Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 18:32:23 WIB
NASIONAL

Kelok 9 Siap Layani Pemudik

Masih Berpotensi Penyempitan Kendaraan Sumbar-Riau

Padang Ekspres • Rabu, 15/08/2012 11:31 WIB • ZETRIZAL & ARFIDEL ILHAM • 6034 klik

Kelok Sembilan dijepret dari udara

Limapuluh Kota, Padek—Polemik peng­­gunaan jembatan layang (fly over) Ke­lok Sembilan untuk arus mudik ber­akhir. Pe­merintah Provinsi Sumbar akhirnya me­mutuskan jembatan layang di perba­tasan Sumbar-Riau itu dibuka untuk mengurai ke­padatan arus lalu lintas selama musim mu­dik di kawasan tersebut. 

 

Hari ini (15/8), sekitar pukul 16.00, Gu­bernur Sumbar Irwan Prayitno meres­mi­kan penggunaan jembatan layang Kelok Sem­­­bilan yang berlokasi di Jorong Aie­pu­tiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Ha­rau, Ka­bupaten Limapuluh Kota. Pem­bu­kaan ja­lan dan jembatan Kelok Sem­bilan ini d­i­pre­diksi mampu mem­percepat arus mu­dik dan balik Lebaran tahun ini.

 

Untuk memastikan kesiapan penggu­naan Kelok Sembilan, Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Per­mu­kiman (Prasjal Tar­kim) Sum­bar,­ Suprapto dan Kepala Di­nas Per­hubungan Kominfo Mu­dri­ka, ber­sama Bupati Lim­apuluh Ko­ta Alis Marajo, serta Kapolres Li­mapuluh Kota AKBP Pratomo Iri­a­­nanto meninjau lokasi de­ngan melintasi jembatan terse­but, kemarin (14/8). 

 

Iring-iringan mobil rom­bo­ngan melintas mulus di sepan­jang jembatan. Seperti dike­ta­hui, peresmian peng­gunaan jem­batan ini sempat terundur tiga kali akibat beberapa per­so­alan, terutama per­timbangan ke­se­lamatan pengguna jem­batan. 

 

Suprapto kepada Padang Ekspres saat uji coba jembatan me­ngatakan, jalan dan jembatan ini sudah layak secara teknis d­i­gunakan saat arus mudik dan ba­lik Lebaran. Sebab, sudah me­miliki tembok pembatas se­tinggi 1,5 meter, terpasang rambu-ram­bu dilarang berhenti, dan su­dah ada lampu penerangan se­pan­jang Kelok Sembilan, mes­ki ma­sih sementara dengan lam­pu-lampu kecil.

 

”Hanya saja, pengamanan ja­lan harus diwaspadai kepo­li­sian. Seperti pengguna jalan yang berhenti di atas jembatan, bisa memicu kecelakaan lalu lin­tas. Begitupun Pemkab Lima­pu­luh Kota, harus menertibkan pe­da­gang yang berjualan di ger­bang jalan,” harap Suprapto.

 

Namun begitu, tambah Su­prap­to, pembukaan jembatan Ke­lok Sembilan ini sifatnya ha­nya sementara. Hanya melayani arus mudik dari Pekanbaru ke Sum­bar. Sebelum Lebaran, jem­batan ini hanya dibuka un­tuk arus kendaraan dari arah Pekan­baru ke Payakumbuh, sedang­kan kendaraan dari Paya­kum­buh ke Pekanbaru masih me­nem­puh jalan biasa.

 

Begitu sebaliknya, pasca-Le­ba­ran, giliran arus dari arah Pa­ya­kumbuh-Pekanbaru di­buka. “Ini bentuk ucapan selamat da­tang kita kepada perantau. Se­hing­ga, kita akan membuka jalur sa­at mudik dan balik bagi pe­ran­tau,” kata Suprapto. 

 

Meski sudah layak secara tek­nis, Suprapto mengingatkan pe­ngendara perlu berhati-hati me­lewati jembatan. Misalnya, ke­cepatan maksimun hanya 40 kilo­meter per jam. Selain itu, ada ja­lur penyempitan di atas jem­batan guna menghindari benda jatuh dari atas tebing.

 

”Kita juga akan menge­rah­kan petugas Dishub Kominfo be­ker­ja sama dengan kepolisian un­­tuk pengamanan di atas jem­ba­­tan. Khusus penertiban peda­gang di pinggir pintu ma­suk, me­mang harus dipin­dahkan paling lambat pukul 00.00 malam ini (di­ni hari tadi, red),” ucap Ka­dis­hub Kominfo Sumba Mu­dri­ka kepada wartawan.  

 

Mudrika yakin keberadaan jem­batan ini bisa mengurai ke­ma­cetan. “Sebab, selama ini yang menjadi titik macet adalah di kawasan ini. Ke depan, kelan­ca­ran arus lalu lintas mudik dan wi­sata akan lebih baik dan tidak lagi terganggu,” tambah­nya.

 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Kelok Sem­bi­lan, Rina Komalasasi di­dam­pi­ngi Kasatker Dahler me­nye­but­kan, penerangan jalan umum menggunakan solar cell (lam­pu de­ngan arus listrik dari cahaya ma­­tahari). “Ke depan, kita akan me­lengkapi pemasangan ram­bu-rambu lalu lintas yang seka­rang belum sepenuhnya leng­kap,” katanya.

