- 14:22 WIB
- 14:21 WIB
- 14:21 WIB
- 14:17 WIB
- 14:19 WIB
- 14:18 WIB
- 14:17 WIB
- 14:16 WIB
- 14:16 WIB
- 13:30 WIB
Pasbar Targetkan Surplus Beras
Padang Ekspres • Kamis, 20/09/2012 13:26 WIB • • 259 klik
Pasbar, Padek—Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus mendorong petani menanam padi dua kali setahun untuk meningkatkan produksi padi nasional, surplus beras 10 juta ton. Hal itu juga akan membuat dana kontingensi (dana darurat ketahanan pangan) Pasbar dapat terwujud.
Demikian disampaikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat pencanangan penanaman padi di Talu, Kecamatan Talamau Selasa (19/9).
Irwan mengharapkan warga Pasbar mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif demi meningkatkan perekonomian petani. “Dengan demikian, masyarakat akan lebih termotivasi dan lebih giat mengolah lahan untuk tanaman produktif, terutama padi,” ujarnya.
Bupati Pasbar Baharuddin R mengatakan, Pasbar diharapkan dapat menjadi daerah penyuplai beras tertinggi di Sumbar dan nasional. Menurutnya, Menurutnya Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) bertujuan untuk peningkatan produksi padi, disinkronkan melalui program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dan didukung dengan adanya Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU).
“Dengan didirikannya penangkar padi serta penggunaan benih unggul, hasil padi dapat meningkat,” kata Baharuddin.
Dia menjelaskan, program tersebut didukung perbaikan sarana dan prasarana irigasi, perbaikan kesuburan lahan, alat mekanisme pertanian dan prasarana transportasi. Untuk itu, menurutnya, program pemerintah daerah harus didukung masyarakat dengan membuat pernyataan tidak akan menanam tanaman selain tanaman pangan.
“Ini supaya tidak terjadi alih fungsi lahan seperti yang terjadi di Kecamatan Kinali seluas 1.640 ha, Kecamatan Ranahbatahan seluas 970 ha dan Kecamatan Talamau seluas 320 ha. Kelompok yang menerima program tersebut mencapai 80 kelompok tani dengan luas areal 2 ribu hektare dengan jumlah dana Rp 5,2 juta per kelompok,” jelasnya.
Khusus Pasbar, daerah yang masuk program peningkatan produksi padi adalah Talamau sebanyak 36 kelompok tani (keltan) seluas 900 ha dengan dana Rp 2.316.000.000, Kinali sebanyak 11 keltan seluas 275 ha dengan dana Rp 707,8 juta dan Kecamatan Luhak Nan Duo sebanyak 7 keltan seluas 175 hektar dengan dana Rp 450.450.000.
Selain itu, Kecamatan Lembahmelintang dengan 17 keltan seluas 425 ha sebesar Rp 1.093.950.000 dan Sungaiberemas 9 keltan seluas 225 ha dengan dana Rp 579.150.000. (roy)
[ Red/Administrator ]
DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang mengiringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
Siswa Luar Serbu Padang
Batambah macet Padang mah.....................................!
Angin Ribut Landa Solok
Hati-hati beko talendo..........................!
Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih
Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?