Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 12:44:19 WIB
PRO SUMBAR

Pengolahan Minyak Nilam

Sayangnya Petani belum Punya Alat Suling Modern

Padang Ekspres • Sabtu, 07/05/2011 13:59 WIB • eri mardinal • 2777 klik

Potensi Pasbar: Tanaman nilam menjadi produk unggulan Pasbar. Saat ini, pemkab f

Ramlan, salah seorang pedagang pengumpul dan petani minyak nilam di Pasbar mengatakan, tanaman nilam memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan. Bayangkan saja, 1 Kg minyak nilam dihargai Rp350 ribu.


Sebelum terjadi krisis ekonomi, harga minyak nilam dulunya mencapai Rp1 juta per kilogramnya. Seiring perkembangan harga di pasaran, harga nilam kembali berangsur naik.


Selain harga jual minyak nilam yang cukup tinggi, proses pengolahannya pun terbilang mudah. Tak hanya itu, proses pemasarannya juga mudah dilakukan, karena para pedagang pengumpul akan mendatangi langsung petani nilam.


“Tanaman nilam ini memiliki prospek yang cerah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena penjualannya cukup menjanjikan,” katanya.
Selama ini, perkembangan usaha minyak nilam di Pasbar masih tergolong sederhana. Salah satu kendala yang dihadapi para petani nilam adalah tidak tersedianya alat suling yang modern guna membantu mereka untuk meningkatkan kualitas minyak nilam.


Selama ini, alat penyulingan nilam yang ada masih tergolong tradisional. Mereka belum memiliki mesin penyulingan minyak yang modern, sehingga produksi minyak nilam yang dihasilkan pun sedikit. Sebaliknya, jika menggunakan mesin penyulingan yang modern, jumlah produksi minyak nilam yang dihasilkan bakal lebih banyak.
Selain itu, pengolahan secara tradisional juga berdampak pada kualitas minyak nilam yang dihasilkan. Warnanya pun berwarna kemerah-merahan, sehingga harga jualnya pun menjadi rendah.


Dia menjelaskan, tanaman nilam bisa ditumpangsarikan dengan tanaman lain seperti jagung, dan tanaman lainnya. Satu hectare tanaman nilam, bisa menghasilkan minyak nilam sekitar 500-600 liter. Kondisi lahan dan cuaca, membuat tanaman nilam ini sangat cocok dikembangkan di Pasbar.
Meski prospek tanaman nilam sangat menggiurkan, namun belum membaiknya harga minyak nilam di pasaran membuat petani enggan mengembangkan tanaman ini. Bahkan para petani cenderung beralih ke tanaman kelapa sawit dan jagung.


Ini disebabkan proses menanam hingga memproduksi minyak nilam membutuhkan biaya yang besar. Biaya pemeliharaan tanaman tersebut tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.


“Karena itu, hasil minyak nilam di Pasbar cenderung stagnan, bahkan turun. Ini disebabkan lahan yang digunakan untuk tanaman nilam banyak yang dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan sawit dan jagung,” jelasnya.


Untuk menyikapi hal ini, ia berharap pemkab dapat menggairahkan kembali petani untuk mengembangkan tanaman nilam ini. Salah satunya, dengan memberikan bantuan alat penyulingan modern dalam rangka meningkatkan produksi minyak nilam dan juga melalui progam pemberian bibit nilam gratis kepada masyarakat.
“Dengan upaya seperti ini, saya yakin petani nilam akan bergairah lagi dalam mengelola tanaman nilam sehingga Pasbar bisa menjadi penghasil nilam terbesar di Sumbar atau bahkan di Indonesia,” harapnya. (***)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Rabu, 21/03/2012 - Jam 09:47 WIB
klo boleh tanya berapa harga gelas ukur,bejana penyaring,kain penyaring,
Dari : Herman
Kamis, 23/02/2012 - Jam 20:41 WIB
Berapa harga nilam sekarang
Selasa, 21/02/2012 - Jam 21:56 WIB
kami menyediakan mesin destilasi / penyulingan kap.100kg sistem presto harga 25 jt. sistem boiler harga 27 jt pendingin sistem kondensasi. kunjungi situs kami www.globalmesin.com atau hub.firda 087756588799
Selasa, 31/01/2012 - Jam 18:31 WIB
Kami menyediakan peralatan suling semi outomatis, rendement minimum 2.5% sebagai jaminan dan biaya bahan bakar hanya Rp 15 ribu /liter minyak nilam yang di hasilkan. harga alat kami Rp 240 juta untuk kapasitas 200 kg nilam kering/sekali suling
Tidak perlu DP, kalau terbukti silahkan anda bayar.
Silahkan Hubungi No HP kami: 081281376696 GTS

Salam Merdeka untuk Seluruh bangsa indonesia yang sabar dan tetap jaya.
Dari : Aryo
Sabtu, 06/08/2011 - Jam 23:46 WIB
Mohon bagi yang mengetahui pengumpul atau penadah nilam di wilayah Riau kasih tau alamatnya ya... Maklum saya juga pemula dlm usaha ini, thanks sblmnya !


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!