Kamis, 20 Juni 2013 - 11 Sya'ban 1434 H 05:10:57 WIB
NASIONAL

PON Ala Kadarnya Jalan Terus

Banyak Venue masih Belum Tuntas

Padang Ekspres • Rabu, 12/09/2012 11:45 WIB • • 444 klik

Defile kontingen PON Sumbar dalam pembukaan PON XVIII 2012 Riau, tadi malam (11/

Pekanbaru, Padek—Pesta kem­bang api dan aksi kolosal ri­buan penampil mewarnai ope­ning ceremony Pekan Olah­raga Na­sional (PON) 2012 di Stadion Uta­ma Riau, Pekanbaru, tadi ma­lam (11/9). Acara yang di­klaim paling heboh dalam seja­rah iven olah­raga di tanah air itu se­olah menjadi pes­ta rak­yat.

 

Presiden Susilo Bam­­bang Yudhoyono (SBY) dan ibu negara Ani Yu­dhoyono, bersama ri­buan atlet, pelatih, ofisial, dan war­­ga Riau yang berbaur di lapangan dan tribun stadion, menjadi saksi kemeriahan acara pembukaan.

 

Kehadiran artis-artis ibu kota seperti Rossa, Judika, Iis Dah­­lia, dan Ungu Band mem­buat suasana makin semarak. Be­­lum lagi atraksi lampu yang me­­nakjubkan.

 

Sayang, opening nan meriah ter­­sebut kontras dengan kondisi yang terjadi di arena pertan­di­ngan. Hingga PON 2012 dibu­ka se­­cara resmi tadi malam, kondisi se­­jumlah venue masih mem­pri­ha­­tinkan. Salah satunya ada­lah ve­nue bisbol dan sofbol di kom­pleks Sports Center Rum­bai, Pe­kan­baru.

 

Pemain sofbol Jawa Timur (Jatim) Septian Hadi hanya bisa me­ngelus dada ketika ditanya ten­tang kualitas lapangan. Dia pun tak habis pikir melihat ve­nue yang belum selesai. Pada­hal, menurut jadwal, bisbol bakal dimainkan mulai hari ini (12/9). Namun, ternyata masih banyak hal yang membuat para atlet tidak nyaman.

 

”Toilet tidak ada airnya. Ka­lau mau ke toilet, mesti lari ke­l­uar dahulu. Lapangan juga ti­dak rata. Itu sangat ber­pengaruh ter­hadap per­mainan karena bola men­jadi sulit ditebak,” ujar Sep­tian setelah menjajal lapa­ngan kemarin.

 

Kondisi venue sofbol dan bis­­bol memang meng­kha­wa­tir­kan. Tribun me­mang su­dah ber­diri, namun belum cantik karena tak diplester semen. Irigasi yang me­ngelilingi lapangan juga di­biar­kan mangkrak. Banyak kayu mau­pun sisa bahan bangunan yang berserakan. Ruang medis juga belum diselesaikan. Pun de­mikian ruang ganti atlet.

 

Kemarin, banyak pekerja yang ngebut untuk menyele­saikan venue bisbol dan sofbol. Se­buah traktor dioperasikan un­tuk menguruk sekitaran ve­nue. Bullpen, tempat latihan pitcher di sebelah kanan tribun, juga masih ala kadarnya. Tidak ada jaring yang menjadi syarat untuk bullpen. Sementara itu, batting cage, tempat pemanasan batter, hanya ada satu.

 

Kondisi tersebut memantik reak­si keras dari semua kon­ti­ngen. Selain Jatim, tim sofbol Jawa Barat (Jabar) yang kema­rin melakukan sesi jajal lapa­ngan pun mengeluhkan kondisi ter­sebut. Bullpen, batting cage atau­pun fasilitas lain merupakan har­ga mati yang harus dise­diakan oleh panitia pelaksana per­tandingan.

 

Bullpen berguna untuk pe­ma­nasan pitcher sebelum meng­­gan­tikan pemain yang ada di da­lam lapangan. Ketika kon­disi da­rurat, sementara pitcher yang mau masuk belum siap, ten­­tu akan mempengaruhi per­m­ai­nan. La­pangannya juga tidak ter­lalu ba­gus sehingga rawan ce­dera,” ujar Mulana Rohimat, pe­latih Jabar.

