Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 03:54:21 WIB
PRO SUMBAR

Mantan Kabid Dikdas Pasaman Barat Ditahan

Padang Ekspres • Selasa, 04/09/2012 13:38 WIB • • 1099 klik

Pasbar, Padek—Setelah dila­ku­kan pemeriksaan secara ma­ra­ton. Akhirnya, Iqbal mantan Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Pem­kab Pasaman Barat (Pas­bar) ditahan Kejaksaan Negeri Sim­pangampek  sekitar pukul 11.00 WIB Senin, (03/9). Iqbal yang sudah dijadikan tersangka ter­seret kasus dugaan korupsi de­ngan kerugian senilai Rp100 juta lebih.

 

”Ya, benar Iqbal  sudah kita tahan dan saat ini telah dikirim dengan mobil kejaksaan untuk dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Talu. Tujuannya untuk memudahkan pemeriksaan dan proses hukum,” kata Kajari Simpangampek, Idianto, melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus)  Erman Syafrudianto kepada Padang Ekspres di Sim­pang­ampek, Senin (3/9).

 

Dijelaskan, sebelumnya Iq­bal sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak sekitar Februari 2012 lalu. Iqbal terseret kasus pungutan liar terhadap guru-guru SD yang mengambil kuliah penyetaraan di Universitas Bung Hatta (UBH) yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pas­bar. Akibat perbuatannya itu, ia akan dijerat dengan Undang-Undang Korupsi dengan me­nyalahgunakan wewenang.

 

Penahanan Iqbal itu sesuai surat Print nomor: 824/N.3.23/Fd.1/08/2012, tanggal 3 September tahun 2012. Iqbal dita­han setelah dilakukan penetapan tersangka dan telah dilakukan pemeriksaan rutin dan meminta keterangan saksi-saksi. Sebe­lumnya Safrida seorang guru Taman Kanak-Kanak di Keca­matan Kinali juga sudah dija­dikan sebagai tersangka, tapi belum ditahan. ”Kita lihat sajalah nanti hasil pengembangannya. Yang jelas tersangka lain akan kita tahan sesuai dengan atu­ran,” terang panggilan Rudi ini.

 

Menurutnya, kedua ter­sang­ka akan dijerat pasal 12 f UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak pidana Korupsi. Dua tersangka itu diancam dengan penjara minimal 4 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Karena kedua tersangka telah melakukan pemerasan 75 ma­hasiswa. Sebelumnya telah dila­kukan pemanggilan terhadap saksi berjumlah 80 orang lebih termasuk pihak dari UBH dan Dinas Pendidikan Pasbar.

 

Seperti diberitakan Padang Ekspres sebelumnya, kedua tersangka ini telah menjalani pemeriksaan di Kejaksanaan Negeri Simpangampek. Selain itu, mantan Kepala Dinas Pen­didikan, Hendri Satriawan dan mantan Sekretaris Dinas Pen­didikan, Ramli termasuk 6 orang guru berinisial ”D”, ”NR”, P”, ”HG”, ”NE” dan ”DL” yang men­jadi korban pemerasan juga telah diperiksa. Pemanggilan para saksi ini untuk menguatkan laporan yang mereka laporkan ke Kejaksaan Negeri Sim­pang­am­pek. Kuat dugaan, tersangka ini te­lah menyalahgunakan jaba­tan­nya untuk memeras para korban.

 

Adapun modus dugaan pung­li itu adalah dengan cara meminta sejumlah uang kepada guru yang merupakan calon mahasiswa agar bisa diterima sebagai mahasiswa di UBH Padang. Jumlah uang yang di­minta untuk bisa lulus (uang suntik)  masing-masing sebesar Rp 1,5 juta per orang.

 

Belum lagi uang untuk me­ngantar pendaftaran sebesar Rp100 ribu per orang, kemudian uang untuk monitoring pejabat dikdas dan uang saku sebesar Rp20 ribu per orang/minggu. Uang jilid sebesar Rp25 ribu per orang. Transaksi penyerahan uang tersebut dilakukan di kan­tor Dinas Pendidikan Pasbar pada hari Sabtu atau di luar jam kantor. Kasus ini baru terkuak saat dilakukannya sosialisasi yang dihadiri ”I” dan dosen UBH, Henrizal, Febriyeni, Khai­rul, dan Nurhaini pada Juli 2011 di TK Pertiwi Padang Tujuah, Kecamatan Pasaman.

 

Seharusnya masing-masin guru membayar uang semester Rp 2.450.000 per orang, biaya pendaftaran Rp 150 ribu per orang dan penilaian portopolio Rp 150 ribu. Men­dengar hal itu, membuat kaget guru dan dosen. Para dosen itu mengatakan kalau mereka telah dibiayai UBH dan tidak perlu uang saku atau uang sejenis lainnya. (roy)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!