Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 16:56:25 WIB
RAKYAT SUMBAR

29 Tewas di Jalan Raya

Kecelakaan Mudik Meningkat Dibanding 2011

Padang Ekspres • Jumat, 24/08/2012 11:44 WIB • TIM PADEK • 998 klik

Padang, Padek—Sedikitnya 29 orang tewas sia-sia di jalan raya sejak 11-22 Agustus 2012. Dalam 10 hari ini terjadi 118 kasus kecelakaan yang menyebabkan 29 orang me­ning­gal dunia, luka berat 87 orang dan luka ringan 127 orang. Angka itu meningkat dari tahun 2011 sebanyak 70 kasus kecelakaan dan jumlah korban meninggal dunia 26 orang.

 

Dirlantas Polda Sumbar Kom­bes, Ibnu Istischa me­nga­takan, data di atas dirangkum sejak 11 Agustus hingga 22 Agustus. Jika kecelakaan meningkat, jumlah pelanggaran lalu lintas justru turun dari 1.153 pada tahun 2011 menjadi 928 pada tahun 2012.

 

Data Ditlantas menunjukkan, se­peda motor paling banyak pe­lang­garan, 637 pelanggaran. Di­susul mobil pribadi 119 pe­lang­garan, mobil barang 81 pelang­ga­ran, dan bus 11 pelanggaran.

 

“Umumnya pelanggarannya tidak memakai helm dan pe­ngen­dara mobil yang tidak memakai safety belt (sabuk pengaman),”  ujar Ibnu didampingi Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Sumbar Kompol Yanuardi.

 

Sama seperti tahun-tahun se­be­lumnya. Kemacetan terjadi di jalur Padang-Payakumbuh. Terparah dari Padangpanjang menuju Bu­kit­tinggi dan sebaliknya. Ibnu me­ngu­ngkapkan, kemacetan total sempat terjadi di kawasan Danau Maninjau karena ada mobil rusak di pen­dakian.

 

“Memang ada peningkatan arus kendaraan ke arah sana (Maninjau, red). Mungkin karena kepadatan di kawasan Singkarak dan Bukit­tinggi, banyak pemudik yang memilih jalan-jalan ke ka­wa­san Maninjau, tahun depan kita akan tingkatkan jumlah ang­gota yang melakukan pe­nga­wasan di kawasan tersebut,” je­lasnya.

 

Dari Posko Operasi Ketupat 2012 Polda Sumbar terungkap pelanggaran paling banyak dila­ku­kan pengendara berusia 21-25 tahun sebanyak 201 kali. Ke­mu­dian, 26-30 tahun 173 pe­lang­garan dan 16-20 tahun 170 pelanggaran.

 

Data tahun 2011, terjadi 90 kecelakaan lalu-lintas di Sumbar selama arus mudik. Ketika itu,  26 orang meninggal dunia, luka berat 47 orang, dan luka ringan 80 orang, dan kerugian materil Rp 363 juta.

 

Sedangkan catatan posko pada tahun 2010, jumlah kece­la­kaan mencapai 94 peristiwa. Dengan korban meninggal du­nia 21 orang, luka berat 36 orang dan luka ringan 92 orang, kerugian ditaksir mencapai Rp 159 juta.

 

Kepala Biro Operasional Polda Sumbar Kombes Suwardi menjelaskan, kecelakaan paling banyak terjadi pada kendaraan roda dua karena masyarakat memilih memakai kendaraan roda dua dibandingkan ang­ku­tan umum. “Memang lebih eko­nomis dan efektif, tetapi, risi­ko­nya lebih besar. ujarnya.

 

Suwardi menjelaskan, kece­lakaan tertinggi terjadi di Padang dan Padangpariaman. Di Pa­dang, terjadi 12 kasus kecelakaan hingga H-3, sementara di Pa­da­ng Pariaman sekitar 10 kasus.

 

Pihak kepolisian me­ngim­bau pemudik untuk meng­gu­na­kan jalur utama dalam per­ja­lanan. “Kalau jalan utama ada petugas mengatur lalu lintas di sana. Sedangkan di jalan per­kam­pungan, umumnya pe­ngen­dara membawa kendaraan se­enaknya,” jelasnya.

 

Pasien Membeludak

 

Pada bagian lain, RSUP M Djamil menerima pasien kece­lakaan lalu lintas sebanyak 114 korban kecelakaan lalu lintas. Jumlah kecelakaan lalu lintas, jauh lebih tinggi dibanding hari biasanya. Tapi dibanding Leba­ran tahun lalu, masih relatif ren­dah. “Kami sudah melakukan an­tisipasi sejak awal  dengan membuat tim yang bertugas melakukan penanganan ter­ha­dap pasien,” ujar Direktur Uta­ma  RSUP M Djamil Dr Aumas Pabuti, kemarin (23/8).