 

Salah satu pekerja yang tak mau disebutkan namanya me­ng­ung­kapkan, lapangan ter­se­but tidak akan selesai dalam wak­tu dekat. Salah satunya ka­rena sistem kerja yang diber­la­ku­kan. Saat ini para pekerja ha­nya bisa merampungkan tugas­nya di malam hari. Sebab, siang ha­­rinya venue itu dipakai untuk per­­tandingan. “Kalau bisa siang dan malam tentu akan lebih ce­pat lagi. Kalau cuma malam se­perti sekarang, kami perkira­kan sebulan lagi baru selesai,” ucap pekerja asal Pati, Jawa Te­ngah (Jateng), tersebut.

 

Venue menembak sekitar 100 meter dari sofbol dan bisbol juga belum selesai 100 persen. Kondisinya memang lumayan ra­pi karena pengerjaannya serba di­kebut. Lantai, misalnya. Seba­gai pengganti keramik, pekerja menutupi lantai dengan karpet plastik. Namun, masih banyak besi yang menancap di tiang penyangga dan belum dirapikan. Sementara itu, toilet bahkan baru dipasang kemarin.

 

Perkembangan positifnya adalah pemasangan paving di pelataran sudah rampung. Kini, jika hujan turun, tidak akan lagi terjadi genangan air di halaman venue menembak.

 

Sejak awal, Panitia Besar (PB) PON memang mengatakan ti­dak bisa menyelesaikan pem­ba­­ngunan venue secara sem­purna. Mereka hanya bisa me­ram­pungkan hal-hal yang fung­sional. Yakni, hal-hal yang me­mang dibutuhkan di pertan­di­ngan. Di antaranya adalah papan sasaran maupun ruang untuk atlet. “Kalau yang fungsional su­dah selesai, maka pertan­dingan bisa dijalankan,” kata Syam­surizal, ketua harian PB PON.

 

Peserta Defile Pingsan

 

Selain beragam atraksi, salah satu daya tarik dalam opening ceremony PON tadi malam adalah defile atlet. Satu demi satu rombongan atlet dari 33 kontingen melakukan parade memasuki lapangan. Aktor senior Rano Karno yang menjabat wakil gubernur serta komandan kontingen Banten mendapat tepuk tangan meriah ketika namanya disebut MC.

 

“Selamat datang di Riau. Kami harap seluruh kontingen mam­pu menjaga nilai-nilai spor­ti­vitas dalam iven ini,” ujar Gu­bernur Riau Rusli Zainal saat mem­berikan sambutan.

 

Sayangnya, pesta meriah tersebut terlihat kurang maksi­mal. Salah satu penye­babnya, ba­nyak bangku kosong di dalam sta­dion. Beberapa bangku di tribun stadion yang berkapasitas se­kitar 45 ribu penonton terse­but terlihat sepi. Bahkan, sejum­lah sudut tribun kosong melom­pong. Misalnya, tribun di sebelah kiri patung Burung Serindit, mas­kot PON 2012.

 

Kondisi tersebut kontras de­ngan sesumbar panitia yang mengklaim acara pembukaan PON 2012 bakal lebih mewah da­ripada SEA Games 2011 di Pa­lembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

 

Selain itu, durasi pidato Rusli yang lama, sekitar 20 menit, mem­buat banyak peserta defile le­lah. Bahkan, beberapa di anta­ra mereka pingsan dan harus di­tandu petugas medis.

 

Ketika giliran Presiden SBY memberikan sambutan, banyak pe­serta defile yang cuek. Mereka du­duk-duduk di tengah lapa­ngan. “Saya ingin mengu­capkan te­rima kasih yang setinggi-ting­ginya kepada pihak yang ter­libat. PON akan semakin mem­persa­tu­kan semua mas­yarakat di ta­nah air. Beberapa waktu lalu In­donesia sukses menjadi juara umum SEA Games 2011. De­ngan kerja keras, mari kita ting­katkan prestasi Indonesia,” ung­kap SBY.

 

Opening ceremony PON 2012 ditutup dengan pesta kem­bang api selama sekitar tujuh me­nit. Letusan kembang api mem­buat langit di sekitar sta­dion semarak. Sayangnya, ketika pesta kembang api berlang­sung, ba­nyak penonton di dalam sta­dion yang sudah meninggalkan tem­pat duduk. (ru/ovi/c5/ca/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Rabu, 19 Juni 2013

Siswa Luar Serbu Padang

Batambah macet Padang mah.....................................!


Angin Ribut Landa Solok

Hati-hati beko talendo..........................!


Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih

Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?