Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 22:58:22 WIB
PRO SUMBAR

Reklamasi Bekas Lahan Tambang untuk Masyarakat

Padang Ekspres • Selasa, 11/09/2012 13:44 WIB • • 476 klik

Sijunjung, Padek—Lahan sa­wah bekas tambang emas di Kabupaten Sijunjung, ke­b­a­nya­kan sebelumnya hanya menjadi sebuah lubang besar dan ong­go­kan tanah bercampur batu, tanpa bisa dimanfaatkan kembali oleh pemilik tanah. Sehingga banyak lahan terbuang percuma, karena kurangnya  perhatian para pe­milik tambang terhadap lahan bekas tambang tersebut.

 

Namun tak begitu halnya dengan lahan bekas tambang di Nagari Mundam Sakti, untuk mereklamasinya pihak penam­bang telah menyepakati ang­ga­ran sebanyak 20 persen dari hasil tambang, yang bisa dipakai un­tuk biaya reklamasi lahan.

 

Hal tersebut dikemukakan langsung oleh Syafrudin, Wali Jorong Kampung Pinang nagari Mundam Sakti kecamatan IV Nagari, bahwa telah banyak dilakukan reklamasi lahan tam­bang yang bisa dipergunakan kembali lokasi tersebut untuk pertanian. “Lahan bekas tam­bang telah banyak yang di­rek­la­masi kembali, bahkan m­a­sya­ra­kat telah menikmati hasil tani tersebut,” ungkap Syafrudin.

 

Diceritakannya, bahwa lahan yang direklamasi tersebut, juga membawa berkah tersendiri bagi pemilik tanah, karena luas ta­nah­nya banyak yang bertambah dari luas semula dan hasil panenpun ikut bertambah. “Bagi lahan yang sudah direklamasi, banyak mem­bawa berkah tersendiri bagi pemilik lahan, karena luas tanah dan hasil padinya juga ber­tam­bah,” tutur wali jorong yang bergelar Sutan Bagindo itu.

 

Melalui program Pemerintah Pro­vinsi Sumbar, Pemkab Si­jun­jung melalui Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, mencoba un­tuk mereklamasi lahan bekas tambang emas tersebut, menjadi lahan aktif yang  kembali bisa dimanfaatkan masyarakat.

 

Tahun 2012 ini, Sijunjung, mendapat dana reklamasi dari Pemprov Sumbar untuk area seluas  13 hektare dengan ang­garan Rp10 juta perhektare. Ang­garan tersebut menurut Plt Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Yasri,  adalah untuk mereklamasi lahan bekas tambang emas yang ditinggal begitu saja oleh pe­nambang.

 

“Pemkab Sijunjung, me­m­peroleh bantuan dari Pem­prov Sumbar untuk mereklamasi la­han bekas tambang seluas 13 hektare, di Kecamatan IV Nagari dan Kupitan,” jelas Yasri.

 

Namun Yasri yang juga Asis­ten II Pemkab Sijunjung ter­sebut, mengakui, bahwa proses reklamasi dari anggaran Pem­prov  Sumbar tersebut hingga kemarin, masih belum dilak­sa­nakan. Mengingat masih dalam proses tender di Provinsi. Se­hingga pelaksanaan reklamasi de­ngan menggunakan anggaran provinsi tersebut, belum ber­jalan di Kabupaten Sij­un­ju­ng.(mg19)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!