- 11:04 WIB
- 11:02 WIB
- 11:39 WIB
- 11:34 WIB
- 11:31 WIB
- 11:29 WIB
- 10:57 WIB
- 11:03 WIB
- 10:56 WIB
- 10:42 WIB
Kunjungan Wisman Anjlok
Klaim Akibat Bencana dan Kriminalitas
Padang Ekspres • Rabu, 08/08/2012 11:35 WIB • GUSTI AYU GAYATRI • 381 klik

Padang, Padek—Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat menurun. Salah satu penyebabnya karena kerap terjadi bencana dan kriminalitas akhir-akhir ini. Kondisi tersebut membuat wisatawan takut untuk datang berwisata.
Association of the Indonesia Tour & Travel Agencies (Asita) Pusat mendesak pemerintah daerah dan jajaran aparat kepolisian mengatasi persoalan tersebut. Harapannya wisatawan tidak lagi takut berkunjung ke Sumbar. Sementara Wali Kota Padang Fauzi Bahar mensinyalir tingginya angka kriminalitas di Padang akibat ulah sindikat kejahatan.
Hal ini terungkap saat rapat bersama antara Pemprov Sumbar dan kepala daerah kota/kabupaten, Asita dan maskapai penerbangan di auditorium gubernuran.
“Saat ini tingkat kunjungan ke Sumbar menurun. Bencana yang kerap terjadi di Sumbar membuat wisatawan khawatir dengan keselamatan nyawa mereka. Aksi kejahatan di Sumbar khususnya di Padang semakin menjadi. Bahkan kemarin sudah ada wisatawan mancanegara dari Spanyol dirampok dekat hotelnya.
Kejadian itu, memberikan berdampak buruk bagi perkembangan pariwisata di Sumbar,” ujar Ketua Asita Pusat Asnawi Bahar.
Dia mendesak harus ada langkah antisipasi dari pemerintah daerah. Jika dibiarkan berlarut-larut, kunjungan wisatawan ke Sumbar semakin menurun.
“Promosi pariwisata tidak akan ada artinya, jika aparat keamanan tidak mampu membuat iklim keamanan bagi masyarakat dan wisatawan yang akan datang. Ini yang harus dijadikan prioritas untuk segera ditanggulangi. Bule Spanyol yang dijambret beberapa waktu lalu, adalah promosi negatif bagi dunia pariwisata Sumbar,” ucapnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, Burhasman Boer mengakui penurunan kunjungan wisatawan ke Sumbar akibat bencana. “Bencana silih berganti, makanya wisatawan takut ke sini. Kondisi itu diperparah lagi aksi kriminalitas di Sumbar belakangan ini. Jambret sudah meresahkan masyarakat dan membuat wisatawan ragu untuk datang,” ujarnya.
Burhasman Boer menyebut kunjungan wisatawan mancanegara menurun sekitar 8 persen. “Sebenarnya yang paling besar pengaruhnya adalah bencana. Kalau sudah bencana alam, tentu orang takut berkunjung,” ucapnya.
Kendati begitu, ia menegaskan akan tetap melakukan promosi pariwisata ke sejumlah daerah. “Kami sama sekali tidak menghentikan promosi. Kami terus berusaha meyakinkan wisatawan bahwa Sumbar layak menjadi tempat destinasi wisata karena memiliki alam yang sangat indah. Kita tentu berharap, promosi yang kami lakukan saat ini, dapat mendongkrak tingkat kunjungan wisata ke Sumbar,” tegasnya.
Wali Kota Padang Fauzi Bahar mengakui tingginya krimininalitas di Padang. Kondisi ini makin meresahkan karena belum satu pun pelaku kejahatan tersebut yang tertangkap. “Angka kejahatan memang tinggi. Saya berharap pemerintah provinsi dan kota/kabupaten serta Polda Sumbar mengadakan pertemuan untuk membahas persoalan ini secepatnya. Saya mensinyalir kejahatan ini dikoordinir oleh kelompok tertentu dan merupakan sindikat,” ujarnya.
Orang nomor satu di Padang itu mengatakan, pelaku kejahatan tersebut harus ditangkap sehingga masyarakat dan wisatawan merasa aman.
“Perbuatan mereka tak bisa didiamkan. Pelakunya harus ditangkap. Sudah ada nyawa yang melayang akibat aksi perampokan dan pejambretan tersebut. Jangan sampai ada lagi korban jiwa akibat aksi perampok dan pejambretan tersebut. Ini tidak akan terjadi, apabila sistem keamanan kita, tidak lemah,” tuturnya.
Fauzi berencana menyebar 50 orang untuk mengendus sindikat aksi kejahatan tersebut. Mereka akan menggunakan pakaian preman agar tidak mudah diidentifikasi. “Siapa pelaku harus terungkap, apakah pelakunya orang sini atau orang luar yang datang ke sini. Dalam menjalankan aksinya mereka terbilang berani. Sudah ada korbannya kemarin, besoknya mereka beraksi lagi. Saya berharap pelaku kejahatan itu bisa tertangkap. Memang ini sangat ironis sekali karena sudah ada korban jiwa,” ujarnya.
Fauzi menyebutkan tanggung jawab menjaga keamanan tak bisa hanya dibebankan pada aparat kepolisian saja, masyarakat juga harus ikut berpartisipasi membantu aparat kepolisian mengungkap pelaku aksi kejahatan tersebut.
“Dengan adanya partisipasi semua pihak, tentunya pelaku akan mudah tertangkap,” pungkasnya. (ayu)
[ Red/Administrator ]
Hari ini pengumuman ujian nasional (UN) SMA sederajat 2013 diumumkan kepada siswa. Rekapitulasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ada 2.678.575 siswa dinyatakan lulus ujian. Sedangkan 8.851 siswa lainnya divonis gagal atau tidak lulus. Di tingkat provinsi, Sumatera Barat tak masuk sepuluh besar nasional, jauh kalah dari Bali yang menempatkan 5 siswanya di 12 besar tertinggi dengan nilai UN murni.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus
Kan di sakola ndak adoh diajakan maliang doh..........................................!
Masyarakat Sipil Meradang
Maju taruih.................................................!
Panwaslu Cuek, LSM Kapak Lanjut ke Pusat
Patuik didukuang tu.......................................!