Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 17:22:34 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Lima Puluh Kota

Tambang Batu Bara Dipertanyakan

Beroperasi di Kawasan Hutan Lindung

Padang Ekspres • Berita Kriminal • Sabtu, 01/09/2012 11:40 WIB • FAJAR RILLAH VESKY • 1045 klik

Limapuluhkota, Padek—Izin tambang batu bara di nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX di pertanyakan. Pa­sal­nya, eksploitasi diduga be­rada di kawasan hutan lin­dung.

 

”Izinnya harus dari Ke­men­trian Kehutanan, jika dae­rah mengeluarkan izinnya akan berdampak hukum. Bah­kan dikhawatirkan bisa lebih fa­tal hingga ke ranah pidana,” ujar aktifis Forum Peduli Luak Limopuluah, Yudilfan Habib kepada Padang Ekspres bebe­ra­pa waktu lalu.

 

Menurut Habib, sebe­nar­nya adanya tambang batu bara di Kabupaten Limapuluh Kota tidak membawa dampak po­sitif sebagai salah satu sumber pe­masukan bagi daerah. Sebab yang akan menikmati hasilnya, selain investor adalah pe­me­rin­tahan pusat. Sehingga Li­ma­puluh Kota hanya akan menjadi tempat yang hu­tan­nya dirusak untuk keperluan tambang.

 

”Daerah tidak akan men­da­pat apa-apa dengan adanya pe­rusahan tambang di wi­la­yah­nya. Sementara hutan yang merupakan paru-paru dunia mau tidak mau harus ditebang untuk melakukan eksploitasi. Hal ini sangat berdampak buruk untuk kelestarian ling­ku­ngan di masa mendatang,” tegasnya.

 

Lalu, seperti apa kondisi ideal untuk pengelolaan tam­bang di daerah seharusnnya? Me­nurut Habib, tambang bisa dikelola melalui tambang rak­yat. Namun memang harus diajarkan kepada masyarakat yang akan menambang bagai­ma­na cara penambangan yang aman. Sehingga masyarakat tidak lagi menjual tanahnya atau hanya menyerahkannya kepada investor untuk me­nge­lolanya.

 

Meski di balik adanya eks­ploi­tasi tersebut memiliki dam­pak positif terhadap inf­ra­struk jalan di kawasan itu, dan akan dimanfaatkan oleh ma­syara­kat hingga terbebas dari isolasi, namun menurut Habib dampaknya belum seimbang. Sebab, berapa banyak hutan yang harus hilang dengan kondisi tersebut.

 

”Tentunya yang akan me­ne­rima untung besar dari ke­ka­yaan alam yang dimiliki bukan daerah. Sementara ma­sya­rakat tetap miskin tidak bisa menjadi lebih sejahtera dengan adanya kekayaan alam yang dimiliki, di tambah lagi kerusakan hutan yang tidak bisa dibendung,” jelas­nnya.

 

Berdasarkab data Dinas Kehutanan dan ESDM Li­ma­puluh Kota, tambang batu bara yang ada di Kabupaten Lima­pu­luh Kota, hanya ter­dapat di tiga daerah; Nagari Galugua dan Nagari Koto Lamo, Ke­ca­matan Kapur IX, serta di Na­gari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru.

 

Hanya saja, Kepala Dinas Kehutanan dan ESDM Kabu­pa­ten Limapuluh Kota, Des­wan Putra menyebutkan, tam­bang yang masih produktif saat ini di Nagari Galugua. Sementara yang di Nagari Koto Lamo dan Manggilang pro­duk­sinya sedikit.

 

 ”Sekarang tambang batu bara yang di na­gari Galugua sedang me­la­ku­kan perpan­ja­ngan izinnya di ke­hutanan,” jelasnya. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!