Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 04:01:04 WIB
METROPOLIS

Fauzi Bahar Luncurkan Buku Biografi

Padang Ekspres • Kamis, 16/08/2012 13:29 WIB • • 665 klik

M Yamin, Padek—Wali Kota Padang Fauzi Bahar genap berusia 50 tahun, hari ini (16/8). Untuk merayakan ulang tahunnya, Fauzi Bahar menggelar buka puasa bersama 5.000 anak yatim di Masjid Raya Sumbar, Jalan Khatib Sulaiman, Padang.

 

Dalam kesempatan itu, juga akan diluncur­kan buku biografi bertajuk “50 Tahun Fauzi Bahar Mengabdi dalam Gun­cang­an Bencana”. Bu­ku ter­sebut menceritakan ke­hidupan Fauzi Bahar yang lahir di  Ikuakoto, Ke­ca­matan Kototangah, Pa­dang pada 16 Agustus 1962.

 

“Ayahnya bernama Ba­­harudin Amin, lebih di­kenal dengan sebutan Wa­­li Bahar. Sebab, se­ma­sa agresi antara 1949 – 1951 menjabat sebagai wali nagari di Ko­to­tangah. Watak kepemim­pinan nampaknya dia terima dari ayahnya. Menjadi wali nagari di zaman agresi, zaman yang amat sulit, bukanlah pekerjaan yang mudah,” ujar Kabid Humas, Richardi Akbar, kepada wartawan, kemarin.

 

Ibunya Nurjanah Umar, tamatan Diniyah Put­ri Padangpanjang, seorang guru yang juga aktivis Muhammadiyah.

 

“Darah” ibundanya yang Mu­hammadiyah ini pulalah menanamkan dasar agama yang baik bagi Fauzi dalam membuat kebijakan bernuan­sa religi.

 

Misalnya mewajibkan kaum muslimah, terutama para pela­jar memakai jilbab, anak-anak menghafal Asmaul Hus­na serta Pesantren Rama­dhan, wajib zakat dan meng­hafal Juz Ama.

 

Kedua orangtuanya kini sudah tiada. Ibunya yang lahir 1925, meninggal tanggal 30 Maret 1996. Jangan mem­ba­yangkan, sebagai seorang anak yang ayahnya pernah menja­bat wali nagari, maka dia dan saudara-saudaranya akan hi­dup senang di masa itu. Di ma­sa kanak-kanak, sehari-hari ayahnya bekerja sebagai petani dengan peng­hasilan pas-pa­san.

 

Pada buku yang ditulis Makmur Hendrik, Khairul Jasmi dan kawan-kawan, itu ju­ga diceritakan, untuk men­cu­kupi kebutuhan hidup se­ha­ri-hari, anak laki-lakinya mulai dari Taufik Bahar, Fa­khri Ba­har, Fauzi Bahar hing­ga Fadli, diharuskan ber­jualan sayur-mayur. Karena masih kecil, Fahmi belum diikut­sertakan.

 

Kangkung dijual di Ikua­koto dan sekitarnya, sedang­kan bingkuang dijual di Pasar Raya. Kangkung dijual Rp 5 per ikat. Mereka membawa 100 ikat-150 ikat setiap hari. Rata-rata bisa terjual Rp 500 sehari. “Uang hasil penjualan sayur-mayur itulah yang mem­bantu biaya sekolah kami,” kenang Khalida Hanum ten­tang sekelumit keluarga Fauzi Bahar, yang kini jadi guru MTsN kakak tertua Fauzi Ba­har.  (ek)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!