Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 22:59:27 WIB
INTERNASIONAL

Pembantaian Baru di Dekat Damaskus

Tentara Assad Eksekusi 200 Warga di Daraya

Padang Ekspres • Senin, 27/08/2012 13:39 WIB • • 714 klik

Damaskus, Padek—Korban dalam kekerasan politik dan perang saudara di Syria masih terus berjatuhan. Mayat dari sedikitnya 200 warga dite­mu­kan di sebuah kota kecil dekat Damaskus Sabtu lalu (25/8). Para aktivis menyebut bahwa sebagian besar di antara me­reka sepertinya dibantai oleh para tentara rezim Pre­siden Bashar al-Assad dengan cara dieksekusi atau sengaja ditem­bak mati dari jarak dekat.

 

Pembantaian di Darayya, sekitar 8 km barat daya ibu kota, itu adalah tragedi terbaru di tengah perang yang ber­kecamuk di Syria. Se­be­lum­nya, tentara rezim Assad juga dilaporkan membantai 108 warga sipil di Houla, utara Kota Homs, sekitar 160 km utara Damaskus, pada 25 Mei lalu. Mayoritas korban jiwa saat itu adalah perempuan dan anak-anak. PBB mengecam pembantaian itu setelah tim­nya langsung turun untuk melakukan investigasi. 

 

Tragedi baru di Darayya, Pro­vinsi Rif Dimashq, itu juga menjadi bukti bahwa rezim Assad menempuh segala cara dalam mempertahankan ke­kua­saan dan menindas warga yang mendukung oposisi.

 

Abu Kinan, seorang aktivis di Daraya, mengungkapkan bahwa sebagian besar korban tewas ditemukan di rumah-rumah dan ruang bawah tanah sejumlah bangunan. Mereka ditembak mati tentara yang melakukan operasi dan razia dari rumah ke rumah. Laporan itu belum bisa diverifikasi secara independen karena tidak ada akses bagi media asing untuk masuk ke Syria.

 

Namun, aktivis me­ngu­ng­gah video yang menunjukkan se­jumlah gambar korban dan lokasi pembantaian. "Dalam beberapa jam terakhir, 122 mayat ditemukan. Sekitar 20-an orang sepertinya tewas ditembak penembak jitu. Se­bagian lain dieksekusi de­ngan ditembak dari jarak dekat," ungkap Kinan. "Tentara Assad telah melakukan pembantaian di Darayya," tegasnya.

 

Aktivis dari Komite Ko­ordinasi Lokal (LCC) Darayya me­maparkan bahwa di antara para korban tewas, ditemukan delapan orang anggota ke­luarga al-Qassaa yang ditem­bak pada bagian kepala. Me­reka terdiri dari tiga bocah, ayah dan ibu, serta tiga ang­gota keluarga lainnya. Ma­yat mereka ditemukan di sebuah bangunan dekat Mas­jid Mussab bin Umeir, Da­rayya.

 

Video lain yang dirilis ak­tivis memperlihatkan sejum­lah mayat pria muda dile­tak­kan secara berjajar di Masjid Abu Suleiman al-Darani. Ke­banyakan di antara mereka seperti ditembak di kepala dan dada. "Ini pembantaian," seru pria yang merekamnya dalam video. "Anda menyaksikan aksi keji pasukan Assad pada warga Darayya. Lebih dari 150 je­nazah dibaringkan di lantai masjid ini," serunya.

 

Mohammad Hur, aktivis lain di Darayya menyebutkan bahwa 36 jenazah remaja pria ditemukan kemarin pagi di sebuah gedung bersama se­jum­lah orang lain yang ter­luka parah. Namun, mereka tidak bisa dilarikan ke rumah sakit karena penjagaan ketat tentara pemerintah. "Kami masih me­ng­iden­tifikasi jenazah dan me­mas­tikan penyebab ke­ma­tian me­reka. Bukti-bukti awal me­nunjukkan bahwa sebagian besar di antara mereka ditem­bak dari jarak dekat pada bagian wajah, leher, dan ke­pala. Mereka seperti sengaja dieksekusi," papar Hur lewat telepon. "Sejumlah pe­rem­puan dari dua keluarga men­ceritakan bahwa tentara me­nem­bak mati saudara laki-laki mereka di depan mata me­reka," tambahnya.