 

Aumas menyatakan terus berupaya  memperbaiki pela­yanan terhadap pasien yang berobat di rumah sakit pelat merah tersebut. Walau untuk perbaikan kualitas layanan da­lam mewujudkan rumah sakit ya­ng  bersih berseri, RSUP Dr M Djamil Padang masih ter­ken­dala.

 

“Kendalanya, saat ini dalam proses pembangunan sehingga sulit menatanya. Begitu juga upaya  pembenahan areal par­ker, belum dapat dilakukan karena banyaknya pedagang berjualan di RSUP Dr M Djamil. Padahal, RS bukan tempatnya ber­jualan dan harus steril. Ba­nya­knya pedagang yang ber­jua­lan di RSUP  Dr M Djamil  dapat menyebabkan infeksi pada pa­sien yang dirawat di rumah sakit,” kata Aumas yang me­nga­takan outsourcing sat­pam akan dilakukannya pada tahun depan.

 

67 Pasien di Padangpariaman

 

Jum­lah pasien yang di­ta­nga­ni RSUD Padangpariaman di Paritmalintang, tepatnya sejak H-2 dan H + 2 Lebaran me­ning­kat secara drastis. Direktur RSUD Padangpariaman H As­pinu­ddin dan Sekretaris RSUD Padangpariaman, Anesa Satria mengatakan, jumlah pasien di instalasi gawat darurat selama enam hari Lebaran  mencapai 67 orang. Di antaranya, tercatat dua orang dinyatakan meninggal dunia akibat tabrakan atau kecelakaan di jalan raya.

 

Dari jumlah tersebut, se­ba­n­yak 9 orang di antaranya harus dirujuk ke berbagai rumah sakit di Padang. Sementara 56 pasien lainnya harus menjalani rawat jalan atau rawat inap di RSUD Padangpariaman,

 

“Karena keterbatasan sa­rana, kita terpaksa meminjam 5 unit ambulans dari puskesmas terdekat terutama untuk me­nga­ngkut korban yang luka parah,” ungkap Anesa Satria Sekretaris RSUD Padangpariaman.

 

Empat Tewas di Pessel

 

Dari Pesisir Selatan, dila­porkan volume kendaraan arus mudik meningkat 25 persen dibanding tahun lalu. Pada tahun lalu, peningkatan cuma 10 persen.

 

Kasat Lantas Polres Pessel, melalui Kanit Laka Aiptu Zairul menjalaskan kemarin bahwa kasus kecelakaan sejak H-7 hingga H+4 kemarin sebanyak 12 kali. Dari jumlah ini yang meninggal dunia sebayak 4 orang dan luka ringan sebanyak 18 orang. Dari jumlah ini, total kerugian yang dialami mencapai Rp 24,5 juta. 

 

“Jumlah korban meninggal akibat kecelakaan sebanyak 4 orang dari 12 kali kasus kece­la­kaan. antaranya empat motor dengan empat pejalan kaki dan  delapan  motor dengan mobil,” jelasnya. 

 

Dua korban jiwa adalah pejalan kaki. Di antaranya Isap, 50, warga Sutera dan Samsinar, 62, warga Balai Selasa. Dua lagi Rosmiati 52, warga Tapan dan Amrus 16, warga Indrapura, me­ninggal karena tak me­ng­gu­nakan helm. 

 

Dengan tingginya volume arus mudik kendaraan sebagai mana peningkatan hingga 25 persen dibanding tahun lalu, mengharuskan petugas yang diturunkan untuk lebih ekstra lagi. Terutama pada beberapa titik yang yang dinilai rawan.

 

“Kita menurunkan  91 per­sonel. Satpol PP dan TNI juga menurunkan personel masing-masing sebanyak 20 orang. Termasuk petugas Dinas Per­hu­bungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Kesehatan pada tujuh titik rawan” terangnya.

 

3 Tewas di Padangpanjang

 

Sepanjang pengamanan Ope­­­rasi Ketupat 2012, sudah tercatat tiga kecelakaan maut se­jak 18 Agustus di Pa­da­ng­pan­jang. Tiga laka maut yang me­renggut nyawa pengendara motor itu, terjadi di Tanahdatar dan di Padangpanjang. Masing-masing di Silaiang Bawah Pa­dangpanjang, Bintungan X Koto dan Batutaba, Batipuh Selatan, Tanahdatar.

 

Kasat Lantas Polresta Pa­dangpanjang AKP Sodikin Fach­ro­zinur, menyebutkan warga Pariangan Dodi, 25, harus ke­hi­langan istrinya Rosneli, 25, setelah terjadi tabrakan be­runtun  di kawasan jalan lintas umum (jalinsum) Pa­da­ng­pan­jang-Solok, Batutaba, Rabu (22/8) sekitar pukul 15.30.

