- 13:48 WIB
- 14:00 WIB
- 14:00 WIB
- 13:59 WIB
- 13:58 WIB
- 13:57 WIB
- 13:46 WIB
- 13:47 WIB
- 13:43 WIB
- 13:44 WIB
Bank Diminta Jaga Pasokan Uang di ATM
Padang Ekspres • Rabu, 15/08/2012 13:13 WIB • • 131 klik
Padang, Padek—Bank Indonesia mengimbau perbankan di Sumbar tetap menjaga kebutuhan uang tunai masyarakat di anjungan tunai mandiri (ATM). Diharapkan perbankan terus melakukan pemantauan terhadap stok kebutuhan uang tunai di ATM- ATM. Sehingga, masyarakat tidak kekurangan uang tunai. Untuk pengamanan ATM, diharapkan perbankan melakukan antisipasi dengan menggandeng aparat kepolisian.
“Pasokan uang tunai di ATM jangan sampai kosong. Ini kan juga menganggu pelayanan. Padahal kita tahu, Lebaran ini, banyak para pemudik yang pulang kampung dan akan mengambil uang di ATM. Jika ATM tak ada uang, tentunya nanti akan jadi persoalan juga. Saya minta ini jadi perhatianlah bagi perbankan,” kata Pimpinan Bank Indonesia Wilayah VIII, Jambi, Sumbar, Riau dan Kepri Joko Wardoyo, usai buka puasa bersama dengan anak yatim PGAI dan bersilaturahmi dengan perbankan se-Sumbar, Senin (13/8).
Dia menyebutkan bank umum harus melakukan pengecekan terhadap ATM-ATM. Jika uang di mesin ATM kosong, segera diisi kembali. Untuk tempat-tempat rawan atau strategis, hendaknya perbankan bekerja sama dengan aparat keamanan atau pemilik usaha, tempat mesin ATM itu berdiri. Dengan begitu, safety uang di ATM lebih terjamin.
“Kan ada juga ATM yang hanya perlu diisi pagi dan sorenya telah habis uangnya. Biasanya bagi lokasi ATM yang tidak starategis, perbankan tidak akan men-standby-kan dananya di ATM selama 24 jam,” ucapnya.
Joko mengatakan, jamak terjadi saat jelang Lebaran, terjadi penarikan tunai dari nasabah. Namun, perbankan sudah melakukan antisipasi terhadap kebiasaan yang dilakukan nasabah tersebut. “Berhati-hatilah saat melakukan penarikan uang. Karena ancaman kejahatan dapat terjadi setiap waktu. Sekarang kan banyak jambret dan perampokan. Hendaknya, masyarakat berhati-hati dengan hal ini. Tidak menutup kemungkinan yang nakal,” ucapnya.
Dia juga mengimbau masyarakat tidak membawa uang tunai saat berlebaran dalam jumlah besar. “Selain berisiko juga membahayakan bagi keselamatan nyawa masyarakat sendiri,” ucapnya.
Anggota DPR RI Muhammad Ichlas Elqudsi mengimbau Bank Indonesia tidak terlalu banyak menggelontorkan uang beredar ke tengah masyarakat. Jika terlalu banyak akan memicu inflasi dan depresiasi nilai rupiah. “Harus ada pembatasan terhadap uang beredar di tengah masyarakat. Kalau terlalu banyak uang beredar dampaknya, seperti yang saya sebutkan tadi lah. Transaksi non-tunai banyak manfaatnya,salah satunya juga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat,” tuturnya. (ayu)
[ Red/Administrator ]
Harapan Realistis di Piala Sudirman
PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Kesejahteraan Dokter Minim
Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?
Dana Bantuan tak Kunjung Turun
Juluak lah rami-rami .................................!
Lareh Sago Halaban Berjaya
Rakyaik lai sejahtera lo................................?