- 13:48 WIB
- 14:00 WIB
- 14:00 WIB
- 13:59 WIB
- 13:58 WIB
- 13:57 WIB
- 13:46 WIB
- 13:47 WIB
- 13:43 WIB
- 13:44 WIB
Bupati Pasbar Dilaporkan ke KPK
Diduga Terima Gratifikasi, Massa Demo di Mabes Polri
Padang Ekspres • Kamis, 09/08/2012 11:32 WIB • • 2971 klik

Jakarta, Padek—Forum Rakyat Sumbar Antikorupsi Pejabat Daerah melaporkan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Baharuddin R ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di gedung KPK Jakarta, kemarin (8/8). Baharuddin dilaporkan terkait dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang pemberian izin tambang bijih besi di wilayah hutan lindung, yang kini tengah diusut Polda Sumbar.
”Kami meminta KPK memantau kasus yang telah diselidiki polisi ini, sebab ada indikasi kasus ini berjalan lambat.
Kami meminta KPK ambil alih kasus yang telah merugikan masyarakat Pasaman Barat ini,” kata Ketua Forum Rakyat Sumbar Antikorupsi Pejabat Daerah, Irwan usai menyampaikan laporan ke KPK. Sebelumnya, aktivis Forum Rakyat Antikorupsi Pejabat Daerah, juga berdemo di Mabes Polri mendesak Kapolri menuntaskan kasus ini.
Sebelum menyampaikan laporan, anggota Forum Rakyat Sumbar Anti-Korupsi Pejabat Daerah berjumlah 100 orang ini berunjuk rasa di depan Gedung KPK. Mereka membeber 13 dugaan kesalahan Baharuddin, mulai dari indikasi penyalahgunaan kewenangan pemberian izin tambang bijih besi di wilayah hutan lindung, sampai kejanggalan peruntukan dana bantuan sosial (bansos).
Baharuddin, menurut Irwan, diduga melanggar UU tentang Kehutanan dan UU tentang Mineral dan Batu Bara. Irwan menambahkan, laporan bersumber dari dua perusahaan yang dipermainkan kepala daerah dengan cara meminta gratifikasi, sehingga izin usaha pertama dicabut dan diberikan izin usaha kedua. Akibatnya, kedua belah pihak diminta memberikan gratifikasi kepada kepala daerah tersebut.
Bupati Pasbar Baharuddin R ketika dikonfirmasi Padang Ekspres melalui nomor handphone-nya tadi malam sekitar pukul 21.25, tidak diangkat. Begitu juga SMS Padang Ekspres, tidak dibalas.
Namun beberapa waktu lalu, Baharuddin membantah dirinya terlibat dalam kasus apa pun. Saat itu, katanya, tidak ada yang namanya pungutan uang dari pihak manapun, dan tudingan penyalahgunaan wewenang, termasuk uang salah satu koperasi.
Kepala Dinas Pertambangan Pasbar, Faizir Djohan saat dihubungi Padang Ekspres melalui handphone-nya tadi malam (8/8) sekitar pukul 22.04, juga mengaku tidak mengetahui soal kasus yang membelit atasannya. “Saya tidak mengetahui kasus tersebut. Tapi sepengetahuan saya, tidak ada satu pun tambang beroperasi di kawasan hutan lindung. Terlebih lagi, selama bupati sekarang (Baharuddin, red) tidak ada dikeluarkan izin tambang,” jelasnya.
Pemberian izin tambang, tambahnya, selalu berpijak pada UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Kalau ada tambang belum berizin sudah beroperasi, Faizir mempertanyakannya.
Sementara, Kasubag Humas Pasaman Barat, Adrizal yang dihubungi dan di SMS Padang Ekspres, tidak mengangkat handphone-nya kendati aktif. (fas/kid/ad)
[ Red/Administrator ]
Harapan Realistis di Piala Sudirman
PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Kesejahteraan Dokter Minim
Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?
Dana Bantuan tak Kunjung Turun
Juluak lah rami-rami .................................!
Lareh Sago Halaban Berjaya
Rakyaik lai sejahtera lo................................?