- 14:22 WIB
- 14:21 WIB
- 14:21 WIB
- 14:17 WIB
- 14:19 WIB
- 14:18 WIB
- 14:17 WIB
- 14:16 WIB
- 14:16 WIB
- 13:30 WIB
PON Ala Kadarnya Jalan Terus
Banyak Venue masih Belum Tuntas
Padang Ekspres • Rabu, 12/09/2012 11:45 WIB • • 444 klik

Pekanbaru, Padek—Pesta kembang api dan aksi kolosal ribuan penampil mewarnai opening ceremony Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, tadi malam (11/9). Acara yang diklaim paling heboh dalam sejarah iven olahraga di tanah air itu seolah menjadi pesta rakyat.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan ibu negara Ani Yudhoyono, bersama ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan warga Riau yang berbaur di lapangan dan tribun stadion, menjadi saksi kemeriahan acara pembukaan.
Kehadiran artis-artis ibu kota seperti Rossa, Judika, Iis Dahlia, dan Ungu Band membuat suasana makin semarak. Belum lagi atraksi lampu yang menakjubkan.
Sayang, opening nan meriah tersebut kontras dengan kondisi yang terjadi di arena pertandingan. Hingga PON 2012 dibuka secara resmi tadi malam, kondisi sejumlah venue masih memprihatinkan. Salah satunya adalah venue bisbol dan sofbol di kompleks Sports Center Rumbai, Pekanbaru.
Pemain sofbol Jawa Timur (Jatim) Septian Hadi hanya bisa mengelus dada ketika ditanya tentang kualitas lapangan. Dia pun tak habis pikir melihat venue yang belum selesai. Padahal, menurut jadwal, bisbol bakal dimainkan mulai hari ini (12/9). Namun, ternyata masih banyak hal yang membuat para atlet tidak nyaman.
”Toilet tidak ada airnya. Kalau mau ke toilet, mesti lari keluar dahulu. Lapangan juga tidak rata. Itu sangat berpengaruh terhadap permainan karena bola menjadi sulit ditebak,” ujar Septian setelah menjajal lapangan kemarin.
Kondisi venue sofbol dan bisbol memang mengkhawatirkan. Tribun memang sudah berdiri, namun belum cantik karena tak diplester semen. Irigasi yang mengelilingi lapangan juga dibiarkan mangkrak. Banyak kayu maupun sisa bahan bangunan yang berserakan. Ruang medis juga belum diselesaikan. Pun demikian ruang ganti atlet.
Kemarin, banyak pekerja yang ngebut untuk menyelesaikan venue bisbol dan sofbol. Sebuah traktor dioperasikan untuk menguruk sekitaran venue. Bullpen, tempat latihan pitcher di sebelah kanan tribun, juga masih ala kadarnya. Tidak ada jaring yang menjadi syarat untuk bullpen. Sementara itu, batting cage, tempat pemanasan batter, hanya ada satu.
Kondisi tersebut memantik reaksi keras dari semua kontingen. Selain Jatim, tim sofbol Jawa Barat (Jabar) yang kemarin melakukan sesi jajal lapangan pun mengeluhkan kondisi tersebut. Bullpen, batting cage ataupun fasilitas lain merupakan harga mati yang harus disediakan oleh panitia pelaksana pertandingan.
”Bullpen berguna untuk pemanasan pitcher sebelum menggantikan pemain yang ada di dalam lapangan. Ketika kondisi darurat, sementara pitcher yang mau masuk belum siap, tentu akan mempengaruhi permainan. Lapangannya juga tidak terlalu bagus sehingga rawan cedera,” ujar Mulana Rohimat, pelatih Jabar.
