Kamis, 20 Juni 2013 - 11 Sya'ban 1434 H 11:44:45 WIB
RAKYAT SUMBAR

Jalan Tembus Bonjol-Kototinggi Butuh Dukungan Provinsi

Padang Ekspres • Kamis, 16/08/2012 13:32 WIB • • 343 klik

Pasaman, Padek—Ketua Komisi I DPRD Sumbar Muz­li M Nur menggelar safari Ramadhan ke Masjid Tuanku Bandaro, Kenagarian Gang­goilia, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman. Kun­jungan ke daerah yang meru­pakan pusat gerakan paderi ini disambut antusias para jamaah masjid.

 

Muzli M Nur yang juga putra Pasaman, membuat suasana silaturahmi terasa hangat dan akrab. “Ini kun­jungan pertama tim provinsi ke masjid ini. Kami merasa gembira karena saat ini telah ada wakil kami yang pulang ke kampung halaman dan menyalurkan bantuan,” kata Ketua Pengurus Masjid Tuang­ku Bandaro Syurkani DT Bandaro.

 

Muzli M Nur merupakan anggota DPRD Pasaman dua periode. Pada Pemilu 2009, dia terpilih sebagai anggota DPRD Sumbar.

 

Di hadapan Muzli, Syur­kani menyampaikan masih banyak sarana prasarana di Pasaman yang perlu dibe­nahi. Selain pembangunan masjid, infrastruktur juga butuh dukungan politik dan anggaran seperti jalan ling­kar, normalisasi sungai dan teknologi hasil pertanian.

 

“Mudah-mudahan de­ngan adanya wakil kami di DPRD provinsi, pem­ba­ngu­nan di Pasaman semakin maju,” harap Syurkani yang juga ninik mamak di Ke­nagarian Ganggong Ilia.

 

Muzli M Nur me­nga­pre­siasi aspirasi yang disam­pai­kan jamaah. Me­nurutnya, memang harus ada putra daerah yang diutus menjadi wakil di legislatif baik pro­vinsi maupun pusat sehingga pembangunan daerah ber­jalan lebih cepat.

 

Saat ini, kata Muzli, nor­malisasi Sungai Ganggoilia telah dimulai dan pem­ba­ngunan jalan dengan dana provinsi dan pusat terus di­ting­katkan. Ke depan, infra­struktur daerah akan semakin baik jika para wakil rakyat dari Pasaman banyak yang duduk di DPRD provinsi dan DPR-RI.

 

“Termasuk nantinya upa­ya pembangunan jalan tem­bus Bonjol ke Kototinggi-Limapuluh Kota bisa kita maksimalkan melalui wakil-wakil yang duduk di DPRD provinsi maupun DPR,” te­rang Muzli M Nur. Jalan tembus sepanjang 20 kilometer itu telah dirintis warga melalui kegiatan manunggal sepanjang 17 km. Sisa 3 km diharapkan mendapat ban­tuan dari provinsi.

 

“Kami akan me­ngu­paya­kan jalan itu cepat sele­sai. Tapi jangan disalahgunakan untuk pembalakan liar. Ja­di­kan jalan itu untuk mem­per­mudah akses transportasi da­n mendukung pere­konomian masyarakat yang berbasis pertanian,” terangnya. Dalam hal ini, komoditi yang diung­gulkan masyarakat Bonjol seperti cokelat, gambir, karet dan tanaman padi.

 

Selain akses dari Bonjol ke Limapuluh Kota melalui Su­liki-Kototinggi, akses ke Li­ma­puluh Kota juga bisa di­buka dari Muaro Sungai Lolo Mapat Tunggul Selatan me­nuju Sialang.

 

Pasaman sebenarnya me­miliki lima akses jalan keluar dan masuk ke Kabupaten Pasaman. Selain akses ke Limapuluh Kota, dari Pasa­man juga bisa tembus ke Pekanbaru melalui Ma­pat­tunggul terus ke Rokanhulu. Jalan sepanjang 32 km itu sudah di aspal hotmix.

 

Kemudian akses ke Pasa­man Barat, sekarang tidak lagi semata-mata mengan­dal­kan jalan provinsi melalui Kumpulan-Padangsawah dan Panti-Talu. Jalur Lu­buk­si­kaping-Talu sepanjang 30 km saat ini terus ditingkatkan. Ini makin membuat posisi Pa­saman menjadi sangat stra­tegis.

 

Saat kunjungan safari Ra­madhan itu, Muzli M Nur menyalurkan bantuan uang tunai Rp 10 juta dan 20 paket Al-Quran serta tafsir. (geb)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Rabu, 19 Juni 2013

Siswa Luar Serbu Padang

Batambah macet Padang mah.....................................!


Angin Ribut Landa Solok

Hati-hati beko talendo..........................!


Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih

Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?