- 04:49 WIB
- 04:48 WIB
- 04:47 WIB
- 04:46 WIB
- 04:45 WIB
- 13:09 WIB
- 13:12 WIB
- 13:12 WIB
- 13:11 WIB
- 13:10 WIB
Swasembada Kedelai Mesti Konkret
Padang Ekspres • Senin, 06/08/2012 14:09 WIB • • 215 klik
Jakarta, Padek—Menteri Pertanian (Mentan) kembali berkoar-koar bisa melakukan swasembada kedelai pada 2014. Padahal, hingga kini masalah lahan dan rendahnya harga jual menjadi kendala utama peningkatan produksi komoditi tersebut. Suswono mengatakan, pihaknya terus berusaha menggenjot produksi kedelai dalam negeri guna mencapai target swasembada. Menurutnya, langkah awal yang dilakukan dengan menyiapkan tambahan lahan untuk produksi.
Menurut dia, pihaknya sudah berdiskusi dengan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Hendarman Supandji untuk bisa memanfaatkan tanah telantar yang jumlahnya mencapai 7,5 juta hektare. Kementerian Pertanian, kata Suswono, sudah dijanjikan akan diberikan 2 juta hektare tanah untuk meningkatkan produksi pertanian. Ironisnya, saat ini baru 13 ribu hektare tanah telantar yang statustusnya clear and clean.
“Kita sudah diskusi selama kurang lebih satu bulan untuk pemanfaatan lahan telantar. Apalagi petani kita kan lahannya sempit dan harus bersaing dengan petani-petani raksasa dari Amerika,” papar Suswono, kemarin. Selain itu, hambatan paling besar terhadap produksi kedelai dalam negeri, yakni kurangnya minat petani untuk menanam kedelai karena harganya murah.
Suswono mengatakan, produksi jagung per hektarenya bisa mencapai 7-8 ton bahkan ada yang sampai 9 ton. Dengan harga Rp 2.300 per kg, para petani bisa menghasilkan Rp 18 juta per hektare. Ini berbeda dengan kedelai. Dengan luasan lahan yang sama, petani hanya bisa memproduksi 2 ton. Jika harganya Rp 5 ribu per kg mereka hanya bisa dapatkan Rp 10 juta sekali panen.
“Idealnya, harga untuk kedelai satu setangah kali harga beras. Dengan harga tersebut sudah dipastikan margin keuntungan akan sangat bagus,” katanya.
Menurutnya, berdasar penelitian Litbang Kementan, produksi kedelai bisa mencapai 2,7 juta ton per hektare. Tapi sekarang ini rata-rata produksi nasional 1,5 juta ton. Karena itu, pihaknya akan melakukan roadmap ulang.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Achmad Suryana mengakui, produktivitas kedelai nasional dalam lima tahun terakhir stagnan. Saat ini, produksi kedelai nasional hanya 779.000 ton per tahun, sementara kebutuhan nasional 2,2 juta ton per tahun. “Lebih banyak impornya,” katanya.
Suryana mengatakan, situasi itu terjadi lantaran banyak faktor, seperti peningkatan jumlah penduduk, alih fungsi lahan pertanian dan rendahnya harga kedelai.
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan, keinginan pemerintah untuk bisa swasembada kedelai pada 2014 hanya mimpi. Pasalnya, kebijakan pemerintah tidak pro terhadap peningkatan dan kesejahteraan petani. “Kalau kebijakannya masih seperti sekarang, rasa-rasanya kayak mimpi, kecuali ada upaya langsung yang fundamental. Yang penting itu langkah konkret, bukan omong doang (omdo),” katanya.
Enny mencontohkan, kebijakan pembebasan bea masuk (BM) impor kedelailah yang membuat produksi kedelai nasional sulit meningkat. Padahal, BM itu bisa digunakan untuk pemberian insentif benih kualitas unggul guna memperbaiki hasil kedelai.(jpnn)
[ Red/Administrator ]
HIRUK pikuk ujian nasional (unas) seolah tidak ada habisnya.
Ketika publik menanti sikap tegas pemerintah seiring dengan amburadulnya pelaksanaan Unas 2013, muncul keputusan lain yang tak kalah mengejutkan. Yakni, sikap tegas pemerintah menghapus unas untuk level sekolah dasar (SD) dan sederajat. Ya, mulai tahun depan tidak ada lagi unas bagi siswa SD!
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Wako: Tertibkan Baliho
Mada bana, sapu habih se lai ..........!
Polda Diminta Usut Temuan BPK
Lai ndak adoh main mato ......................?
Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur
Bisa lo nyo luluih di lubang mancik tu........?