Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 19:44:06 WIB
PRO SUMBAR

Reklamasi Bekas Lahan Tambang untuk Masyarakat

Padang Ekspres • Selasa, 11/09/2012 13:44 WIB • • 463 klik

Sijunjung, Padek—Lahan sa­wah bekas tambang emas di Kabupaten Sijunjung, ke­b­a­nya­kan sebelumnya hanya menjadi sebuah lubang besar dan ong­go­kan tanah bercampur batu, tanpa bisa dimanfaatkan kembali oleh pemilik tanah. Sehingga banyak lahan terbuang percuma, karena kurangnya  perhatian para pe­milik tambang terhadap lahan bekas tambang tersebut.

 

Namun tak begitu halnya dengan lahan bekas tambang di Nagari Mundam Sakti, untuk mereklamasinya pihak penam­bang telah menyepakati ang­ga­ran sebanyak 20 persen dari hasil tambang, yang bisa dipakai un­tuk biaya reklamasi lahan.

 

Hal tersebut dikemukakan langsung oleh Syafrudin, Wali Jorong Kampung Pinang nagari Mundam Sakti kecamatan IV Nagari, bahwa telah banyak dilakukan reklamasi lahan tam­bang yang bisa dipergunakan kembali lokasi tersebut untuk pertanian. “Lahan bekas tam­bang telah banyak yang di­rek­la­masi kembali, bahkan m­a­sya­ra­kat telah menikmati hasil tani tersebut,” ungkap Syafrudin.

 

Diceritakannya, bahwa lahan yang direklamasi tersebut, juga membawa berkah tersendiri bagi pemilik tanah, karena luas ta­nah­nya banyak yang bertambah dari luas semula dan hasil panenpun ikut bertambah. “Bagi lahan yang sudah direklamasi, banyak mem­bawa berkah tersendiri bagi pemilik lahan, karena luas tanah dan hasil padinya juga ber­tam­bah,” tutur wali jorong yang bergelar Sutan Bagindo itu.

 

Melalui program Pemerintah Pro­vinsi Sumbar, Pemkab Si­jun­jung melalui Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, mencoba un­tuk mereklamasi lahan bekas tambang emas tersebut, menjadi lahan aktif yang  kembali bisa dimanfaatkan masyarakat.

 

Tahun 2012 ini, Sijunjung, mendapat dana reklamasi dari Pemprov Sumbar untuk area seluas  13 hektare dengan ang­garan Rp10 juta perhektare. Ang­garan tersebut menurut Plt Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Yasri,  adalah untuk mereklamasi lahan bekas tambang emas yang ditinggal begitu saja oleh pe­nambang.

 

“Pemkab Sijunjung, me­m­peroleh bantuan dari Pem­prov Sumbar untuk mereklamasi la­han bekas tambang seluas 13 hektare, di Kecamatan IV Nagari dan Kupitan,” jelas Yasri.

 

Namun Yasri yang juga Asis­ten II Pemkab Sijunjung ter­sebut, mengakui, bahwa proses reklamasi dari anggaran Pem­prov  Sumbar tersebut hingga kemarin, masih belum dilak­sa­nakan. Mengingat masih dalam proses tender di Provinsi. Se­hingga pelaksanaan reklamasi de­ngan menggunakan anggaran provinsi tersebut, belum ber­jalan di Kabupaten Sij­un­ju­ng.(mg19)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!