Sabtu, 25 Mei 2013 - 15 Rajab 1434 H 19:11:38 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Agam

Pertikaian Berakhir Damai

Salah Paham, tak Ada Hubungan dengan Nagar

Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Kamis, 06/09/2012 12:55 WIB • YUHARNEL • 302 klik

Agam Padek—Dua kelom­pok petani bertetangga yang ber­tikai, warga Bayur dan warga Linggai, Nagari Duo­koto, Kecamatan Tanjungraya, berakhir damai, kemarin (5/9).

 

Perdamaian yang difa­sili­tasi Kapolres, di Mapolres Agam, sekitar pukul 11.30 WIB itu, selain melibatkan dua per­wakilan nagari yang berti­kai, juga dihadiri Bupati Agam Indra Catri, anggota DPRD Agam asal Tanjungraya, Asri­naldi.

 

Pada kesempatan itu,  ter­ca­pai beberapa kesepakatan. Intinya menyatakan, perteng­karan dua kelompok petani yang bertikai di dua nagari tersebut, tidak ada hubungan­nya sama sekali dengan perti­kai­an dua Nagari Bayur dan Nagari Duo Koto. Artinya, per­tikaian itu murni salah paham.

 

“Ya, pertikaian ini murni salah paham. Soal isu adanya perang antar Nagari Bayur ke Duokoto yang berkembang ke­marin, itu hanya sengaja di­sebarkan oleh orang-orang yang  tidak bertanggung jawab. Perwakilan kedua dua nagari pada petemuan tersebut sepa­kat untuk melakukan perda­maian akbar dengan hati yang tulus dan ikhlas,” ungkap Ka­pol­res Agam, AKBP Noor­tjahyo.

 

Sementara, demi menjaga keamanan, dan kenyamanan serta kerukunan antar masya­rakat Bayur dengan masya­rakat Duokoto, beberapa tokoh masyarakat dan Peme­rintahan Nagari sepakat untuk menye­lesaikan masalah pe­nge­royo­kan tersebut diselesai­kan se­cara hukum yang ditangani oleh Polres Agam.

 

Kapolres Agam AKBP Noor­­­tjahyo membenarkan, proses hukum tetap dite­ruskan secara aturan hukum. “Yang terpenting hubungan ma­sya­ra­kat Bayur dan Duo­koto tetap terjalin baik,” kata­nya.

 

Proses musyawarah per­damaian itu sendiri berjalan lancar. Seperti disampaikan Wali Nagari Duokoto,  Reflis­men, pemuka masyarakat dan pemerintahan kedua nagari, sepakat dalam kasus penge­royokan tersebut tidak ada  melibatkan nagari. “Kami se­ba­­gai pemuka masyarakat selalu mengingatkan anak ke­ma­nakan  arah yang baik. Tidak ada pandang anak siapa, dan kamanakan siapa. Sebab Nagari Bayur dan Na­gari Duokoto selalu bersatu dalam hidup selalu berdam­pingan,” ungkap Reflismen.

 

Bupati Agam Indra Catri, pada kesempatan itu mengajak masyarakat kedua nagari, dan masyarakat Kabupaten Agam secara keseluruhan untuk me­ningkatkan hubungan kerja samanya. “Kita semua adalah satu. Jangan mau tercerai berai karena dikompori  orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ingat Bupati Agam Indra Catri. 

 

Seperti diberitakan sebe­lum­nya, hanya gara-gara bere­but air kantong ikan untuk keramba (jala apung) di Ling­gai, Nagari Duokoto Malin­tang, Kecamatan Tanjungraya, dua kelompok petani dari dua nagari bertetangga; Bayur dan Linggai, Kecamatan Tanjung­ra­ya, terlibat perkelahian. Aki­batnya, dua petani luka-luka akibat pengeroyokan yang dilakukan petani ikan keramba dari Linggai, Senin (3/9), seki­tar pukul 21.00 WIB. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat

Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 25 Mei 2013

Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung

Anak didik kini mada-mada..................!

 

Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar

Lai ndak adoh nan coret baju..................?

 

Nilai UN masih Meragukan

Baa baitu, caliak kunci  tu.............................?