- 12:39 WIB
- 11:28 WIB
- 12:42 WIB
- 13:11 WIB
- 13:10 WIB
- 13:07 WIB
- 13:07 WIB
- 13:05 WIB
- 13:03 WIB
- 12:54 WIB

Hanya Tambah Satu Perunggu
Fitrawati Penyelamat Muka Sumbar
Padang Ekspres • Selasa, 11/09/2012 12:56 WIB • GANDA CIPTA • 423 klik
Pekanbaru, Padek—Setelah berhasil meraih satu emas dan satu perak, Minggu (9/9), kemarin Sumbar hanya menambah satu medali perunggu. Padahal, harapan untuk mendulang emas kemarin terbilang banyak, karena sejumlah atlet atletik dan senam PON Sumbar tampil di beberapa nomor atletik dan senam.
Satu-satunya raihan medali Sumbar kemarin, berasal dari nomor lempar lembing yang dipersembahkan Fitrawati yang bermain di arena atletik Rumbai. Dia meraih perunggu dengan lemparan sejauh 23,41 meter. Emas dibukukan atlet asal Sulsel, Ayu Ariandani dengan jauh lemparan 42.17 meter. Medali perak direbut atlet asal Jateng, Dian Kartika dengan jauh lemparan 38.45 meter. Sayang Fitrawati gagal pada final nomor lempar cakram. Pada nomor ini dia hanya mampu menempati posisi empat setelah lemparannya hanya sejauh 38.32 meter.
Kegagalan Sumbar lainnya di partai final terjadi pada nomor lari 5000 meter dengan pelari Yulianti Utari. Yulianti hanya finish di urutan ke-5. Peraih emas di nomor ini pelari Jateng, Triyaningsih.
Tak berhenti di situ, pelari Sumbar lainnya juga masih kalah kencang dari pelari-pelari daerah lain. Lusiana Satriani yang tampil di nomor 200 meter putri juga gagal mempersembahkan medali setelah hanya mampu finis diurutan ke tujuh.
Nasib yang sama juga mesti dirasakan sprinter terbaik Sumbar, Yaspi Bobi di nomor 200 meter putra. Dia hanya menempati posisi enam dengan waktu 22.11 detik. Alhasil dia gagal berlaga di final. Yaspi tak sendiri, kegagalan menembus babak final juga didapati dua pelari Sumbar yang turun pada nomor 800 meter putra, Rori Satria Putra dan M. Iqbal.
Dari kolam renang, perenang andalan Sumbar Patricia Yosita Hapsari tak dapat berbuat banyak di nomor 400 meter gaya bebas. Ia terlihat seperti ”mengalah” dan tak ingin memacu kayuhannya lebih kuat. ”Sepertinya Yosita ingin konsentrasi untuk nomor andalannya, 200 dan 50 meter yang akan dipertandingkan Kamis (13/9),” sebut Kabid Binpres PRSI Sumbar, Daconi.
Di nomor ini, emas diraih perenang Jawa Barat Raina Saumi G yang mencatatkan waktu 04.22.62. Menyusul pemegang rekor nasional di nomor ini, perenang Jawa Timur Iffy Nadya F dengan catatan waktu 04.25.57 dan di tempat ketiga diraih perenang Jawa Barat lainnya, Ressa Kania Dewi.
Di cabang senam, Sumbar menempatkan seorang pesenamnya di nomor semua alat, yakni Nancy Putri Yulis. Sayangnya pada partai final Nancy yang menjadi andalan Sumbar untuk menggondol emas harus mundur karena mengalami cedera. ”Ia cedera pada kedua pergelangan kakinya. Cedera pertama ia alami saat mendarat dari lompatan pada bagian senam lantai dan kaki lainnya diderita Nancy saat menjalani alat palang tunggal,” kata Waketum II KONI Sumbar, Handrianto. (*)
[ Red/Administrator ]
Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat
Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung
Anak didik kini mada-mada..................!
Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar
Lai ndak adoh nan coret baju..................?
Nilai UN masih Meragukan
Baa baitu, caliak kunci tu.............................?