Sabtu, 25 Mei 2013 - 15 Rajab 1434 H 05:49:03 WIB
RAKYAT SUMBAR

Kunjungan Wisman Anjlok

Klaim Akibat Bencana dan Kriminalitas

Padang Ekspres • Rabu, 08/08/2012 11:35 WIB • GUSTI AYU GAYATRI • 383 klik

Dua wisatawan mancanegara menikmati indahnya Bukit Gado-gado Kota Padang.

Padang, Padek—Tingkat kun­jungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat menurun. Salah satu penyebabnya karena kerap terjadi bencana dan kri­mi­nalitas akhir-akhir ini. Kon­disi tersebut membuat wi­satawan takut untuk datang berwisata.

 

Association of the Indonesia Tour & Travel Agencies (Asita) Pusat mendesak pemerintah daerah dan jajaran aparat ke­po­lisian mengatasi persoalan ter­se­but. Harapannya wisatawan tidak lagi takut berkunjung ke Sumbar. Sementara Wali Kota Padang Fauzi Bahar mensinyalir ting­ginya angka kriminalitas di Pa­dang akibat ulah sindikat ke­ja­hatan.

 

Hal ini terungkap saat rapat ber­sama antara Pemprov Sum­bar dan kepala daerah kota/kabupaten, Asita dan maskapai penerbangan di auditorium gu­ber­nuran.

 

“Saat ini tingkat kunjungan ke Sumbar menurun. Bencana yang kerap terjadi di Sumbar mem­buat wisatawan khawatir dengan kese­lamatan nyawa mereka. Aksi keja­hatan di Sumbar khususnya di Pa­dang semakin menjadi. Bahkan kemarin sudah ada  wisatawan mancanegara dari Spanyol  diram­pok dekat hotelnya.

 

Kejadian itu, memberikan berdampak buruk bagi  per­kembangan pariwisata di Sum­bar,” ujar Ketua Asita Pusat Asnawi Bahar.

 

Dia mendesak harus ada lang­kah antisipasi dari pe­merintah daerah. Jika di­biar­kan berlarut-larut, kunjungan wisatawan ke Sumbar semakin menurun. 

 

“Promosi pariwisata tidak akan ada artinya, jika aparat keamanan tidak mampu mem­buat iklim keamanan bagi masyarakat dan wisatawan yang akan datang. Ini yang harus  dijadikan prioritas un­tuk segera ditanggulangi. Bule Spanyol yang dijambret be­be­rapa waktu lalu, adalah pro­mosi negatif bagi dunia pa­ri­wisata Sumbar,” ucapnya.

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, Bur­hasman Boer mengakui pe­nurunan kunjungan wisa­ta­wan ke Sumbar akibat ben­cana. “Bencana silih berganti, makanya wisatawan takut ke sini. Kondisi itu diperparah lagi aksi kriminalitas di Sum­bar belakangan ini. Jam­bret sudah meresahkan mas­yara­kat dan membuat wisa­tawan ragu untuk datang,” ujarnya.

 

Burhasman Boer me­nye­but kunjungan wisa­tawan man­­­canegara menurun sekitar 8 persen. “Sebenarnya yang pa­ling besar pengaruhnya ada­lah bencana. Kalau sudah ben­cana alam, tentu orang ta­kut berkunjung,” ucapnya.

 

Kendati begitu, ia me­ne­gas­kan akan tetap me­lakukan pro­mosi pariwisata ke sejumlah daerah. “Kami sama sekali tidak menghentikan promosi. Kami terus berusaha meyakinkan wisatawan bahwa Sumbar layak menjadi tempat destinasi wisata karena me­mi­liki alam yang sangat indah. Kita tentu berharap, promosi yang kami lakukan saat ini, dapat mendongkrak tingkat kunjungan wisata ke Sumbar,” tegasnya.

 

Wali Kota Padang Fauzi Bahar mengakui tingginya krimininalitas di Padang. Kon­disi ini makin meresahkan ka­rena belum satu pun pelaku kejahatan tersebut yang ter­tangkap. “Angka kejahatan memang tinggi. Saya berharap pemerintah provinsi dan kota/kabupaten serta Polda Sumbar mengadakan pertemuan un­tuk membahas persoalan ini se­cepatnya. Saya mensinyalir kejahatan ini dikoordinir oleh kelompok tertentu dan me­rupakan sindikat,” ujarnya.

 

Orang nomor satu di Pa­dang itu mengatakan, pelaku kejahatan tersebut harus  dita­ng­kap sehingga masyarakat dan wisatawan merasa aman.

 

“Perbuatan mereka tak bisa didiamkan. Pelakunya harus ditangkap. Sudah ada nyawa yang melayang akibat aksi perampokan dan pe­jam­bre­tan tersebut. Jangan sam­pai ada lagi korban jiwa akibat aksi perampok dan pejam­bretan tersebut. Ini tidak akan terjadi, apabila sistem kea­ma­nan kita, tidak lemah,” tutur­nya.

 

Fauzi berencana menyebar 50 orang untuk mengendus sin­dikat aksi kejahatan ter­se­but. Mereka akan meng­gu­na­kan pakaian preman agar tidak mudah diiden­ti­fikasi. “Siapa pelaku harus terungkap, apa­kah pelakunya orang sini atau orang luar yang datang ke sini. Dalam men­jalankan aksinya me­reka ter­bilang berani. Su­dah ada kor­bannya kemarin, besoknya mereka beraksi lagi. Saya ber­harap pelaku keja­ha­tan itu bisa tertangkap. Me­ma­ng ini sangat ironis se­kali karena sudah ada korban ji­wa,” ujarnya.

 

Fauzi menyebutkan tang­gung jawab menjaga kea­ma­nan tak bisa hanya dibe­bankan pada aparat kepolisian saja, masyarakat juga harus ikut berpartisipasi membantu apa­rat kepolisian mengungkap pe­laku aksi kejahatan tersebut.

 

“Dengan adanya par­ti­si­pa­si semua pihak, tentunya pe­laku akan mudah ter­ta­ng­kap,” pungkasnya. (ayu)

 

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Ujian Nasional

Hari ini pengumuman ujian nasional (UN) SMA sederajat 2013 diumumkan kepada siswa. Rekapitulasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemen­dikbud) ada 2.678.575 siswa dinyatakan lulus ujian. Sedangkan 8.851 siswa lainnya divonis gagal atau tidak lulus. Di tingkat provinsi, Sumatera Barat tak masuk sepuluh besar nasional, jauh kalah dari Bali yang menempatkan 5 siswanya di 12 besar tertinggi dengan nilai UN murni.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Jumat, 24 Mei 2013

Tiga Polisi Diduga Gelapkan Mobil

Tungkek mambaok rabah mah ...........!

 

Anak Nagari Manggopoh Demo

Jaan amuah dikicuah lai..........................!

 

Masyarakat Sipil Cecar Kajati

Biasonyo rakyaik badarai nan kanai caca taruih.............................................................!