- 06:26 WIB
- 06:25 WIB
- 06:24 WIB
- 06:23 WIB
- 06:19 WIB
- 06:16 WIB
- 06:08 WIB
- 06:06 WIB
- 06:05 WIB
- 12:39 WIB
Terancam tak Terima DBH
Jika Realisasi PBB Dharmasraya tak Capai Target
Padang Ekspres • Jumat, 10/08/2012 13:39 WIB • • 176 klik
Dharmasraya, Padek—Pemerinah Kabupaten Dharmasraya terancam tidak menerima dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp3 miliar, apabila sampai 31 September 2012 realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak terealisasi sesuai target. Kondisi sama pernah terjadi tahun 2011 lalu, dimana akibat tidak terealisasinya PBB sesuai target, DBH sebesar Rp2,5 miliar hilang begitu saja atau tidak masuk ke kas daerah. Akibatnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) secara totalitas berkurang sebesar Rp2,5 miliar.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pajak Daerah Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Marten Yunus kepada Padang Ekspres. “Dari total target yang diamanatkan sebesar Rp2,7 miliar, sampai dengan Kamis (9/8) baru terealisasi sebesar Rp366 juta atau sekitar 13 persen lebih. Artinya masihada tunggakan PBB sebesar Rp2,4 miliar , sementara tenggat waktu tnggal sekitar dua bulan lagi, atau sampai31 September. Untuk itu diharapkan kepada pihak Nagari atau Kecamatan agar segera menyelesaikan persoalan tersebut, sehingga Dharmasraya tidak kembali kehilangan DBh yang jumlahnya cukup besar,” harap Marten.
Dari 52 Nagari yang berasal dari 11 Kecamatan, jelas Marten, Kecamatan yang terendah perolehan atau realisasi PBB adalah Kecamatan Koto Salak yang baru terealisasi sebesar 2,62 persen dengan nilai Rp5,5 juta dari target semula sebesar Rp210 juta lebih. Menyusul Kecamatan dengan 3,88 persen atau niai sebesar Rp15 juta dari target sebesar Rp372 juta lebih.
Sedangkan Kecamatan Pulau Punjung yang juga merupakan ibu Kabupaten baru terealisasi sebesar 11, 24 persen dengan nilai Rp71 juta lebih, dari target sebesar Rp633 juta lebih. Pada hal dua dua dari tiga Kecamatan tersebut masing-masing Pulau Punjung dan Kecamatan Koto Baru adalah dua Kecamatan yang besar dalam perolehan target PBB. Namun justru dua Kecamatan tersebut yang bermasalah.
Namun disisi lain, ada juga beberapa Nagari yang realisasi PBB sudah lunas seperti Nagari Sungai Limau, Nagari Sinamar dan Nagari Lubuk Besar Kecamatan Asam Jujuhan. “Kepada Nagari-Nagari tersebut pantas diberikan apresiasi atas prestasinya dalam realisasi PBB sekaligus diharapkan kepada Nagari lain, agar bisa mengikuti langkah tiga Nagari tersebut dalam realisasi PBB,” harap Marten.
Bupati Harus Tegas
Menyikapi persoalan tersebut Wakil Ketua DPRD Dharmasraya S Budi Sanjoyo menegaskan, semua persoalan atau masih rendahnya capaian realisasi PBB lebih dikarenakan ketidaktegasan Bupati Dharmasraya H Adi Gunawan dalam mengawasi kinerja SKPD.
“Kita sangat sayangkan sekali hal tersebut terjadi, dan berharap agar kesalahan ditahun 2011 yang lalu, tidak terjadi lagi di tahun ini. Bupati harus berani menindak SKPD atau perangkat lainnya yang melempem,”tegas Budi .(*)
[ Red/Administrator ]
Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat
Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung
Anak didik kini mada-mada..................!
Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar
Lai ndak adoh nan coret baju..................?
Nilai UN masih Meragukan
Baa baitu, caliak kunci tu.............................?