Rabu, 19 Juni 2013 - 10 Sya'ban 1434 H 14:41:39 WIB
PRO SUMBAR

Reklamasi Bekas Lahan Tambang untuk Masyarakat

Padang Ekspres • Selasa, 11/09/2012 13:44 WIB • • 273 klik

Sijunjung, Padek—Lahan sa­wah bekas tambang emas di Kabupaten Sijunjung, ke­b­a­nya­kan sebelumnya hanya menjadi sebuah lubang besar dan ong­go­kan tanah bercampur batu, tanpa bisa dimanfaatkan kembali oleh pemilik tanah. Sehingga banyak lahan terbuang percuma, karena kurangnya  perhatian para pe­milik tambang terhadap lahan bekas tambang tersebut.

 

Namun tak begitu halnya dengan lahan bekas tambang di Nagari Mundam Sakti, untuk mereklamasinya pihak penam­bang telah menyepakati ang­ga­ran sebanyak 20 persen dari hasil tambang, yang bisa dipakai un­tuk biaya reklamasi lahan.

 

Hal tersebut dikemukakan langsung oleh Syafrudin, Wali Jorong Kampung Pinang nagari Mundam Sakti kecamatan IV Nagari, bahwa telah banyak dilakukan reklamasi lahan tam­bang yang bisa dipergunakan kembali lokasi tersebut untuk pertanian. “Lahan bekas tam­bang telah banyak yang di­rek­la­masi kembali, bahkan m­a­sya­ra­kat telah menikmati hasil tani tersebut,” ungkap Syafrudin.

 

Diceritakannya, bahwa lahan yang direklamasi tersebut, juga membawa berkah tersendiri bagi pemilik tanah, karena luas ta­nah­nya banyak yang bertambah dari luas semula dan hasil panenpun ikut bertambah. “Bagi lahan yang sudah direklamasi, banyak mem­bawa berkah tersendiri bagi pemilik lahan, karena luas tanah dan hasil padinya juga ber­tam­bah,” tutur wali jorong yang bergelar Sutan Bagindo itu.

 

Melalui program Pemerintah Pro­vinsi Sumbar, Pemkab Si­jun­jung melalui Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, mencoba un­tuk mereklamasi lahan bekas tambang emas tersebut, menjadi lahan aktif yang  kembali bisa dimanfaatkan masyarakat.

 

Tahun 2012 ini, Sijunjung, mendapat dana reklamasi dari Pemprov Sumbar untuk area seluas  13 hektare dengan ang­garan Rp10 juta perhektare. Ang­garan tersebut menurut Plt Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Yasri,  adalah untuk mereklamasi lahan bekas tambang emas yang ditinggal begitu saja oleh pe­nambang.

 

“Pemkab Sijunjung, me­m­peroleh bantuan dari Pem­prov Sumbar untuk mereklamasi la­han bekas tambang seluas 13 hektare, di Kecamatan IV Nagari dan Kupitan,” jelas Yasri.

 

Namun Yasri yang juga Asis­ten II Pemkab Sijunjung ter­sebut, mengakui, bahwa proses reklamasi dari anggaran Pem­prov  Sumbar tersebut hingga kemarin, masih belum dilak­sa­nakan. Mengingat masih dalam proses tender di Provinsi. Se­hingga pelaksanaan reklamasi de­ngan menggunakan anggaran provinsi tersebut, belum ber­jalan di Kabupaten Sij­un­ju­ng.(mg19)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Rabu, 19 Juni 2013

Siswa Luar Serbu Padang

Batambah macet Padang mah.....................................!


Angin Ribut Landa Solok

Hati-hati beko talendo..........................!


Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih

Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?