Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 20:04:04 WIB
NASIONAL

2013, CPNS Umum Dihapus

Tahun Ini, Formasi Umum 11.552

Padang Ekspres • Rabu, 29/08/2012 11:06 WIB • • 10259 klik

-

Jakarta, Padek—Para calon sarjana yang sudah ancang-ancang untuk mengikuti tes calon pengawai negeri sipil (CPNS) baru periode 2013, terpaksa harus bersabar. Pasalnya, pemerintah pusat mengisyaratkan tahun depan tidak ada tes CPNS baru untuk pelamar umum.

 

Sekretaris Kementerian Penda­yagunaan Aparatur Negara dan Refor­­masi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Tas­­dik Kinanto di Jakarta kema­rin (28/8) mengatakan, kepastian soal ke­bijakan rekrutmen CPNS baru ta­hun depan memang belum dipu­tuskan secara resmi.

 

”Tapi kemungkinan besar me­mang tidak ada alokasi CPNS baru un­tuk pelamar umum,” kata dia. Sebab, ta­hun depan Kemen PAN-RB ber­upa­ya mengentaskan tunggakan pen­gang­­katan tenaga honorer Kategori II (K II) atau yang tidak digaji dari APBN atau APBD.

 

Tasdik mengatakan jumlah tenaga ho­norer K II ini lumayan besar, men­capai 600 ribu orang. Jika tidak segera di­angkat, mereka akan terus menagih dan membuat pemerintah tidak bisa bekerja untuk uru­san lain­nya. ”Jadi mereka kita prio­ritas­kan dulu,” kata dia.

 

Sistem pengangkatan tena­ga honorer K II ini berbeda dengan pengangkatan tenaga honorer Kategori I (digaji APBN atau APBD). Seperti di­ke­tahui, akhir tahun ini te­naga ho­norer K I akan diang­kat lang­sung tanpa tes. Sedangkan un­tuk pengang­ka­tan tenaga ho­norer K II wajib di­l­akukan de­ngan tes tulis. Tas­dik me­ngatakan, tes tulis ini mi­rip de­ngan tes CPNS baru pe­la­mar umum yang akan dijalan­kan 8 September mendatang.

 

Tasdik menjelaskan, dalam tes tulis nanti tidak semua te­naga ho­no­rer K II ini diang­kat menja­di CPNS. Tetapi jumlah te­naga ho­­norer K II yang di­ang­kat nan­ti­nya disesuaikan de­ngan ke­kua­tan APBN 2013 yang akan disah­kan beberapa bu­lan lagi. Tasdik be­lum bisa me­ngatakan secara pas­ti jum­lah tenaga honorer K II yang akan diangkat menjadi CPNS tahun depan.

 

Secara teknis pembuatan soal untuk seleksi ini, terangnya, tetap digarap konsorsium 10 PTN yang diketuai UGM Yogya­kar­ta. Standar kesulitan soal ma­sih disembunyikan oleh tim dari kon­sorsium ini. “Intinya, jika be­lajar dengan sungguh-sungguh, insya Allah bisa mengerjakan soal,” ucap Tasdik.

 

Tasdik menegaskan, tidak adanya kuota CPNS baru dari pe­­lamar umum bukan berarti ma­sa moratorium rekrutmen CPNS baru diperpanjang. Masa m­o­­ratorium CPNS baru akan ber­­akhir akhir tahun ini. Sehing­ga pada 2013, seluruh instansi pu­sat dan daerah berhak me­min­ta kuota CPNS baru.

 

”Tetapi itu tadi, prioritas kami adalah mengangkat tenaga ho­norer K II dulu,” ucap dia. Per­hitungan dari Kemen PAN-RB, lo­wongnya kursi PNS yang di­ting­gal pegawainya pensiun, bisa ditambal dengan rekrutmen CPNS baru dari gelombang te­naga honorer K II itu.

