Minggu, 19 Mei 2013 - 9 Rajab 1434 H 19:49:32 WIB
NASIONAL

Susul Riwayat Ibu, Meninggal jelang Lebaran

Kisah di Balik Tewasnya Yetti Yusuf

Padang Ekspres • Kamis, 16/08/2012 12:16 WIB • WILIAN & HIJRAH ADI SUKRIAL • 2061 klik

Jenazah Yetti Yusuf, korban penjambretan ketika dibawa ke RST Dr Reksodiwiryo Pa

MENINGGALNYA Yetti Yusuf, 52, menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Istri Ilham Bur dan ibu empat putra ini, tewas usai mengejar penjambret yang merampas tas berisi uang beras untuk rak­yat miskin (raskin) sebesar Rp 2 juta.

 

Suasana duka me­­nye­limuti kedia­man Ilham Bur di Kom­pleks Perumahan Cimpago Permai 2 Iga­sar, Kecamatan Lubukkilangan, Padang, ke­tika Padang Ekspres menyambangi ru­mah duka. Berbuka puasa yang semes­tinya dirayakan bersama sang istri, kini berganti isak tangis.

 

Puluhan warga silih berganti melayat ke ru­mah duka. Di ruangan keluarga, Ilham Bur tampak terduduk lemas. Matanya ber­kaca-kaca, sesekali air matanya jatuh dan di­hapusnya dengan sapu tangan. Keluarga yang duduk di sampingnya berusaha meng­hibur dan mengelus pundaknya.

 

Ilham benar-benar shock atas kepergian is­tri­nya secara tiba-tiba. “Tadi malam kami ma­sih jalan bersama. Kami ke Pasar Raya dan pu­lang jam sebelas malam. Biasanya dia (Yetti, red) memang tidak pernah mening­gal­kan Shalat Tarawih, tapi tadi malam en­tah kenapa dia mengajak kami jalan-jalan,” je­lasnya.

 

Selain itu, tambah Ilham, Minggu (12/8) lalu, wanita yang telah memberinya em­pat anak itu meminta seluruh anggota ke­luar­ga berbuka puasa bersama. “Saya tidak ta­hu persis kejadiannya, sebab saya lebih dulu berangkat kerja,” ujarnya dengan suara serak.

 

Walaupun begitu, Ilham meyakini kece­la­­kaan yang menyebabkan istrinya me­ning­gal, karena istrinya mengejar penjambret.

 

Indikasi itu tampak dari hilangnya tas istrinya.

 

Kakak korban, Bahrial Yusuf juga tidak memiliki firasat apa-apa terkait kepergian adiknya. Ha­nya saja, dia mendengar se­belum berangkat bekerja ke­ma­rin, Yetti sempat memeluk dan menciumi cucunya.

 

Kepergian Yetti di bulan Ra­madhan meninggalkan kesan ter­sendiri bagi keluarga besar­nya. Apalagi ibu Yetti juga me­ning­gal beberapa menjelang Le­baran, beberapa tahun lalu. “Mung­kin dia menyusul riwayat ibu kami yang juga meninggal beberapa hari jelang Lebaran,” kata adiknya.

 

Dalam kesehariannya, baik di rumah maupun di tempat kerja, almarhum dikenal sangat baik, ramah dan suka menegur. Masyarakat Simpangharu juga mengenalnya sebagai pegawai yang baik. “Dia akrab dengan kami (warga sekitar, red). Kalau ada urusan di kantor lurah, dia tak sungkan-sungkan memban­tu tanpa pamrih,” jelas salah se­orang warga Simpangharu di RST Dr Reksodiwiryo.

 

Yetti adalah pegawai senior di Kantor Lurah Simpangharu. Ken­dati sudah beberapa kali per­gantian lurah, namun Yetti tak kunjung pindah. Bahkan, po­s­isinya dari dulu tetap sama, yaitu Seksi Kesejahteraan Sosial yang banyak mengurusi mas­yara­kat miskin. “Orang-orang di kan­tor memanggilnya nenek. Mungkin karena dia sudah senior, dan bisa memberi panutan pada pegawai lainnya,” ujar Lurah Simpangharu, Firman MY.

 

Tadi malam (15/8), almar­humah langsung dima­kamkan setelah menunggu kehadiran anak­nya yang tinggal di Ban­dung. Pemakaman Yetti, seakan turut menguburkan kasus-kasus jambret yang beberapa waktu be­lakangan marak dan me­nimbulkan korban jiwa di Pa­dang. (***)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Unas bukan Segalanya

HIRUK pikuk ujian nasional (unas) seolah tidak ada habisnya.

Ketika publik menanti sikap tegas pemerintah seiring dengan amburadulnya pelaksanaan Unas 2013, muncul keputusan lain yang tak kalah mengejutkan. Yakni, sikap tegas pemerintah menghapus unas untuk level sekolah dasar (SD) dan sederajat. Ya, mulai tahun depan tidak ada lagi unas bagi siswa SD!

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 18 Mei 2013

Wako: Tertibkan Baliho

Mada bana, sapu habih se lai  ..........!

 

Polda Diminta Usut Temuan BPK

Lai ndak adoh main mato ......................?

 

Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur

Bisa lo nyo luluih di lubang mancik tu........?