- 13:09 WIB
- 13:12 WIB
- 13:12 WIB
- 13:11 WIB
- 13:10 WIB
- 13:01 WIB
- 13:06 WIB
- 12:56 WIB
- 12:59 WIB
- 12:58 WIB
Terminal dan Pasar Terbengkalai
Pemkab Solsel tak Serius Kelola Aset Daerah
Padang Ekspres • Senin, 17/09/2012 13:16 WIB • NENENGSIH • 299 klik
Solsel, Padek—Sederet aset yang dibangun dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Solok Selatan, kondisinya memprihatinkan. Aset yang seharusnya bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD), justru menjadi tempat gembala ternak. Pembangunannya terbengkalai sekian tahun. Anggaran ratusan juta rupiah pun akhirnya terbenam sia-sia.
Sebut saja Terminal Pasar Muaralabuh yang telah beberapa tahun lalu. Meski secara fisik telah tuntas, hingga kini belum juga difungsikan. Bahkan, sebagian bangunannya mulai keropos. Hewan ternak berkeliaran dalam terminal. Tak ayal, kotoran ternak pun berserakan.
Kepala Dinas Perhubungan Harri Fidrian saat dikonfirmasi mengatakan, terminal itu masih dalam kajian karena listrik pun belum ada. “Kita akan fungsikan secepatnya. Kita ajukan dulu terminal tersebut kelasnya apa,” ujar mantan kepala Dinas Pemadam Kebakaran Padang ini.
Namun begitu, Harri tidak mau memastikan tenggat waktunya. Apakah tahun ini kelar atau tahun depan. “Pokoknya secepatnya,” katanya lagi.
Di tempat terpisah, dua bangunan seperti pasar di kawasan Ujungjalan, Kecamatan Pauhduo, bernasib serupa. Bangunan yang berada persis dekat jembatan Ujungjalan itu sudah terlihat seperti gedung tua. Semak belukar mengepung. Sepintas, bangunan tersebut seperti bangunan liar.
Ketika ditanya kepada masyarakat sekitar, mereka hanya tahu bahwa bangunan tersebut dulunya direncanakan menjadi pasar ternak. Sayangnya, Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Akhirman, belum bisa memberikan konfirmasi. Handphone-nya tidak bisa dihubungi.
Anggota DPRD Solok Selatan Mursiwal menyesalkan sikap Pemkab Solsel yang membiarkan aset daerah terbengkalai tanpa memberi manfaat kepada masyarakat. Padahal, uang rakyat sudah digelontorkan hingga miliaran rupiah. “Meski bupati berganti, tapi program daerah janganlah berhenti. Misalnya, bangunan yang tidak selesai dalam satu periode, harus dilanjutkan pada periode berikutnya. Supaya masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” ujar Mursiwal.
Mursiwal mencontohkan terminal Muaralabuh. Seharusnya, kalau berfungsi, terminal tersebut dapat menambah PAD.
Mursiwal menyorot pungutan yang diminta kepada minibus asal Kerinci yang menuju Padang karena tak ada payung hukumnya. “Kalau ingin dipungut juga, cari dulu dasar hukumnya. Sedangkan kondisi kita di Solok Selatan sekarang, terminal saja belum berfungsi,” katanya.
Politisi Partai Gerindra itu berharap setiap pembangunan di Solsel harus melalui perencanaan matang sehingga tak ada lagi bangunan mubazir. Ia mengimbau Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum menginventarisir seluruh bangunan fisik yang terbengkalai. Lalu direncanakan bagaimana aset tersebut bermanfaat untuk masyarakat. (*)
[ Red/Administrator ]
HIRUK pikuk ujian nasional (unas) seolah tidak ada habisnya.
Ketika publik menanti sikap tegas pemerintah seiring dengan amburadulnya pelaksanaan Unas 2013, muncul keputusan lain yang tak kalah mengejutkan. Yakni, sikap tegas pemerintah menghapus unas untuk level sekolah dasar (SD) dan sederajat. Ya, mulai tahun depan tidak ada lagi unas bagi siswa SD!
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Wako: Tertibkan Baliho
Mada bana, sapu habih se lai ..........!
Polda Diminta Usut Temuan BPK
Lai ndak adoh main mato ......................?
Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur
Bisa lo nyo luluih di lubang mancik tu........?