Salah satu pekerja yang tak mau disebutkan namanya mengungkapkan, lapangan tersebut tidak akan selesai dalam waktu dekat. Salah satunya karena sistem kerja yang diberlakukan. Saat ini para pekerja hanya bisa merampungkan tugasnya di malam hari. Sebab, siang harinya venue itu dipakai untuk pertandingan. “Kalau bisa siang dan malam tentu akan lebih cepat lagi. Kalau cuma malam seperti sekarang, kami perkirakan sebulan lagi baru selesai,” ucap pekerja asal Pati, Jawa Tengah (Jateng), tersebut.
Venue menembak sekitar 100 meter dari sofbol dan bisbol juga belum selesai 100 persen. Kondisinya memang lumayan rapi karena pengerjaannya serba dikebut. Lantai, misalnya. Sebagai pengganti keramik, pekerja menutupi lantai dengan karpet plastik. Namun, masih banyak besi yang menancap di tiang penyangga dan belum dirapikan. Sementara itu, toilet bahkan baru dipasang kemarin.
Perkembangan positifnya adalah pemasangan paving di pelataran sudah rampung. Kini, jika hujan turun, tidak akan lagi terjadi genangan air di halaman venue menembak.
Sejak awal, Panitia Besar (PB) PON memang mengatakan tidak bisa menyelesaikan pembangunan venue secara sempurna. Mereka hanya bisa merampungkan hal-hal yang fungsional. Yakni, hal-hal yang memang dibutuhkan di pertandingan. Di antaranya adalah papan sasaran maupun ruang untuk atlet. “Kalau yang fungsional sudah selesai, maka pertandingan bisa dijalankan,” kata Syamsurizal, ketua harian PB PON.
Peserta Defile Pingsan
Selain beragam atraksi, salah satu daya tarik dalam opening ceremony PON tadi malam adalah defile atlet. Satu demi satu rombongan atlet dari 33 kontingen melakukan parade memasuki lapangan. Aktor senior Rano Karno yang menjabat wakil gubernur serta komandan kontingen Banten mendapat tepuk tangan meriah ketika namanya disebut MC.
“Selamat datang di Riau. Kami harap seluruh kontingen mampu menjaga nilai-nilai sportivitas dalam iven ini,” ujar Gubernur Riau Rusli Zainal saat memberikan sambutan.
Sayangnya, pesta meriah tersebut terlihat kurang maksimal. Salah satu penyebabnya, banyak bangku kosong di dalam stadion. Beberapa bangku di tribun stadion yang berkapasitas sekitar 45 ribu penonton tersebut terlihat sepi. Bahkan, sejumlah sudut tribun kosong melompong. Misalnya, tribun di sebelah kiri patung Burung Serindit, maskot PON 2012.
Kondisi tersebut kontras dengan sesumbar panitia yang mengklaim acara pembukaan PON 2012 bakal lebih mewah daripada SEA Games 2011 di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
Selain itu, durasi pidato Rusli yang lama, sekitar 20 menit, membuat banyak peserta defile lelah. Bahkan, beberapa di antara mereka pingsan dan harus ditandu petugas medis.
Ketika giliran Presiden SBY memberikan sambutan, banyak peserta defile yang cuek. Mereka duduk-duduk di tengah lapangan. “Saya ingin mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pihak yang terlibat. PON akan semakin mempersatukan semua masyarakat di tanah air. Beberapa waktu lalu Indonesia sukses menjadi juara umum SEA Games 2011. Dengan kerja keras, mari kita tingkatkan prestasi Indonesia,” ungkap SBY.
Opening ceremony PON 2012 ditutup dengan pesta kembang api selama sekitar tujuh menit. Letusan kembang api membuat langit di sekitar stadion semarak. Sayangnya, ketika pesta kembang api berlangsung, banyak penonton di dalam stadion yang sudah meninggalkan tempat duduk. (ru/ovi/c5/ca/jpnn)
[ Red/Administrator ]
DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang mengiringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
Siswa Luar Serbu Padang
Batambah macet Padang mah.....................................!
Angin Ribut Landa Solok
Hati-hati beko talendo..........................!
Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih
Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?