- 12:38 WIB
- 12:38 WIB
- 11:58 WIB
- 11:04 WIB
- 12:37 WIB
- 12:24 WIB
- 12:23 WIB
- 12:22 WIB
- 12:11 WIB
- 12:11 WIB
Anggaran Pendidikan Dasar Dipangkas Rp 8 Triliun
Sekolah di SD dan SMP Negeri Tetap Gratis
Padang Ekspres • Rabu, 08/08/2012 13:33 WIB • • 235 klik
Jakarta, Padek—Selama ini program pendidikan dasar (dikdas) banyak menyedot anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mulai dari rehab kelas rusak berat, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), hingga tunjangan sertifikasi guru. Namun, tiba-tiba mereka mengepras anggaran program dikdas tahun depan sebesar Rp 8 triliun.
Kebijakan pengeprasan anggaran dikdas ini terungkap dalam rapat kerja antara Kemendikbud dengan Komisi X DPR, kemarin (7/8). Dalam rapat ini terungkap bahwa anggaran program dikdas Kemendikbud tahun ini adalah Rp 18,169 triliun. Tahun depan anggaran tadi turun menjadi Rp 10,810 triliun.
Sejumlah anggota dewan sempat mengutarakan keterkejutannya terhadap kebijakan pemerintah tadi. Mereka terkejut, karena sampai sekarang proyek jumbo wajib belajar pendidikan dasar (wajar dikdas) 9 tahun belum tuntas. Selain itu, di sejumlah daerah pedalaman, masih ada laporan yang menyebutkan kekurangan unit SD dan SMP.
“Memang kita kurang anggaran dikdas. Tapi, tidak mempengaruhi program wajar dikdas 9 tahun,” ucap Mendikbud Mohammad Nuh usai rapat. Dia mengatakan, program wajar dikdas saat ini sudah hampir tuntas. Sehingga tidak memerlukan intervensi anggaran dari pemerintah pusat yang cukup besar.
Mantan Menkominfo itu menuturkan, program wajar dikdas 9 tahun meliputi pendidikan di jenjang SD dan SMP. Kemendikbud menyebut program wajar dikdas 9 tahun hampir tuntas, karena laporan rata-rata nasional angka partisipasi kasar (APK) SD/MI sudah lebih dari 100 persen. Sedangkan untuk APK jenjang SMP 98,2 persen.
Nuh menegaskan, masyarakat tidak perlu cemas dengan pengeprasan anggaran program dikdas yang dikelola Kemendikbud tadi. Sebab, anggaran yang dikepras itu tidak mengotak-atik pos anggaran untuk dana bantuan operasional sekolah (BOS) atau tunjangan sertifikasi guru SD dan SMP.
”Faktor yang membuat anggaran dikdas berkurang, karena program rehab ruang kelas rusak berat sudah tuntas,” katanya. Nuh mengatakan, tahun depan sudah tidak ada lagi anggaran untuk program rehab ruang kelas rusak berat.
Tahun depan Kemendikbud hanya mengalokasikan anggaran untuk program rehab sekolah rusak sedang dan ringan saja. “Tentu nilainya jauh lebih rendah dibandingkan dengan program rehab kelas rusak berat,” tegas dia.
Nuh juga mengatakan bahwa penurunan anggaran pendidikan dasar tidak akan mengganggu pembiayaan pendidikan yang dibebankan kepada guru. Menteri asal Surabaya itu menegaskan, SD dan SMP negeri tahun depan tetap dilarang memungut SPP dan uang pendidikan lainnya. (wan/jpnn)
[ Red/Administrator ]
SAAT meluncurkan Twitter pada 2006, Jack Dorsey tentu tak menginginkan media tersebut digunakan untuk memfitnah, menjatuhkan, atau membunuh karakter seseorang. Namun, Twitter memang memberikan ruang yang bebas kepada siapa pun untuk menyampaikan pendapat, informasi, atau apa pun tanpa sensor.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Polda Geledah Tempat Hiburan
Lai sobok nan dicari Ndan..........................................?
Komitmen Kapolda Dipertanyakan
Tancap gas lah Pak...............!
Warga Ancam Tuntut PT AMP
Pajuangan taruih sampai dapek...........!