 

Butuh 11.552 CPNS

 

Khusus tahun ini, menurut Tas­dik, sebanyak 41 instansi akan membuka tes CPNS dari ja­­­lur umum. Ditawarkan un­tuk me­­­­ngisi kebutuhan 11.552 CPNS, yang terdiri dari 8.815 CPNS instansi pusat, dan 2.737 pe­m­­da. Penerimaan jalur umum ini menambah jumlah CPNS yang diterima dari jalur kedi­na­san.

 

CPNS dari pendidikan ke­di­­na­san tahun 2012 ini terca­tat sebanyak 4.219 orang. Se­mua­nya tersebar di tujuh ins­tan­s­i, yakni Kementerian Da­lam Negeri 1.494 orang, Ke­men­terian Keuangan 1.607 orang, Setjen BPK 80 orang, BPS 273 orang, BIN 59 orang, BPKP 510 orang, dan BMKG se­banyak 196 orang.

 

”Tadinya ada 48 instansi pu­sat dan daerah yang akan me­rekrut 14.590 CPNS dari ja­lur pelamar umum, dan 4.129 dari ikatan kedinasan. Tapi ke­mu­dian Kemenko Polhu­kam menunda pelaksanaan re­krut­men, dan empat pemda yak­ni K­a­bupaten Labuhan Ba­tu Se­la­tan, Kota Surabaya, Kota Si­bol­ga, dan Kabupaten Lab­­u­han Batu Utara juga menun­da­nya,” jelas Tasdik.

 

Sebenarnya, lanjutnya, ta­hun ini sebanyak 22 K/L mela­kukan rekrutmen CPNS, namun dua instansi di anta­ranya, yakni Ke­menterian Dalam negeri dan Ba­dan Intelejen Negara (BIN)  tidak menerima CPNS dari pe­lamar umum, tetapi hanya dari pendidikan kedinasan. Instansi lain yang juga menerima CPNS dari pendidikan kedinasan anta­ra lain Kementerian Keuangan, Set­jen BPK, BPS, BPKP, serta BMKG. Namun kelima instansi itu juga merekrut CPNS dari ja­lur pelamar umum. “Untuk ik­a­tan dinas sudah langsung di­angkat CPNS. Sedangkan pe­lamar umum harus lewat rang­kaian seleksi dulu,” ujarnya.

 

Minat Menurun

 

Di sisi lain, Tasdik juga mengungkapkan bahwa minat pe­merintah daerah merekrut CPNS baru tahun ini mulai ber­kurang. Dari kuota yang di­siap­kan pemerintah untuk CPNS dari instansi pemda seba­nyak 2.737 orang, hanya terisi 2.344. “Kuota untuk pemda memang ber­kurang jumlahnya. Karena ter­dapat empat pemda urung melakukan rekrutmen tahun ini, sehingga jumlahnya berkurang 393 orang,” ujar Tasdik.

 

Dengan berkurangnya jum­lah tersebut, lanjutnya, lowo­ngan CPNS untuk pemda tinggal 2.344 orang, sehingga pene­ri­maan CPNS dari jalur pelamar umum tahun ini hanya 11.159 orang. Padahal, kata Tasdik, se­mula pemerintah telah me­ngalokasikan tambahan for­masi CPNS tahun 2012 ini untuk sekitar 130 ribu CPNS.

 

Hal itu tak lepas dari kebi­ja­kan moratorium yang me­wajib­kan setiap instansi me­ngajukan per­mohonan CPNS untuk me­menuhi berbagai persyaratan. Antara lain harus melakukan ana­lisa jabatan dan analisa be­ban kerja. “Kalaupun sudah mem­buat analisa jabatan, Ke­men PAN-RB masih akan me­la­­ku­kan verifikasi, lolos tidak­nya ana­lisis tersebut,” te­rangnya.

 

Syarat lainnya, anggaran be­lanja pegawai untuk pemda ti­dak boleh lebih dari 50 persen APBD. “Syarat-syarat tersebut ma­sih akan tetap diberlakukan un­tuk tahun-tahun mendatang, mes­kipun moratoriom sudah se­lesai,” tandasnya. (wan/esy/jpnn)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!