- 14:22 WIB
- 14:21 WIB
- 14:21 WIB
- 14:17 WIB
- 14:19 WIB
- 14:18 WIB
- 14:17 WIB
- 14:16 WIB
- 14:16 WIB
- 13:30 WIB
Kelok 9 untuk Mudik Berpolemik
Padang Ekspres • Rabu, 08/08/2012 13:44 WIB • • 1197 klik
.jpg)
Padang, Padek—Rencana penggunaan fly over Kelok 9 untuk mengurai kemacetan saat mudik Lebaran nanti, hingga kini belum jelas. Pemprov dengan DPRD Sumbar pun belum menemui kata sepakat soal penggunaan jalan tersebut.
“Secara teknis, kami belum tahu dari pihak pelaksana maupun dari pemprov, apakah fly over Kelok 9 sudah bisa digunakan selama mudik nanti atau tidak,” ungkap Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil kepada Padang Ekspres, kemarin, terkait persiapan Pemprov Sumbar menyambut arus mudik Lebaran 2012 ini.
Sebelumnya, Komisi III DPRD Sumbar meminta penggunaan fly over mudik nanti harus dikaji secara matang, karena masih dalam pengerjaan tahap II dan baru bisa dioperasionalkan 2013 mendatang.
Menanggapi prokontra itu, Yultekhnil menyarankan Pemprov Sumbar membuat perjanjian tertulis dengan pihak kontraktor, seputar pemanfaatan jalan itu selama mudik Lebaran. Perjanjian yang dimaksud sebagai jaminan keselamatan para pengguna fly over. Kondisi terkini, fly over masih dalam masa perawatan pihak kontraktor. “Kalau terjadi sesuatu di Kelok 9, siapa yang akan bertanggung jawab?” tanya politisi Demokrat tersebut.
Sekretaris Komisi III DPRD Sumbar, Israr Jalinus malah menyarankan penggunaan fly over Kelok 9 ditunda dulu, karena pembangunan megaproyek tersebut belum tuntas 100 persen. “Masih banyak yang harus dilengkapi pada ruas jalan Kelok 9 itu. Misalnya rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan. Ini dikhawatirkan kecelakaan banyak terjadi,” sebutnya.
Kondisi belum terpasangnya rambu jalan diketahui Israr saat memantau langsung pembangunan tahap II jembatan Kelok 9 di Kabupaten Limapuluh Kota belum lama ini. Meski Kelok 9 yang bernilai Rp 537 miliar itu bisa mengurai kepadatan lalu lintas saat mudik Lebaran nanti, kata Israr, risikonya dinilai lebih besar.
Anggota Komisi III lainnya, Bachtul juga mengimbau pelaksana proyek segera memasang rambu-rambu dan marka jalan bila memang akan digunakan saat mudik Lebaran.
“Untuk jembatan tahap I sebenarnya sudah dapat dipergunakan, namun Kementerian PU menginginkan dioperasikan setelah semua pembangunan rampung,” terangnya.
Melihat banyaknya permintaan masyarakat agar Kelok 9 dioperasikan, menurutnya, pihak kementerian bisa mempertimbangkan izin operasi jembatan tersebut.
Dalam kajian teknis Kementerian PU, menerangkan bahwa jembatan Kelok 9 mampu menampung rata-rata 6.800 unit kendaraan pada hari biasa dan 11.350 kendaraan sehari di hari libur.
Jembatan kelok 9 terdiri enam jembatan dengan panjang 970 km serta lebar 2,9 km jalan, menghabiskan dana sebesar Rp 537 miliar yang terdiri atas tahap I Rp 350 miliar dan tahap II, Rp 187 miliar. (zil)
[ Red/Administrator ]
DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang mengiringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
Siswa Luar Serbu Padang
Batambah macet Padang mah.....................................!
Angin Ribut Landa Solok
Hati-hati beko talendo..........................!
Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih
Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?