Minggu, 26 Mei 2013 - 16 Rajab 1434 H 10:02:06 WIB
PRO SUMBAR

Terancam tak Terima DBH

Jika Realisasi PBB Dharmasraya tak Capai Target

Padang Ekspres • Jumat, 10/08/2012 13:39 WIB • • 176 klik

Dharmasraya, Padek—Pe­merinah Kabupaten Dhar­ma­s­raya terancam tidak menerima dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp3 miliar, apabila sampai 31 September 2012 realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak terealisasi sesuai target. Kondisi sama pernah terjadi tahun 2011 lalu, dimana akibat tidak terea­lisasinya PBB sesuai target, DBH sebesar Rp2,5 miliar hilang be­gitu saja atau tidak masuk ke kas daerah. Akibatnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (AP­BD) secara totalitas ber­kurang sebesar Rp2,5 miliar.

 

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pajak Daerah Dinas Pen­dapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Marten Yunus kepada Padang Ekspres. “Dari total target yang diamanatkan sebesar Rp2,7 miliar, sampai dengan Kamis (9/8) baru terea­lisasi sebesar Rp366 juta atau sekitar 13 persen lebih. Artinya masihada tunggakan PBB sebe­sar Rp2,4 miliar , sementara tenggat waktu tnggal sekitar dua bulan lagi, atau sampai31 September. Untuk itu diharapkan kepada pihak Nagari atau Keca­matan agar segera menyelesaikan persoalan tersebut, sehingga Dharmasraya tidak kembali ke­hilangan DBh yang jumlahnya cukup besar,” harap Marten.

 

Dari 52 Nagari yang berasal dari 11 Kecamatan, jelas Marten, Kecamatan yang terendah pero­lehan atau realisasi PBB adalah Kecamatan Koto Salak yang baru terealisasi sebesar 2,62 persen dengan nilai Rp5,5 juta dari target semula sebesar Rp210 juta lebih. Menyusul Kecamatan de­ngan 3,88 persen atau niai sebesar Rp15 juta dari target sebesar Rp372 juta lebih.

 

Sedangkan Kecamatan Pulau Punjung yang juga merupakan ibu Kabupaten baru terealisasi sebesar 11, 24 persen dengan nilai Rp71 juta lebih, dari target se­besar Rp633 juta lebih. Pada hal dua dua dari tiga Kecamatan tersebut masing-masing Pulau Punjung dan Kecamatan Koto Baru adalah dua Kecamatan yang besar dalam perolehan target PBB. Namun justru dua Keca­matan tersebut yang bermasalah.

 

    Namun disisi lain, ada juga beberapa Nagari yang realisasi PBB sudah lunas seperti Nagari Sungai Limau, Nagari Sinamar dan Nagari Lubuk Besar Ke­ca­matan Asam Jujuhan. “Kepada Nagari-Nagari tersebut pantas diberikan apresiasi atas pres­tasinya dalam realisasi PBB se­kaligus diharapkan kepada Na­gari lain, agar bisa mengikuti lang­kah tiga Nagari tersebut dalam realisasi PBB,” harap Marten.

 

Bupati Harus Tegas

 

Menyikapi persoalan ter­sebut Wakil Ketua DPRD Dhar­masraya S Budi Sanjoyo me­negaskan, semua persoalan atau masih rendahnya capaian rea­lisasi PBB lebih dikarenakan ketidaktegasan Bupati Dhar­masraya H Adi Gu­nawan dalam mengawasi kinerja SKPD.

 

“Kita sangat sayangkan se­kali hal tersebut terjadi, dan berharap agar kesalahan dita­hun 2011 yang lalu, tidak terjadi lagi di tahun ini. Bupati harus berani me­nindak SKPD atau perangkat lainnya yang me­lem­pem,”tegas Budi .(*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat

Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 25 Mei 2013

Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung

Anak didik kini mada-mada..................!

 

Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar

Lai ndak adoh nan coret baju..................?

 

Nilai UN masih Meragukan

Baa baitu, caliak kunci  tu.............................?