- 13:24 WIB
- 13:23 WIB
- 13:23 WIB
- 13:22 WIB
- 13:21 WIB
- 13:21 WIB
- 13:16 WIB
- 13:13 WIB
- 13:10 WIB
- 13:02 WIB
Tak Lulus UKG, Guru Dibina
Padang Ekspres • Jumat, 10/08/2012 13:47 WIB • TIM PADEK • 1683 klik
Airtawar, Padek—Meski hasil ujian kompetensi guru (UKG) belum diumumkan, dari hasil pemetaan sementara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) terungkap banyak guru yang mengikuti UKG mendapatkan nilai 30 hingga 50. Padahal, standar minimal kelulusan tersebut dengan bobot nilai 70 dari 100 soal yang diujikan.
“Nilai-nilai pemetaan sementara tersebut masih jauh dari target. Namun demikian, kami masih menunggu hasil UKG yang dinilai langsung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan diberitahukan hasilnya di setiap provinsi di mana guru-guru tersebut melakukan ujian,” kata Kepala LPMP Sumbar, Jamris Jamna kepada Padang Ekspres, kemarin.
Jika memang masih ditemui para guru yang tidak mencapai standar kelulusan, kata Jamris Jamna, pihaknya bersama Dinas Pendidikan kabupaten dan kota di Sumbar akan melakukan pembinaan.
“Pembinaan itu berupa evaluasi kinerja guru yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan guru itu sendiri di mana guru dituntut harus lebih pintar dari siswa,” ungkapnya.
Ia mengatakan, tujuan UKG untuk memetakan kualitas dan kompetensi guru-guru bersertifikat. “Jadi ke depan bagi guru yang tidak lulus dan tidak berkompeten apakah perlu dipertahankan menjadi seorang guru atau tidaknya, tentunya wewenang pemerintah. Bagi guru yang tidak lulus kita akan bina dan akan tunggu kebijakan pemerintah mau diapakan guru-guru tersebut,” ujarnya.
Untuk guru bersertifikasi yang belum mengikuti UKG, maka guru-guru tersebut akan bisa melangsungkan ujian pada tahap II, Oktober. Sedangkan guru yang tidak bersertifikat, mungkin untuk UKG akan dilaksanakan pada 2013.
Secara terpisah, Ketua PGRI Sumbar, Zainal Akil mengatakan perlu evaluasi pelaksanaan UKG. Pasalnya, banyak keluhan guru ketika pelaksanaan program Kemendikbud ini. Seperti soal yang tidak ditemukan sampai program yang tidak bisa dibuka karena kegagalan jaringan.
“Setelah pelaksanaan UKG tingkat guru SMP dan SMA beberapa waktu lalu, banyak guru yang mengeluhkan program ini. Misalnya saja tidak ada jawaban yang ditemukan pada opsi yang ada,” ungkapnya.
Zainal menceritakan ada pengalaman seorang guru yang begitu paham dengan pertanyaan saat ujian. Tapi setelah dilakukan pencarian sesuai rumus, tidak ada pilihan jawaban. Jadi guru tersebut membiarkan kosong. Apesnya, jawaban kosong tadi masuk kategori salah. “Hal itu banyak dijumpai dan hampir setiap mata pelajaran ada semacam itu. Ini jelas merugikan guru,” ulasnya. Selain itu, sistem seperti ini untuk mencapai target kriteria kelulusan minimal tidak akan tercapai. “Jangan salahkan guru jika hasilnya tidak maksimal,” ujarnya.
Jadi dengan sistem yang belum maksimal ini, Zainal mengharapkan hasil ini jangan dijadikan patokan. Kepala Dinas Pendidikan, Indang Dewata mengatakan, dengan UKG dapat diketahui kelemahan guru. (w/ek)
[ Red/Administrator ]
PRESIDEN akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Muhammad Chatib Basri untuk mengemban tugas sebagai menteri keuangan (Menkeu). Mencermati situasi perekonomian mutakhir, perekonomian dunia masih labil (eksternal) dan stimulasi dari APBN masih lemah (internal), dapat dikatakan, Chatib berada dalam momentum yang kurang kondusif. Tidak berlebihan jika ada yang menilai Chatib berada pada situasi the right man on the right place, but the wrong time.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus
Kan di sakola ndak adoh diajakan maliang doh..........................................!
Masyarakat Sipil Meradang
Maju taruih.................................................!
Panwaslu Cuek, LSM Kapak Lanjut ke Pusat
Patuik didukuang tu.......................................!