 

Dodi mengendarai motor BA 4916 ET menabrak Toyota Rush A 1512 AF yang dikemudikan Eri Hartoyo, 31, dari belakang. Setelah menghantam sisi kanan belakang mobil, kendaraan Dodi ditabrak dari balakang oleh sepeda motor BA 3808 EG.

 

“Mobil Rush berhenti men­dadak karena Avanza di de­pannya juga berhenti men­dadak. Namun Avanza tidak diketahui nomor polisinya. Se­da­ngkan sepeda motor yang menabrak Dodi dari belakang tidak diketahui identitasnya,” tutur Sodikin didampingi Kanit Laka Ipda Mairijohn.

 

Sedangkan kecelakaan maut di Bintungan X Koto antara minibus BA 2903 ZC di­ke­mu­dikan Jismaidi, 23, de­ngan motor BA 2254 ND yang dikendarai Novi Herman, 40, terjadi Selasa (21/8), sekitar pukul 14.15 WIB.

 

Novi meluncur dari arah Bukittingi tabrakan dengan angkutan umum dari arah Pa­dangpanjang. Warga Pasausang Pa­dangpanjang itu, memakan jalan saat mendahului angkutan lainnya saat menurunkan pe­num­pang. “Kendaraan Novi mengikuti Avanza yang juga mencuri jalan. Namun malang, kendaraan Novi bertemu lawan saat Avanza membanting stir ke kiri.,” tambah Mairijohn.

 

Kecelakaan maut di Pa­dang­panjang yang merenggut satpam RM Pak Datuk itu, terjadi Sabtu (19/8) sekitar pukuk 07.00. Informasi yang dihimpun, kor­ban yang bernama Suhardi, 47, mengendarai motor BA 2373 NM, berbelok hendak me­ma­suki simpang RPH di Silaiang Bawah.

 

Namun di saat bersamaan, motor BA 6562 ET yang diken­da­rai Dasrial, 33, meluncur dari arah kota, menghantam tepat di tengah kendaraan. Akibatnya, korban diduga meninggal di tem­pat kejadian peristiwa (T­KP). “Kemungkinan korban tidak menggunakan helm saat me­ngen­dara, sehingga ke­pa­lanya langsung terhempas ke aspal. Ini kita lihat dari bagian badannya yang tidak ada me­nga­lami luka serius,” ungkap Mai­rijohn.

 

Sementara Dasrial bersama istrinya hanya mengalami luka ringan. “Penanganan kasus kecelakaan kami limpahkan ke Sub Denpom karena Dasrial anggota TNI. Berikut barang bukti kedua motor,” sebut So­dikin.

 

Di Sijunjung, terjadi delapan kali kecelakaan dengan tiga orang tewas di jalan lintas Sumatera sejak 11 Agustus hingga kemarin (23/8).  Data Polres Sijunjung, mengalami kenaikan dari tahun sebe­lum­nya. “Arus mudik dan balik terbilang lancar, karena jalan-jalan sudah banyak diper­baiki,” ujar Ipda Heriadi Is­mail, Kanit Lantas Polres Si­jun­jung.

 

Di Dharmasraya, tercatat satu korban jiwa dan satu luka parah pada +3 atau Rabu di Gunungmedan setelah mobil travel Avanza oleng.  Satu lagi korban tewas karena tabrak lari adalah orang gila.

 

Kapolres Dharmasraya, AKBP Chairul Aziz didampingi Kasat Lantas Iptu Ali Rais Ndaraha mengatakan, kece­la­kaan terjadi pada malam hari, sehingga tidak ada masyarakat yang mengetahuinya.

 

Waspadai Longsor

 

Kekhawatiran masyarakat Pesisir Selatan terhadap an­ca­man bencana harus diting­kat­kan, karena tingginya curah hujan belakangan ini.

 

Kepala Badan Pe­nan­g­gu­langan Bencana Daerah (BP­BD) Pessel, Doni Gusrizal ke­pada Padang Ekspres me­ngu­ngkapkan, kondisi alam  Pessel perlu diwaspadai terutama para pemudik yang ingin kem­bali ke daerah mereka. “Di sepanjang perbukitan rawan longsor dan pohon tumbang,” ujarnya kemarin.

 

Pada hari pertama Leba­ran, Bukit Pulai, Taluakbatung dan Bukit Jalamo terjadi po­hon tumbang. Danton Pus­daop Tim SAR BPBD Pessel  Dahler mengungkapkan, kon­disi Pesisir Selatan selama li­bur Idul Fitri aman.  (ad/ayu/wrd­/n/ris/yon/n/ita/mg19)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!