Rabu, 22 Mei 2013 - 12 Rajab 1434 H 00:43:49 WIB
NASIONAL

Bupati Pasbar Dilaporkan ke KPK

Diduga Terima Gratifikasi, Massa Demo di Mabes Polri

Padang Ekspres • Kamis, 09/08/2012 11:32 WIB • • 2971 klik

Forum Rakyat Sumatera Barat  berunjuk rasa di gedung KPK Jakarta

Jakarta, Padek—Forum Rakyat Sumbar Antikorupsi Pejabat Daerah melaporkan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Baharuddin R ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di ge­dung KPK Jakarta, kemarin (8/8). Baha­rud­din dilaporkan terkait dugaan korupsi dan pe­nyalahgunaan wewenang pemberian izin tam­bang bijih besi di wilayah hutan lindung, yang kini tengah diusut Polda Sumbar.

 

”Kami meminta KPK memantau kasus yang telah diselidiki polisi ini, sebab ada in­dikasi kasus ini berjalan lambat.

 

Kami me­minta KPK ambil alih kasus yang telah merugikan mas­yarakat Pasaman Barat ini,” ka­ta Ketua Forum Rakyat Sum­bar Antikorupsi Pejabat Daerah, Ir­wan usai menyampaikan lapo­ran ke KPK. Sebelumnya, aktivis Fo­rum Rakyat Antikorupsi Peja­bat Daerah, juga berdemo di Ma­bes Polri mendesak Kapolri me­nun­taskan kasus ini.

 

Sebelum menyampaikan la­poran, anggota Forum Rakyat Sum­bar Anti-Korupsi Pejabat Dae­rah berjumlah 100 orang ini ber­unjuk rasa di depan Gedung KPK. Mereka membeber 13 du­gaan kesalahan Baharuddin, mu­­lai dari indikasi penya­lah­gu­naan kewenangan pemberian izin tambang bijih besi di wilayah hu­tan lindung, sampai kejang­ga­lan peruntukan dana bantuan so­sial (bansos).

 

Baharuddin, menurut Ir­wan, diduga melanggar UU ten­tang Kehutanan dan UU tentang Mi­neral dan Batu Bara. Irwan menambahkan, laporan ber­sum­ber dari dua perusahaan yang dipermainkan kepala da­e­rah dengan cara meminta grati­fi­­kasi, sehingga izin usaha per­ta­ma dicabut dan diberikan izin usaha kedua. Akibatnya, kedua be­lah pihak diminta mem­beri­kan gratifikasi kepada kepala dae­rah tersebut.

 

Bupati Pasbar Baharuddin R ke­tika dikonfirmasi Padang Eks­pres melalui nomor hand­phone-nya tadi malam sekitar pu­kul 21.25, tidak diangkat. Be­gitu juga SMS Padang Ekspres, ti­dak dibalas.

 

Namun beberapa waktu lalu, Ba­haruddin membantah dirinya ter­libat dalam kasus apa pun. Saat itu, katanya, tidak ada yang na­manya pungutan uang dari pi­hak manapun, dan tudingan pe­nya­lahgunaan wewenang, ter­ma­suk uang salah satu koperasi.

 

Kepala Dinas Pertambangan Pas­bar, Faizir Djohan saat dihu­bu­ngi Padang Ekspres melalui handphone-nya tadi malam (8/8) sekitar pukul 22.04, juga me­ngaku tidak mengetahui soal ka­sus yang membelit atasannya. “Saya tidak mengetahui kasus tersebut. Tapi sepengetahuan saya, tidak ada satu pun tam­bang beroperasi di kawasan hu­tan lindung. Terlebih lagi, se­lama bupati sekarang (Baha­ruddin, red) tidak ada dikeluarkan izin tambang,” jelasnya.

 

Pemberian izin tambang, tambahnya, selalu berpijak pada UU Nomor 4 Tahun 2009 ten­tang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Kalau ada tam­bang belum berizin sudah ber­ope­­rasi, Faizir mem­perta­nya­kannya.

 

Sementara, Kasubag Humas Pasaman Barat, Adrizal yang dihubungi dan di SMS Padang Ekspres, tidak mengangkat handphone-nya kendati aktif. (fas/kid/ad)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Harapan Realistis di Piala Sudirman

PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Selasa, 21 Mei 2013

Kesejahteraan Dokter Minim

Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?

 

Dana Bantuan tak Kunjung Turun

Juluak lah rami-rami .................................!

 

Lareh Sago Halaban Berjaya

Rakyaik lai sejahtera lo................................?