- 11:38 WIB
- 11:37 WIB
- 11:22 WIB
- 11:20 WIB
- 11:04 WIB
- 11:01 WIB
- 10:58 WIB
- 10:55 WIB
- 10:51 WIB
- 10:22 WIB
Jalan Tembus Bonjol-Kototinggi Butuh Dukungan Provinsi
Padang Ekspres • Kamis, 16/08/2012 13:32 WIB • • 343 klik
Pasaman, Padek—Ketua Komisi I DPRD Sumbar Muzli M Nur menggelar safari Ramadhan ke Masjid Tuanku Bandaro, Kenagarian Ganggoilia, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman. Kunjungan ke daerah yang merupakan pusat gerakan paderi ini disambut antusias para jamaah masjid.
Muzli M Nur yang juga putra Pasaman, membuat suasana silaturahmi terasa hangat dan akrab. “Ini kunjungan pertama tim provinsi ke masjid ini. Kami merasa gembira karena saat ini telah ada wakil kami yang pulang ke kampung halaman dan menyalurkan bantuan,” kata Ketua Pengurus Masjid Tuangku Bandaro Syurkani DT Bandaro.
Muzli M Nur merupakan anggota DPRD Pasaman dua periode. Pada Pemilu 2009, dia terpilih sebagai anggota DPRD Sumbar.
Di hadapan Muzli, Syurkani menyampaikan masih banyak sarana prasarana di Pasaman yang perlu dibenahi. Selain pembangunan masjid, infrastruktur juga butuh dukungan politik dan anggaran seperti jalan lingkar, normalisasi sungai dan teknologi hasil pertanian.
“Mudah-mudahan dengan adanya wakil kami di DPRD provinsi, pembangunan di Pasaman semakin maju,” harap Syurkani yang juga ninik mamak di Kenagarian Ganggong Ilia.
Muzli M Nur mengapresiasi aspirasi yang disampaikan jamaah. Menurutnya, memang harus ada putra daerah yang diutus menjadi wakil di legislatif baik provinsi maupun pusat sehingga pembangunan daerah berjalan lebih cepat.
Saat ini, kata Muzli, normalisasi Sungai Ganggoilia telah dimulai dan pembangunan jalan dengan dana provinsi dan pusat terus ditingkatkan. Ke depan, infrastruktur daerah akan semakin baik jika para wakil rakyat dari Pasaman banyak yang duduk di DPRD provinsi dan DPR-RI.
“Termasuk nantinya upaya pembangunan jalan tembus Bonjol ke Kototinggi-Limapuluh Kota bisa kita maksimalkan melalui wakil-wakil yang duduk di DPRD provinsi maupun DPR,” terang Muzli M Nur. Jalan tembus sepanjang 20 kilometer itu telah dirintis warga melalui kegiatan manunggal sepanjang 17 km. Sisa 3 km diharapkan mendapat bantuan dari provinsi.
“Kami akan mengupayakan jalan itu cepat selesai. Tapi jangan disalahgunakan untuk pembalakan liar. Jadikan jalan itu untuk mempermudah akses transportasi dan mendukung perekonomian masyarakat yang berbasis pertanian,” terangnya. Dalam hal ini, komoditi yang diunggulkan masyarakat Bonjol seperti cokelat, gambir, karet dan tanaman padi.
Selain akses dari Bonjol ke Limapuluh Kota melalui Suliki-Kototinggi, akses ke Limapuluh Kota juga bisa dibuka dari Muaro Sungai Lolo Mapat Tunggul Selatan menuju Sialang.
Pasaman sebenarnya memiliki lima akses jalan keluar dan masuk ke Kabupaten Pasaman. Selain akses ke Limapuluh Kota, dari Pasaman juga bisa tembus ke Pekanbaru melalui Mapattunggul terus ke Rokanhulu. Jalan sepanjang 32 km itu sudah di aspal hotmix.
Kemudian akses ke Pasaman Barat, sekarang tidak lagi semata-mata mengandalkan jalan provinsi melalui Kumpulan-Padangsawah dan Panti-Talu. Jalur Lubuksikaping-Talu sepanjang 30 km saat ini terus ditingkatkan. Ini makin membuat posisi Pasaman menjadi sangat strategis.
Saat kunjungan safari Ramadhan itu, Muzli M Nur menyalurkan bantuan uang tunai Rp 10 juta dan 20 paket Al-Quran serta tafsir. (geb)
[ Red/Administrator ]
DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang mengiringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
Siswa Luar Serbu Padang
Batambah macet Padang mah.....................................!
Angin Ribut Landa Solok
Hati-hati beko talendo..........................!
Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih
Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?