- 13:09 WIB
- 13:12 WIB
- 13:12 WIB
- 13:11 WIB
- 13:10 WIB
- 13:01 WIB
- 13:06 WIB
- 12:56 WIB
- 12:59 WIB
- 12:58 WIB
Dana Rehab Rekon Terancam
Gubernur: Huntap Mentawai Harus Tuntas Akhir Tahun
Padang Ekspres • Rabu, 08/08/2012 13:47 WIB • GUSTI AYU GAYATRI • 463 klik

Padang, Padek—Harapan warga Mentawai menempati hunian tetap (huntap) dalam waktu dekat ini tampaknya bakal sulit terealisasi. Rekomendasi izin pemanfaatan lahan pembangunan huntap dari Kementerian Kehutanan belum juga keluar.
Padahal, sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif menyebutkan izin pemanfaatan hutan tersebut telah ada dan pembangunan huntap tersebut dapat segera dimulai.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar mengaku belum dapat memastikan pembangunan huntap tersebut bakal direalisasikan, karena belum ada izin pemanfaatan hutan dari Kementerian Kehutanan yang diterima Provinsi Sumbar secara tertulis.
“Kami tak berani membangun huntap itu, tanpa rekomendasi Menteri Kehutanan,” ujar Kepala BPBD Sumbar Yazid Fadhli kepada Padang Ekspres, kemarin (7/8).
Dia menyebutkan, proses pembentukan kelompok masyarakat (pokmas) dan fasilitator telah selesai. Fasilitator juga telah melakukan verifikasi terhadap data korban gempa yang telah di-SK-kan bupati Mentawai. Sedangkan pematangan lahan untuk lokasi pembangunan huntap telah diprogramkan, namun belum ada kejelasan.
“Rehab rekon Mentawai saat ini tengah dalam proses, walau fisik huntapnya belum dibangun. Rencananya huntap itu akan dibangun 2.072 unit. Usai Lebaran nanti, kami akan latih tukang 100 orang untuk membangun huntap tersebut, sesuai dengan jumlah pokmas,” ujarnya.
Rencana awal, izin pemanfaatan lahan hutan itu akan keluar dari Menteri Kehutanan Juni lalu. Namun entah kenapa, sampai sekarang belum juga turun. “Kami berharap izin itu secepatnya disahkan DPR setelah disetujui Menteri Kehutanan,” ucapnya.
Dinas Kehutanan Sumbar sudah berupaya mengubah status lahan hutan dari hutan lindung menjadi hutan produksi yang akan digunakan untuk pembangunan huntap tersebut. Saat ini tim terpadu dari Kementerian Kehutanan yang terdiri dari perguruan tinggi, LSM, LIPI dan sejumlah ahli lingkungan lainnya sudah turun melihat langsung ke Mentawai.
“Kita sekarang menunggu laporan dari tim itu pada Kementrian Kehutanan, jika sudah ada hasilnya nanti akan diajukan pada DPR RI. Habis Lebaran ini, kami akan bangun huntap di areal yang tidak memerlukan izin Menteri Kehutanan, tapi kami masih ragu juga karena pembangunan huntap itu, harus dilakukan satu kesatuan,” ujarnya.
Di sisi lain, dana rehab rekon tersebut sudah harus terserap akhir Desember 2012. Sebab dananya sudah masuk dalam anggaran 2012. Katanya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan anggaran Rp 1,1 triliun untuk pembangunan infrastruktur, sosial, budaya.
Jumlah huntap, yang akan dibangun sebanyak 2.072 unit. Untuk tahap awal dialokasikan dana sebesar Rp 287 miliar. “Dalam pembangunannya kami akan melibatkan masyarakat dan pemerintah setempat. Dengan pola pemberdayaan mereka merasa memiliki sehingga mengusahakan bangunannya lebih baik,” ujarnya.
BNPB telah mengucurkan dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Mentawai sebesar Rp 486 miliar. Rinciannya, Rp 287 miliar untuk huntap lingkungan hidup dan sanitasi. Rp 200 miliar lagi untuk sektor ekonomi, sosial budaya dan lainnya.
Yazid mengatakan, huntap bagi korban gempa Mentawai itu akan dibuat dalam bentuk rumah kayu dan semipermanen, sesuai permintaan masyarakat.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengingatkan penyelenggara kegiatan rehab rekon menuntaskan pekerjaan huntap sebelum berakhirnya tahun anggaran. Jika tak selesai tepat waktu, sisa dana akan kembali ke pusat.
“Saya minta ini jadi perhatian PNS yang telah diberikan amanah. Saya tidak mau ada nanti pegawai Pemprov yang tidak mau ke Mentawai dengan alasan macam-macam. Jangan dibiarkan bolak-balik Mentawai Padang sebelum kerjanya selesai,” ujarnya.
Berita Padang Ekspres sebelumnya (29/6) lalu, Kepala BNPB Syamsu Maarif mengaku SK Pemanfaatan Hutan untuk Pembangunan Huntap telah disetujui Kementerian Kehutanan.
Dia menyebut rehab rekon Mentawai terlambat bukan karena keterlambatan keluarnya izin dari pusat, tapi karena ada perbedaan pendapat antara masyarakat terkait pola penanganan kegiatan rehab rekon. (ayu)
[ Red/Administrator ]
HIRUK pikuk ujian nasional (unas) seolah tidak ada habisnya.
Ketika publik menanti sikap tegas pemerintah seiring dengan amburadulnya pelaksanaan Unas 2013, muncul keputusan lain yang tak kalah mengejutkan. Yakni, sikap tegas pemerintah menghapus unas untuk level sekolah dasar (SD) dan sederajat. Ya, mulai tahun depan tidak ada lagi unas bagi siswa SD!
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Wako: Tertibkan Baliho
Mada bana, sapu habih se lai ..........!
Polda Diminta Usut Temuan BPK
Lai ndak adoh main mato ......................?
Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur
Bisa lo nyo luluih di lubang mancik tu........?