Rabu, 19 Juni 2013 - 10 Sya'ban 1434 H 19:59:46 WIB
RAKYAT SUMBAR

Kelok 9 untuk Mudik Berpolemik

Padang Ekspres • Rabu, 08/08/2012 13:44 WIB • • 1197 klik

 Pembangunan jembatan Kelok 9 yang belum tuntas 100 persen

Padang, Padek—Rencana penggunaan fly over Kelok 9 untuk mengurai kemacetan saat mudik Lebaran nanti, hingga kini belum jelas. Pem­prov dengan DPRD Sum­bar pun belum menemui kata se­pa­kat soal penggunaan jalan tersebut.

 

“Secara teknis, kami belum tahu dari pihak pelaksana maupun dari pemprov, apakah fly over Kelok 9 sudah bisa digunakan selama mudik nanti atau tidak,” ungkap Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil ke­pada Padang Ekspres, ke­ma­rin, terkait persiapan Pemprov Sumbar menyambut arus mu­dik Lebaran 2012 ini.

 

Sebelumnya, Komisi III DPRD Sumbar meminta peng­gu­naan fly over mudik nanti harus dikaji secara matang, karena masih dalam pe­nger­jaan tahap II dan baru bisa dio­perasionalkan 2013 men­da­tang.

 

Menanggapi prokontra itu, Yultekhnil menyarankan Pem­prov Sumbar membuat per­jan­jian tertulis dengan pihak kontraktor, seputar peman­faa­tan jalan itu selama mudik Lebaran. Perjanjian yang di­mak­sud sebagai jaminan kese­la­matan para pengguna fly over. Kondisi terkini, fly over masih dalam masa perawatan pihak kontraktor. “Kalau ter­jadi sesuatu di Kelok 9, siapa yang akan bertanggung ja­wab?” tanya politisi Demokrat ter­sebut. 

 

Sekretaris Komisi III DP­RD Sumbar, Israr Jalinus ma­lah menyarankan peng­gunaan fly over Kelok 9 ditunda dulu, karena pembangunan me­ga­proyek tersebut belum tuntas 100 persen. “Masih banyak yang harus dilengkapi pada ruas jalan Kelok 9 itu. Misalnya rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan. Ini dikhawatirkan kecelakaan banyak terjadi,” sebutnya.

 

Kondisi belum ter­pa­sa­ng­nya rambu jalan diketahui Israr saat memantau langsung pem­bangunan tahap II jem­batan Kelok 9 di Kabupaten Limapuluh Kota belum lama ini. Meski Kelok 9 yang bernilai Rp 537 miliar itu bisa me­ngu­rai kepadatan lalu lintas saat mudik Lebaran nanti, kata Israr, risikonya dinilai lebih besar.

 

Anggota Komisi III lainnya, Bac­htul juga mengimbau pe­lak­­sana proyek segera me­ma­sang rambu-rambu dan marka jalan bila memang akan di­gu­nakan saat mudik Le­baran.

 

“Untuk jembatan tahap I se­benarnya sudah dapat di­per­gu­nakan, namun Kementerian PU menginginkan dio­pe­ra­si­kan setelah semua pem­ba­ngu­nan rampung,” terangnya.

 

Melihat banyaknya per­min­taan masyarakat agar Ke­lok 9 dioperasikan, me­nu­rutnya, pi­hak kementerian bisa mem­per­timbangkan izin ope­rasi jem­batan tersebut.

 

Dalam kajian teknis Ke­men­te­rian PU, menerangkan bahwa jem­batan Kelok 9 mampu menampung rata-rata 6.800 unit kendaraan pada hari biasa dan 11.350 kendaraan sehari di hari libur.

 

Jembatan kelok 9 terdiri enam jembatan dengan pan­ja­ng 970 km serta lebar 2,9 km ja­lan, menghabiskan dana se­besar Rp 537 miliar yang ter­diri atas tahap I Rp 350 miliar dan tahap II, Rp 187 miliar. (zil)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Rabu, 19 Juni 2013

Siswa Luar Serbu Padang

Batambah macet Padang mah.....................................!


Angin Ribut Landa Solok

Hati-hati beko talendo..........................!


Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih

Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?