Jum'at, 24 Mei 2013 - 14 Rajab 1434 H 03:28:28 WIB

LPIS Tak Serius Hukum Llano

Padang Ekspres • Kamis, 09/08/2012 12:08 WIB • • 86 klik

Jakarta, Padek—PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) mendapat tamparan keras di akhir musim. Men­cuatnya kasus Titus Bonai yang pindah ke Thailand namun mencatut nama Persebaya Su­rabaya membuat regulator kom­petisi itu kehilangan mu­ka. Tak mau berlarut-larut, LPIS me­ngambil jalan aman meng­hu­kum Llano Ma­har­dika.

 

Pria yang menjabat sebagai staf departemen kompetisi PT LPIS itu diskorsing selama tiga bulan. Hal tersebut ditegaskan CEO PT LPIS Widjajanto ke­marin (8/8) di kantornya.

 

Skorsing dijatuhkan ke­pada Llano karena terbukti menjadi penghubung antara Tibo dengan agen dari Eropa. Selain itu, Llano juga terbukti yang melakukan perubahan administrasi dalam transfer matching system (TMS) de­ngan menyebut klub lama Tibo adalah Persebaya Surabaya. Bukan Persipura.

 

”Karena dia melakukan perbuatan tidak patut, maka saya putuskan dia untuk dis­korsing selama tiga bulan,” ujar Widja kepada JPNN.

 

Dalam proses investigasi yang dilakukan Widja dan PT LPIS dengan menanyai Llano secara individu, pria asal Su­ra­baya itu mengakui bahwa dirinya terlibat dan menjadi penghubung.

 

Mungkin banyak yang ber­tanya kenapa tindakan pe­mal­suan yang menjurus pidana itu dihukum ringan?  Widja me­nyebut dikarenakan mantan CEO Persebaya Surabaya itu masa kontrak kerjanya ber­sama LPIS akan berakhir pada 31 Oktober mendatang. Selain itu, Llano selama masa in­ves­tigasi bersikap kooperatif.

 

Widja juga tidak menjawab apakah pihaknya akan kembali mempekerjakan Llano sebagai staf LPIS ketika kontraknya telah habis. Namun, posisi Llano yang strategis musim ini membuat kemungkinan Llano dipertahankan sangat besar. Apalagi Llano disebut-sebut sebagai staf LPIS yang me­miliki koneksi luas ke luar negeri cukup kuat.

 

Di sisi lain, saat Llano dicari di kediamannya di ka­wasan Gubeng, Surabaya, pria itu tak ada. ”Pak Llano sudah jarang ke sini. Yang tinggal disini adalah orang tuanya. Tak mesti sebulan sekali Pak Llano pulang. Terakhir kali ke Surabaya dua minggu lalu, saat Persebaya Queens Park Rangers (QPR). Itu pun gak mampir sini,” ujar Sunardi, security yang menjaga rumah itu. (aam/dra/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunggu Aksi Chatib Basri

PRESIDEN akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Muhammad Chatib Basri untuk mengemban tugas sebagai menteri keuangan (Menkeu). Mencermati situasi pe­rekonomian mutakhir, perekonomian dunia masih labil (eksternal) dan stimulasi dari APBN masih lemah (internal), dapat dikatakan, Chatib berada dalam momentum yang kurang kondusif. Tidak berlebihan jika ada yang menilai Chatib berada pada situasi the right man on the right place, but the wrong time.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Kamis, 23 Mei 2013

Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus

Kan di sakola ndak adoh diajakan maliang doh..........................................!

 

Masyarakat Sipil Meradang

Maju taruih.................................................!


Panwaslu Cuek, LSM Kapak Lanjut ke Pusat

Patuik didukuang tu.......................................!