Kamis, 20 Juni 2013 - 11 Sya'ban 1434 H 01:03:52 WIB
PRO SUMBAR

Giliran Bule Spanyol Dijambret

Belum Berhasil Menangkap, Polresta Sebar Imbauan

Padang Ekspres • Senin, 06/08/2012 12:14 WIB • • 1211 klik

Salah satu spanduk imbauan awas jambret terpasang di Jl Sudirman

Padang, Padek—Keseriusan aparat kepo­li­sian menyikat kawanan pejambret di Pa­dang terus ditagih. Hingga kemarin (5/8), be­lum seorang pun bandit-bandit jalanan itu ber­hasil ditangkap. Aparat kepolisian malah me­masang spanduk-spanduk imbauan ke­pada masyarakat waspada aksi jambret.

 

Teranyar, giliran warga negara asing (WNA) asal Spanyol bernama Tamara, 24, men­jadi korban jambret.

 

Kejadian berlangsung Sabtu (4/8), sekitar pukul 22.30 itu, ber­awal ketika Tamara bersama te­­mannya, Gonzales, 28, berja­lan dari arah The Alana Hotel me­nuju penginapannya di Hotel Emmanuel, Jl Hayam Wu­ruk.

 

Ketika sampai di Jalan Ban­dar Gereja, Kecamatan Pa­dang Barat, keduanya dipepet sepeda motor bermuatan tiga orang. Be­lum hilang rasa terkejut kedua bu­le itu, salah seorang pelaku lang­sung merampas tas korban. Kor­ban hanya bisa terpaku melihat tas berisi handphone BlackBerry, dolar, credit card, paspor dan uang tunai Rp 800 ribu dibawa kabur pelaku ke arah Pantai Padang.

 

Veo su cara, y creo que to­dos ellos son ni’tos (Saya m­e­lihat wajah mereka, dan saya pi­kir mereka adalah anak-anak, red),” ucap Tamara ketika mela­por ke pe­tugas SPKT Polresta Pa­dang, Sabtu (4/8) malam.

 

Kanit III SPKT Polresta Pa­dang, Ipda Sugeng Riadi me­nye­butkan, berkasnya sudah dise­rah­kan ke Bagian Reskrim Pol­resta Padang.

 

Bagaimana dengan kasus jam­bret yang mengakibatkan te­was­nya guru SMA Semen Pa­dang bernama Zuraida? “Ka­sus ter­sebut masih dalam lidik. Un­tuk mengungkap siapa pela­ku­nya, kami masih berusaha me­ngum­pulkan keterangan dari sak­si-saksi kejadian,” kata Ka­pol­resta Pa­dang, Kombes Polisi M Seno Putro didampingi Kasat Res­krim, Kom­pol Iwan Aryandi ke­pada Padang Ekspres, kem­a­rin (5/8).

 

Seno mengimbau mas­yara­kat, terutama pengendara roda dua maupun roda empat lebih ber­hati-hati saat membawa ba­rang-barang berharga. “Mas­ya­ra­kat harus waspada terhadap ak­si kejahatan di jalan raya, dan se­­baiknya menghindari mem­ba­wa barang-barang yang ber­har­ga,” harap Seno.

 

Untuk menekan aksi keja­ha­tan terutama jambret, Pol­resta Pa­­d­ang juga menyebar span­duk-spanduk berupa im­bauan ke­­amanan dan ketertiban mas­ya­­rakat (Kamtibmas) kepada mas­yarakat. Spanduk tersebut di­­pasang di beberapa perem­pa­tan jalan, seperti di perem­patan J­a­lan Jati-Sawahan dan Ma­pol­res­ta Padang. “Saya juga menge­rah­kan beberapa personel dari ops, intel, reskrim berpatroli secara terbuka dan tertutup,” tuturnya.

 

Maraknya aksi jambret me­nuai tanggapan beragam dari follower (pengguna twitter) Pa­dang Ekspres (@pa­dang­eks­pres). Penghuni dunia maya itu meminta polisi menjaga tempat-tempat rawan kriminal. “Polisi harus bersiaga di tempat-tempat tertentu yang diduga rawan,” tulis Roni Tri Noveta. “Harus waspada kapan pun dan di mana pun,” sambung Rifchy Putra. Se­dang­kan Angah Nono, men­g­ha­rap­­kan warga yang harus me­nyi­kapi dirinya sendiri. Ala­sannya, ti­dak mungkin warga harus di­ka­wal satu per satu oleh pihak ke­polisian.

 

Ketua DPD KNPI Kota Pa­dang Andre Algamar me­minta pe­­muda atau organisasi kepe­mu­­daan yang tergabung dalam KNPI meningkatkan kewaspa­da­an. Pemuda diminta menci­p­ta­kan suasana nyaman. “K­e­sia­gaan pemuda harus diting­katkan hing­ga ke rukun tetangga (RT). Jika pe­muda sudah kom­pak dan me­miliki visi yang sama, tentu akan membantu peme­rintah dalam menjaga keama­nan,” ujar Andre di kantor KNPI Padang, kemarin. (rdi/ad/ek/b)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Rabu, 19 Juni 2013

Siswa Luar Serbu Padang

Batambah macet Padang mah.....................................!


Angin Ribut Landa Solok

Hati-hati beko talendo..........................!


Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih

Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?