 

Bupati Limapuluh Kota Alis M­a­rajo berjanji melakukan pe­ner­tiban terhadap pedagang di se­kitar jembatan Kelok Sem­bi­lan. “Penertiban dan pe­minda­han pedagang akan kita lakukan di rest area sekitar 500 dari ka­wasan ini, tepatnya ke arah Hu­luaia, Nagari Sarilamak,” ungkap Alis Marajo kepada wartawan didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Nasriyanto.

 

Kapolres Limapuluh Kota, Pra­tomo Iriananto menyatakan ke­siapan jajarannya menga­man­kan arus mudik di kawasan Ke­lok Sembilan. “Kita telah mem­buat posko pengamanan di ka­wa­san Kelok Sembilan ber­ope­rasi 24 jam. Petugas juga akan melakukan patroli untuk me­ngantisipasi kemungkinan tak di­inginkan,” ungkapnya.

 

Jembatan Kelok Sembilan yang dibangun sejak 2003 ini, te­lah menghabiskan anggaran Rp 351 miliar. Untuk menahan ke­mungkinan banjir bandang, Pem­­­prov Sumbar meng­anggar­kan dana melalui APBD untuk mem­buat cek dam, yang ditar­get­kan selesai tahun 2013 de­ngan dana Rp 9,3 miliar. Cek dam selebar 30 meter dan pan­jang 400 meter ini, mampu me­nam­pung 120 ribu kubik sedi­men.

 

Data Kementerian Peker­jaan Umum, total panjang jem­batan Kelok Sembilan 2.537 me­ter, terdiri dari 980 meter jem­batan terbagi dalam enam ba­gian, serta 1.557 meter jalan peng­­hubung. Jembatan ini di­tar­get­kan mam­pu menam­pung la­lu lintas harian rata-rata 6.800 unit kendaraan pa­da hari biasa, dan 11.350 unit ken­daraan pada hari libur.

 

 Selain kesiapan jembatan Ke­lok Sembilan, rombongan juga meninjau jalan lintas Pa­dang-Bukittinggi. Hasil pe­nin­jauan ini tertungkap bah­wa men­desaknya perbaikan salah sat­u pangkal jembatan di Ka­yutanam akibat terban. Me­nga­tasi itu, PPK Jalan Nasional Yah­ya menargetkan pengerjaan per­baikan tuntas Kamis (16/8).

 

Rombongan juga meninjau kesiapan jalan alternatif Sicin­cin-Malalak. Khusus jalur alter­natif ini, PPK Nasional Desman didampingi Kasatkernya M Ra­dhi Kasim, menyampaikan bah­wa masih ada tujuh jem­batan be­lum permanen, serta bebe­ra­pa ruas jalan masih sem­pit. Ini aki­bat masih ada tanah mas­yara­kat di beberapa titik belum di­bebaskan Pemkab Agam.

 

Ide (Alm) Mustasir

 

Pembangunan jembatan la­yang Kelok Sembilan berawal dari ide (alm) Mustasir, pakar jem­batan di Kementerian Peker­jaan Umum (PU)? Semua itu berawal tahun 2001 lalu, Mus­tasir dalam satu kesem­patan berhenti di Kelok Sembilan. Ia begitu mengagumi keindahan alam sekitar Kelok Sembilan. Na­mun, Mustasir prihatin meli­hat sempitnya ruas jalan mele­wati Kelok Sembilan.

 

Akibat jalan sempit itu, me­nu­rut Mustasir, jelas tidak me­mungkinkan dilewati truk-truk ber­ukuran besar pengan­g­kut ko­moditi perda­gangan dari Sum­bar. Apalagi pemerintah juga su­dah meneken kerja sama dengan ne­gara tetangga, yang akrab di­sebut Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT GT).

 

Beranjak dari kondisi itulah, Mus­tasir berkeinginan mem­buat jembatan layang Kelok Sem­bilan. Ide petinggi Kemen­terian PU itu disambut baik Gubernur Sumbar (alm) Zainal Ba­kar ketika itu, dan menjadi ba­han kajian jajaran pimpinan Di­nas Bina Marga (sekarang Di­nas Prasarana Jalan dan Tata Per­mukiman/Prasjal Tarkim) He­diyanto, Dody Ruswandi, dan Su­prapto (sekarang Kadis Pras­jal Tarkim Sumbar, red). Berkat kerja keras meyakinkan petinggi Bina Marga (pemerintah pusat, red), akhirnya usulan pemba­ngu­nan jembatan Kelok Sem­bilan mendapat perse­tujuan.

 

Berbekal persetujuan, maka dimulailah sosialisasi kepada mas­yarakat sekitar sehubungan akan dibangunnya Fly Over Ke­lok Sembilan. Beberapa de­sain pun bermunculan, dan akhirnya di­seminarkan oleh Dinas Bina Mar­ga bekerja sama dengan per­guruan tinggi dan balai ter­kait.

 

Tahun ini, pembangunan ta­hap 1 tahap 2 fly over Kelok Sem­bilan rampung. Sampai se­karang, pembangunan fly over Ke­lok Sembilan ini mene­lan dana le­bih kurang Rp 350 miliar. Un­tuk menuntaskan pro­yek jem­batan sepanjang 3 km de­ngan le­bar 15 me­ter meng­gu­nakan be­ton ber­tu­­lang ini sam­pai tun­tas, setidak­nya meng­ha­bis­kan dana Rp 550 miliar. Di­jadwalkan hari (15/8), Gu­bernur Sumbar Irwan Prayit­no meresmikan penggunaan jem­batan tersebut. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!