Kamis, 23 Mei 2013 - 13 Rajab 1434 H 16:09:06 WIB
METROPOLIS

Tak Lulus UKG, Guru Dibina

Padang Ekspres • Jumat, 10/08/2012 13:47 WIB • TIM PADEK • 1683 klik

Airtawar, Padek—Meski hasil ujian kompetensi guru (UKG) belum diumumkan, dari hasil pemetaan semen­tara Lembaga Penjaminan Mu­tu Pendidikan (LPMP) terungkap banyak guru yang me­ngikuti UKG mendapat­kan nilai 30 hingga 50. Pada­hal, standar minimal kelulu­san tersebut dengan bobot nilai 70 dari 100 soal yang diujikan.

 

“Nilai-nilai pemetaan se­men­tara tersebut masih jauh dari target. Namun demikian, kami masih menunggu hasil UKG yang dinilai langsung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan diberi­tahu­kan hasilnya di setiap provinsi di mana guru-guru tersebut melakukan ujian,” kata Ke­pala LPMP Sumbar, Jamris Jam­na kepada Padang Eks­pres, ke­marin.

 

Jika memang masih dite­mui para guru yang tidak men­capai standar kelulusan, kata Jamris Jamna, pihaknya bersa­ma Dinas Pendidikan kabu­paten dan kota di Sum­bar akan melakukan pem­bi­naan.

 

“Pembinaan itu berupa eva­luasi kinerja guru yang ditujukan untuk mening­kat­kan pengetahuan guru itu sendiri di mana guru dituntut harus lebih pintar dari siswa,” ungkapnya.

 

Ia mengatakan, tujuan UKG untuk memetakan kua­litas dan kompetensi guru-gu­ru bersertifikat. “Jadi ke de­pan bagi guru yang tidak lulus dan tidak berkompeten apa­kah perlu dipertahankan men­jadi seorang guru atau tidaknya, tentunya wewenang peme­rintah. Bagi guru yang tidak lulus kita akan bina dan akan tunggu kebijakan peme­rintah mau diapakan guru-guru ter­se­but,” ujarnya.

 

Untuk guru bersertifikasi yang belum mengikuti UKG, ma­ka guru-guru tersebut akan bisa melangsungkan ujian pada tahap II, Oktober. Se­dang­kan guru yang tidak ber­sertifikat, mungkin untuk UKG akan dilaksanakan pada 2013.

 

Secara terpisah, Ketua PGRI Sumbar, Zainal Akil mengatakan perlu evaluasi pelaksanaan UKG. Pasalnya, ba­nyak keluhan guru ketika pe­laksanaan program Ke­men­dikbud ini. Seperti soal yang tidak ditemukan sampai pro­gram yang tidak bisa di­bu­ka karena kegagalan jaringan.

 

“Setelah pelaksanaan UKG tingkat guru SMP dan SMA beberapa waktu lalu, banyak gu­ru yang menge­luh­kan program ini. Misalnya saja tidak ada jawaban yang ditemukan pa­da opsi yang ada,” ung­kapnya.

 

Zainal menceritakan ada pengalaman seorang guru yang begitu paham dengan pertanyaan saat ujian. Tapi setelah dilakukan pencarian sesuai rumus, tidak ada pilih­an jawaban. Jadi guru terse­but membiar­kan kosong. Apes­nya, jawa­ban kosong tadi masuk kategori salah. “Hal itu banyak dijumpai dan hampir setiap mata pela­jaran ada semacam itu. Ini jelas merugikan guru,” ulasnya. Selain itu, sistem se­perti ini untuk mencapai target kriteria kelulusan minimal tidak akan tercapai. “Jangan salah­kan guru jika hasilnya tidak mak­simal,” ujar­nya.

 

Jadi dengan sistem yang belum maksimal ini, Zainal me­ngharapkan hasil ini jang­an dijadikan patokan. Kepala Dinas Pendidikan, Indang Dewata me­ngatakan, dengan UKG dapat diketahui kele­mahan guru. (w/ek)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunggu Aksi Chatib Basri

PRESIDEN akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Muhammad Chatib Basri untuk mengemban tugas sebagai menteri keuangan (Menkeu). Mencermati situasi pe­rekonomian mutakhir, perekonomian dunia masih labil (eksternal) dan stimulasi dari APBN masih lemah (internal), dapat dikatakan, Chatib berada dalam momentum yang kurang kondusif. Tidak berlebihan jika ada yang menilai Chatib berada pada situasi the right man on the right place, but the wrong time.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Kamis, 23 Mei 2013

Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus

Kan di sakola ndak adoh diajakan maliang doh..........................................!

 

Masyarakat Sipil Meradang

Maju taruih.................................................!


Panwaslu Cuek, LSM Kapak Lanjut ke Pusat

Patuik didukuang tu.......................................!