada 1960-an. Sejak saat itu peme­rintah Singapura selalu ber­tindak tegas terhadap sia­papun yang berupaya me­mantik kete­gangan komunal.

 

Gugat Produser

 

Sementara itu, salah seo­ra­ng aktris yang mengaku tertipu karena ditampilkan dalam film Innocence of Muslims me­nga­jukan gugatan kepada sang produser, Sam Bacile alias Nakoula Basseley Nakoula. Artis yang bernama Cindy Lee Garcia itu juga min­ta pengadilan agar me­me­rin­tah­kan klip film tersebut di­blokir dari YouTube di se­luruh dunia.

 

Gugatan Garcia diajukan Rabu lalu (19/9) di pe­nga­dilan Los Angeles, AS. Dalam gu­ga­tan itu, Garcia me­nya­takan dirinya tidak tahu bahwa film dengan anggaran atau biaya rendah itu memiliki muatan anti-Islam. Selain itu, kata dia, skrip atau skenario yang diterimanya pada awal mula sama sekali tidak menyebut nama Nabi Muhammad. Be­gitu pula tidak disinggung soal film tentang agama atau materi seksual.                       

 

Gugatan itu juga me­ne­rang­kan bahwa Garcia awalnya me­ngi­kuti casting lewat iklan. Dia kemudian lolos tampil da­lam film petualangan sejarah Mesir kuno yang berjudul Desert Warriors. Dialog-dialog dalam film itu kemudian disulihsuarakan (dubbing). Lalu, isi cerita se­cara tiba-tiba berubah, ter­ma­suk di dalamnya terdapat pe­san anti-Islam.

 

”Film itu melecehkan dan sangat menjijikkan,” ujar M. Cris Armenta, pengacara Gar­cia, dalam surat gugatan itu. Apalagi, ungkap dia, kliennya telah menerima ancaman pem­­bunuhan sejak film itu be­redar dan menjadi sorotan. ”Dia juga tidak bisa lagi me­rawat cucunya,” tegasnya.

 

Pengacara Garcia juga be­ren­cana memohon pada pe­ngadilan Los Angeles supaya me­ngeluarkan putusan sece­patnya.”Gugatan ini bukan ber­tujuan untuk menyerang Aman­demen Pertama (Kon­stitusi AS) atau hak warga AS untuk me­nyatakan pendapat. Namun, hanya untuk meminta agar pengadilan menghapus konten kontroversial tersebut dari inter­net,” tulis gugatan tersebut.

 

YouTube telah menolak per­mohonan mencabut dan menghapus klip film itu sesuai gugatan Garcia. Melalui guga­tan­nya, Garcia menyatakan bahwa mempertahankan ak­ses film itu secara online sama dengan melanggar hak-hak dirinya agar klip itu tak dipub­li­ka­sikan. Apalagi, film ter­sebut me­nodai privasi, dan me­nga­lami pengu­bahan dialog saat proses pro­duksi. (AFP/AP/cak/dwi)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Ujian Nasional

Hari ini pengumuman ujian nasional (UN) SMA sederajat 2013 diumumkan kepada siswa. Rekapitulasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemen­dikbud) ada 2.678.575 siswa dinyatakan lulus ujian. Sedangkan 8.851 siswa lainnya divonis gagal atau tidak lulus. Di tingkat provinsi, Sumatera Barat tak masuk sepuluh besar nasional, jauh kalah dari Bali yang menempatkan 5 siswanya di 12 besar tertinggi dengan nilai UN murni.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Jumat, 24 Mei 2013

Tiga Polisi Diduga Gelapkan Mobil

Tungkek mambaok rabah mah ...........!

 

Anak Nagari Manggopoh Demo

Jaan amuah dikicuah lai..........................!

 

Masyarakat Sipil Cecar Kajati

Biasonyo rakyaik badarai nan kanai caca taruih.............................................................!