Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 14:07:41 WIB
NASIONAL

Foke Resmikan SMK 1 Muhammadiyah

Warga dan Gubernur DKI Peduli Minang

Padang Ekspres • Rabu, 05/09/2012 11:07 WIB • • 428 klik

Padang, Padek—Hari ini (5/9), SMK Muhammadiyah 1 Kota Pa­dang yang hancur akibat gem­pa 30 September 2009 lalu, diresmikan pemakaiannya oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syam­sud­din. Fauzi Bowo yang akrab disapa Bang Foke, dalam pe­res­mian itu kapasitasnya sebagai wakil masyarakat dan pe­me­rin­tah DKI Jakarta yang telah mem­bantu pembangunan se­kolah te­rsebut dengan dana Rp 6,3 mi­liar.

 

Kepala SMK Mu­ham­ma­di­yah 1 Padang, Amrizal Can me­ngu­ngkapkan rasa terima ka­sih­nya atas bantuan masyarakat yang dihimpun Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo. Dari bantuan senilai Rp 6,3 miliar tersebut, berhasil dibangun gedung leter L tiga lantai yang memiliki 21 ruang kelas dan praktik siswa SMK Muhammadiyah 1 Padang.

 

“Kalau tidak ada bantuan dari DKI Jakarta ini, entah ka­pan Muhammadiyah selesai membangun kembali sekolah yang hancur akibat gempa 2009 lalu ini,” ungkap Amrizal.

 

Selain pembangunan se­ko­lah, kata Amrizal, tim dari Pem­prov DKI juga berencana mem­bantu pengadaan mobiler se­kolah. “Sebelum ini, sudah ada pembicaraan antara pihak se­kolah dengan tim dari Pemprov DKI Jakarta soal itu. Semoga ini bisa terealisasi,” harapnya.

 

 Untuk peningkatan mutu pendidikan, Amrizal pun ber­harap, ada pihak-pihak lainnya yang bersedia membantu me­le­ngkapi alat-alat praktik siswa di sekolah ini.

 

Sementara itu, Ketua Pim­pinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar, Dasril Ilyas juga me­ngungkapkan terima ka­sihnya terhadap masyarakat DKI Ja­karta dan Fauzi Bowo. Dewan Pen­didikan Muhammadiyah Sumbar pun bisa men­gang­gar­kan dana yang dimilikinya untuk peningkatan mutu pendidikan se­perti membuat bengkel kerja (workshop), dan unit usaha seperti penjualan spare part serta aksesoris kendaraan. Se­dangkan jangka panjang, siswa juga akan diarahkan membuat kapal-kapal nelayan sederhana, karena Sumbar kaya potensi bidang kelautan.

 

Pada peresmian sekolah ini, selain Fauzi Bowo dan Din Syamsuddin, hadir sesepuh Minang Azwar Anas, tokoh Minang di DKI Jakarta seperti Deputi Pemprov DKI/ mantan Wali Kota Jakarta Selatan Syah­rul Effendi, Kepala Badan Pe­nge­lolaan Keuangan Daerah (BP­KD) DKI Jakarta Sukri Bey, Ketua Gebu Minang dan Ketua Bako IKM.

 

Dari Sumbar hadir Gu­ber­nur Irwan Prayitno, Wali Kota Padang Fauzi Bahar, Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, Bupati Tanahdatar Shadiq Pasadigoe, dan Bupati Dharmasraya Adi Gunawan, serta sejumlah tokoh Minang lainnya.

 

Syukri Bey, tokoh Sumbar yang dipercaya Fauzi Bowo menduduki jabatan strategis di Pemprov DKI menjelaskan, bantuan pembangunan kembali SMK Muhammadiyah 1 Padang, merupakan bentuk kepedulian masyarakat dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo terhadap Ranah Minang yang tertimpa musibah gempa 30 September 2009. “Bantuan ini merupakan kelanjutan bantuan masyarakat dan Pemprov DKI, setelah me­lalui analisa tim yang dipimpin bapak Fauzi Bowo. Sebelum ini, DKI juga membantu sekolah dan masjid yang rusak akibat gempa di Padangpaariaman,” kata tokoh yang sempat akan diusung menjadi calon wali kota pada pemilihan wali kota Pa­ya­kumbuh Juli lalu ini.

 

Syukri Bey yang juga Ketua Ikatan Koto Nan Ompek DKI Jakarta itu mengungkapkan, bantuan yang diserahkan Fauzi Bowo ke Sumbar didasarkan pertimbangan kedekatan emo­sional dan penghargaan ter­hadap sekitar 700 ribu lebih warga Minang yang ikut mem­berikan kontribusinya dalam pembangunan ibu kota negara selama ini.

 

Terpenting lagi, kata Syukri Bey, sekolah tersebut memiliki manfaat jangka panjang untuk kemajuan pendidikan di Sum­bar.

 

“Hubungan Pemprov DKI dengan Sumbar tidak bisa dipi­sahkan. Tidak hanya dalam urusan pemerintahan, tapi juga ikatan emosional mas­ya­rakat­nya,” beber Syukri Bey.

 

Sekadar diketahui, bantuan dari DKI Jakarta untuk pem­ba­ngunan SMK Muhammadiyah 1 Padang senilai Rp 6,3 miliar telah diserahkan pada 23 Maret 2011 lalu di Balai Agung Pem­prov DKI Jakarta. Saat penye­rahan itu, hadir Patrialis Akbar, tokoh Minang yang saat itu menjabat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Gu­bernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, Syahrul Effendi yang saat itu menjabat Wali Kota Jakarta Selatan, Pimpinan Dae­rah Muhammadiyah Kota Pa­dang, Alidinar Nurdin.

 

Menurut Fauzi Bowo, ban­tuan itu bukan berasal dari APBD DKI Jakarta. “Dana ban­tuan Rp 6,3 miliar lebih ini diperoleh dari berbagai sum­bangan masyarakat DKI Jakarta dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di ling­kungan Pemprov DKI Ja­karta,” kata Fauzi Bowo.

 

Bantuan dihimpun Panitia Penanggulangan Bencana Alam yang dibentuk khusus oleh Fauzi Bowo pascagempa Sumbar 20­09, dengan membuka reke­ning di Bank DKI Jakarta. Selain bantuan rehabilitasi dan re­kon­struksi, pada masa tanggap darurat Fauzi Bowo juga mengi­rimkan tim relawan dan bantuan berupa barang sebanyak 12 truk yang langsung diserahkan ke posko-posko penanggulangan bencana di Sumbar. Kemudian, membantu SD dan masjid yang rusak akibat gempa di Ka­bu­paten Padangpariaman. (esg/ek/fas)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!