 

Serangan atas Darayya men­­jadi bagian dari kampanye tentara Assad dalam merebut kembali kontrol atas wilayah-wilayah pinggiran ibu kota. Kota berpenduduk sekitar 260 ribu jiwa dilaporkan menjadi salah satu wilayah kantong oposisi di sekitar Damaskus.

 

Menurut Syrian Observatory for Human Rights (SO­HR), pembantaian itu me­nam­bah jumlah korban jiwa di Darayya. Lembaga pemantau yang berpusat di Inggris itu menyebut bahwa sedikitnya 320 orang telah tewas di Da­rayya dalam lima hari terakhir akibat serangan pasukan rezim Assad.

 

"Tentara rezim kini telah beralih fungsi menjadi tentara pendudukan yang memerangi rakyat Syria. Mereka coba menghancurkan permukiman dan warganya," cetus LCC. "Sedangkan milisi shabiha (milisi bersenjata pro-Assad) telah ditransformasikan men­jadi mesin pembunuh yang mengancam nyawa rakyat dan masa depan kami," lanjut or­ganisasi aktivis oposisi di Syria tersebut.

 

Eskalasi kekerasan di Syria juga belum berhenti. Aktivis oposisi melaporkan bahwa lebih dari 440 orang tewas di seantero negeri itu dalam bentrok antara pejuang oposisi dan tentara loyalis Assad pada Sabtu lalu. Itu adalah korban jiwa terbesar dalam sehari selama revolusi anti-Assad sejak 18 bulan lalu.

 

Dini hari kemarin (26/8) sembilan mayat ditemukan lagi di Darayya. Menurut LCC, sedikitnya 25 orang tewas di seantero Syria kemarin.

 

Pemerintahan Assad ber­dalih lain soal pembantaian di Darayya. "Angkatan bersenjata telah membersihkan kota di pinggiran Damaskus dari para teroris. Tentara berhasil men­yingkirkan sejumlah besar mereka," kata kantor berita Syrian Arab News Agency (SA­NA) mengutip keterangan pejabat pemerintah.

 

Sementara itu, untuk kali pertama sejak sebulan lalu, Wakil Presiden (Wapres) Fa­rouq al-Sharaa tampil di depan kemarin (26/8). Kemunculan Sharaa sekaligus menjawab kabar bahwa dirinya berupaya membelot ke Jordania dan di­jatuhi sanksi tahanan ru­mah.

 

Sharaa kemarin menerima kun­jungan Ketua Komisi Ke­bijakan Luar Negeri Parlemen Iran Alaeddin Boroujerdi di kantornya di Damaskus. Dia kali terakhir muncul di depan publik saat menghadiri upa­cara pemakaman para peja­bat Syria yang tewas akibat sera­ng­an bom pada 18 Juli lalu. 

 

Spekulasi merebak sejak pekan lalu bahwa Sharaa, yang juga pejabat tertinggi Muslim Sunni dalam pemerintahan Assad, dilaporkan oleh oposisi berupaya membelot. Rezim Assad digoyang oleh pem­be­lotan sejumlah pejabat penting pe­merintahannya. Antara lain, mantan Perdana Menteri (PM) Riyad Farid Hijab; dan Jen­deral Manaf Tlass, teman masa kecil sang presiden.

 

Pemerintah Jordania dan kantor Sharaa telah mem­bantah isu pembangkangan tersebut.

 

Wartawan pun men­yak­sikan langsung kemarin saat Sharaa keluar dari mo­bil­nya dan menuju kantornya untuk bertemu dengan Bo­rou­jerdi. (AFP/AP/RTR/CNN/cak/dwi)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!