Sabtu, 25 Mei 2013 - 15 Rajab 1434 H 13:46:14 WIB

Hanya Tambah Satu Perunggu

Fitrawati Penyelamat Muka Sumbar

Padang Ekspres • Selasa, 11/09/2012 12:56 WIB • GANDA CIPTA • 423 klik

Pekanbaru, Padek—Setelah ber­­hasil meraih satu emas dan satu perak, Minggu (9/9), ke­marin Sumbar hanya me­nam­bah satu medali perunggu. Pa­da­hal, harapan untuk me­n­du­lang emas kemarin terbilang ba­nyak, karena sejumlah atlet atle­tik dan senam PON Sum­bar tam­pil di beberapa nomor atletik dan senam.

 

Satu-satunya raihan me­dali Sumbar kemarin, berasal dari nomor lempar lembing yang dipersembahkan Fitra­wa­ti yang bermain di arena at­letik Rumbai. Dia meraih pe­runggu dengan lemparan se­jauh 23,41 meter. Emas dibu­ku­kan atlet asal Sul­sel, Ayu Ariandani dengan jauh lemparan 42.17 meter. Medali perak direbut atlet asal Jateng, Dian Kartika dengan jauh lem­paran 38.45 meter. Sayang Fitra­wati gagal pada final nomor lem­par cakram. Pada nomor ini dia hanya mampu menempati posi­si em­pat setelah lemparannya ha­nya sejauh 38.32 meter.

 

Kegagalan Sumbar lainnya di partai final terjadi pada nomor lari 5000 meter dengan pelari Yulianti Utari. Yulianti hanya finish di urutan ke-5. Peraih emas di nomor ini pelari Jateng, Tri­ya­ningsih.

 

Tak berhenti di situ, pelari Sumbar lainnya juga masih ka­lah kencang dari pelari-pelari dae­rah lain. Lusiana Satriani ya­ng tampil di nomor 200 meter putri juga gagal mempersem­bah­­kan medali setelah hanya mampu finis diurutan ke tujuh.

 

Nasib yang sama juga mes­ti dirasakan sprinter terbaik Sum­bar, Yaspi Bobi di nomor 200 meter putra. Dia hanya me­nempati posisi enam de­ngan waktu 22.11 detik. Alhasil dia gagal berlaga di final. Yaspi tak sendiri, kegagalan me­nembus babak final juga di­da­pati dua pelari Sumbar yang tu­run pada nomor 800 meter putra, Rori Satria Putra dan M. Iqbal.

 

Dari kolam renang, pere­nang andalan Sumbar Patricia Yosita Hapsari tak dapat ber­buat banyak di nomor 400 meter gaya bebas. Ia terlihat seperti ”menga­lah” dan tak ingin memacu ka­yu­hannya lebih kuat. ”Seper­ti­nya Yosita ingin konsentrasi un­tuk nomor andalannya, 200 dan 50 meter yang akan diper­tan­ding­kan Kamis (13/9),” sebut Ka­bid Binpres PRSI Sumbar, Da­coni.

 

Di nomor ini, emas diraih perenang Jawa Barat Raina Saumi G yang mencatatkan waktu  04.22.62. Menyusul pemegang rekor nasional di nomor ini, pe­re­nang Jawa Timur Iffy Nadya F dengan catatan waktu 04.25.57 dan di tempat ketiga diraih perenang Jawa Barat lainnya, Res­sa Kania Dewi.

 

Di cabang se­nam, Sumbar menempatkan seorang pese­nam­nya di nomor se­mua alat, yakni Nancy Putri Yulis. Sayang­nya pada partai final Nancy yang menjadi andalan Sumbar untuk menggondol emas harus mun­dur karena mengalami cedera. ”Ia cedera pada kedua per­gelangan kaki­nya. Cedera per­tama ia alami saat mendarat dari lompatan pada bagian senam lantai dan kaki lainnya diderita Nancy saat menjalani alat palang tunggal,” kata Waketum II KONI Sumbar, Handrianto. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat

Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 25 Mei 2013

Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung

Anak didik kini mada-mada..................!

 

Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar

Lai ndak adoh nan coret baju..................?

 

Nilai UN masih Meragukan

Baa baitu, caliak kunci  tu.............................?