- 12:39 WIB
- 11:28 WIB
- 12:42 WIB
- 13:11 WIB
- 13:10 WIB
- 13:07 WIB
- 13:07 WIB
- 13:05 WIB
- 13:03 WIB
- 12:54 WIB
Kab. Agam
Pertikaian Berakhir Damai
Salah Paham, tak Ada Hubungan dengan Nagar
Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Kamis, 06/09/2012 12:55 WIB • YUHARNEL • 302 klik
Agam Padek—Dua kelompok petani bertetangga yang bertikai, warga Bayur dan warga Linggai, Nagari Duokoto, Kecamatan Tanjungraya, berakhir damai, kemarin (5/9).
Perdamaian yang difasilitasi Kapolres, di Mapolres Agam, sekitar pukul 11.30 WIB itu, selain melibatkan dua perwakilan nagari yang bertikai, juga dihadiri Bupati Agam Indra Catri, anggota DPRD Agam asal Tanjungraya, Asrinaldi.
Pada kesempatan itu, tercapai beberapa kesepakatan. Intinya menyatakan, pertengkaran dua kelompok petani yang bertikai di dua nagari tersebut, tidak ada hubungannya sama sekali dengan pertikaian dua Nagari Bayur dan Nagari Duo Koto. Artinya, pertikaian itu murni salah paham.
“Ya, pertikaian ini murni salah paham. Soal isu adanya perang antar Nagari Bayur ke Duokoto yang berkembang kemarin, itu hanya sengaja disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Perwakilan kedua dua nagari pada petemuan tersebut sepakat untuk melakukan perdamaian akbar dengan hati yang tulus dan ikhlas,” ungkap Kapolres Agam, AKBP Noortjahyo.
Sementara, demi menjaga keamanan, dan kenyamanan serta kerukunan antar masyarakat Bayur dengan masyarakat Duokoto, beberapa tokoh masyarakat dan Pemerintahan Nagari sepakat untuk menyelesaikan masalah pengeroyokan tersebut diselesaikan secara hukum yang ditangani oleh Polres Agam.
Kapolres Agam AKBP Noortjahyo membenarkan, proses hukum tetap diteruskan secara aturan hukum. “Yang terpenting hubungan masyarakat Bayur dan Duokoto tetap terjalin baik,” katanya.
Proses musyawarah perdamaian itu sendiri berjalan lancar. Seperti disampaikan Wali Nagari Duokoto, Reflismen, pemuka masyarakat dan pemerintahan kedua nagari, sepakat dalam kasus pengeroyokan tersebut tidak ada melibatkan nagari. “Kami sebagai pemuka masyarakat selalu mengingatkan anak kemanakan arah yang baik. Tidak ada pandang anak siapa, dan kamanakan siapa. Sebab Nagari Bayur dan Nagari Duokoto selalu bersatu dalam hidup selalu berdampingan,” ungkap Reflismen.
Bupati Agam Indra Catri, pada kesempatan itu mengajak masyarakat kedua nagari, dan masyarakat Kabupaten Agam secara keseluruhan untuk meningkatkan hubungan kerja samanya. “Kita semua adalah satu. Jangan mau tercerai berai karena dikompori orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ingat Bupati Agam Indra Catri.
Seperti diberitakan sebelumnya, hanya gara-gara berebut air kantong ikan untuk keramba (jala apung) di Linggai, Nagari Duokoto Malintang, Kecamatan Tanjungraya, dua kelompok petani dari dua nagari bertetangga; Bayur dan Linggai, Kecamatan Tanjungraya, terlibat perkelahian. Akibatnya, dua petani luka-luka akibat pengeroyokan yang dilakukan petani ikan keramba dari Linggai, Senin (3/9), sekitar pukul 21.00 WIB. (*)
[ Red/Administrator ]
Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat
Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung
Anak didik kini mada-mada..................!
Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar
Lai ndak adoh nan coret baju..................?
Nilai UN masih Meragukan
Baa baitu, caliak kunci tu.............................?