Selasa, 21 Mei 2013 - 11 Rajab 1434 H 03:41:59 WIB
NASIONAL

Anggaran Pendidikan Dasar Dipangkas Rp 8 Triliun

Sekolah di SD dan SMP Negeri Tetap Gratis

Padang Ekspres • Rabu, 08/08/2012 13:33 WIB • • 235 klik

Jakarta, Padek—Selama ini pro­gram pendidikan dasar (dik­das) banyak menyedot ang­garan Kementerian Pen­didikan dan Kebudayaan (Ke­mendikbud). Mulai dari re­hab ke­las rusak berat, dana Ban­tuan Operasional Sekolah (BOS), hingga tunjangan serti­fikasi guru. Namun, tiba-tiba me­reka mengepras anggaran pro­gram dikdas tahun depan se­besar Rp 8 triliun.

 

Kebijakan pengeprasan anggaran dikdas ini terungkap da­lam rapat kerja antara Ke­men­dikbud dengan Komisi X DPR, kemarin (7/8). Dalam ra­pat ini terungkap bahwa ang­­g­aran program dikdas Ke­me­ndikbud tahun ini adalah Rp 18,169 triliun. Tahun depan anggaran tadi turun menjadi Rp 10,810 triliun.

 

Sejumlah anggota dewan sem­pat mengutarakan keter­kejutannya terhadap kebi­jakan pemerintah tadi. Mereka ter­kejut, karena sampai seka­rang pro­yek jumbo wajib belajar pen­didikan dasar (wajar dik­das) 9 tahun belum tuntas. Se­lain itu, di sejumlah daerah pe­dalaman, masih ada laporan yang menyebutkan keku­ra­ngan unit SD dan SMP.

 

“Memang kita kurang ang­ga­ran dikdas. Tapi, tidak mem­pe­ngaruhi program wajar dik­das 9 tahun,” ucap Men­dikbud Mohammad Nuh usai rapat. Dia mengatakan, program wa­jar dikdas saat ini sudah ham­pir tuntas. Sehingga tidak me­merlukan intervensi angga­ran dari pemerintah pusat yang cukup besar.

 

Mantan Menkominfo itu me­nuturkan, program wajar dik­das 9 tahun meliputi pen­didikan di jenjang SD dan SMP. Kemendikbud menyebut pro­gram wajar dikdas 9 tahun ham­pir tuntas, karena laporan ra­ta-rata nasional angka par­tisipasi kasar (APK) SD/MI sudah lebih dari 100 persen. Sedangkan untuk APK jenjang SMP 98,2 persen.

 

Nuh menegaskan, mas­yarakat tidak perlu cemas de­ngan pengeprasan anggaran pro­g­ram dikdas yang dikelola Kemendikbud tadi. Sebab, ang­garan yang dikepras itu ti­dak mengotak-atik pos ang­ga­ran untuk dana bantuan ope­rasional sekolah (BOS) atau tunjangan sertifikasi guru SD dan SMP.

 

”Faktor yang membuat ang­garan dikdas berkurang, ka­rena program rehab ruang ke­las rusak berat sudah tun­tas,” katanya. Nuh menga­takan, tahun depan sudah tidak ada lagi anggaran untuk program rehab ruang kelas rusak berat.

 

Tahun depan Kemen­dik­bud hanya mengalokasikan an­g­garan untuk program rehab sekolah rusak sedang dan ri­ngan saja. “Tentu nilainya jauh lebih rendah diban­ding­kan dengan program rehab ke­las rusak berat,” tegas dia.

 

Nuh juga mengatakan bah­wa penurunan anggaran pen­di­­dikan dasar tidak akan meng­­ganggu pembiayaan pen­di­­d­ikan yang dibebankan ke­pa­da guru. Menteri asal Su­rabaya itu me­negaskan, SD dan SMP n­e­geri ta­hun depan tetap dila­rang me­mungut SPP dan uang pen­didikan lainnya. (wan/jpnn)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Jangan Anggap Serius Twitter

SAAT meluncurkan Twitter pada 2006, Jack Dorsey tentu tak menginginkan media tersebut digunakan untuk memfitnah, menjatuhkan, atau membunuh karakter seseorang. Namun, Twitter memang memberikan ruang yang bebas kepada siapa pun untuk menyampaikan pendapat, informasi, atau apa pun tanpa sensor.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Senin, 20 Mei 2013

Polda Geledah Tempat Hiburan

Lai sobok nan dicari Ndan..........................................?

 

Komitmen Kapolda Dipertanyakan

Tancap gas lah Pak...............!

 

Warga Ancam Tuntut PT AMP

Pajuangan taruih sampai dapek...........!