- 14:22 WIB
- 14:21 WIB
- 14:21 WIB
- 14:17 WIB
- 14:19 WIB
- 14:18 WIB
- 14:17 WIB
- 14:16 WIB
- 14:16 WIB
- 13:30 WIB
Giliran Bule Spanyol Dijambret
Belum Berhasil Menangkap, Polresta Sebar Imbauan
Padang Ekspres • Senin, 06/08/2012 12:14 WIB • • 1211 klik

Padang, Padek—Keseriusan aparat kepolisian menyikat kawanan pejambret di Padang terus ditagih. Hingga kemarin (5/8), belum seorang pun bandit-bandit jalanan itu berhasil ditangkap. Aparat kepolisian malah memasang spanduk-spanduk imbauan kepada masyarakat waspada aksi jambret.
Teranyar, giliran warga negara asing (WNA) asal Spanyol bernama Tamara, 24, menjadi korban jambret.
Kejadian berlangsung Sabtu (4/8), sekitar pukul 22.30 itu, berawal ketika Tamara bersama temannya, Gonzales, 28, berjalan dari arah The Alana Hotel menuju penginapannya di Hotel Emmanuel, Jl Hayam Wuruk.
Ketika sampai di Jalan Bandar Gereja, Kecamatan Padang Barat, keduanya dipepet sepeda motor bermuatan tiga orang. Belum hilang rasa terkejut kedua bule itu, salah seorang pelaku langsung merampas tas korban. Korban hanya bisa terpaku melihat tas berisi handphone BlackBerry, dolar, credit card, paspor dan uang tunai Rp 800 ribu dibawa kabur pelaku ke arah Pantai Padang.
“Veo su cara, y creo que todos ellos son ni’tos (Saya melihat wajah mereka, dan saya pikir mereka adalah anak-anak, red),” ucap Tamara ketika melapor ke petugas SPKT Polresta Padang, Sabtu (4/8) malam.
Kanit III SPKT Polresta Padang, Ipda Sugeng Riadi menyebutkan, berkasnya sudah diserahkan ke Bagian Reskrim Polresta Padang.
Bagaimana dengan kasus jambret yang mengakibatkan tewasnya guru SMA Semen Padang bernama Zuraida? “Kasus tersebut masih dalam lidik. Untuk mengungkap siapa pelakunya, kami masih berusaha mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi kejadian,” kata Kapolresta Padang, Kombes Polisi M Seno Putro didampingi Kasat Reskrim, Kompol Iwan Aryandi kepada Padang Ekspres, kemarin (5/8).
Seno mengimbau masyarakat, terutama pengendara roda dua maupun roda empat lebih berhati-hati saat membawa barang-barang berharga. “Masyarakat harus waspada terhadap aksi kejahatan di jalan raya, dan sebaiknya menghindari membawa barang-barang yang berharga,” harap Seno.
Untuk menekan aksi kejahatan terutama jambret, Polresta Padang juga menyebar spanduk-spanduk berupa imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada masyarakat. Spanduk tersebut dipasang di beberapa perempatan jalan, seperti di perempatan Jalan Jati-Sawahan dan Mapolresta Padang. “Saya juga mengerahkan beberapa personel dari ops, intel, reskrim berpatroli secara terbuka dan tertutup,” tuturnya.
Maraknya aksi jambret menuai tanggapan beragam dari follower (pengguna twitter) Padang Ekspres (@padangekspres). Penghuni dunia maya itu meminta polisi menjaga tempat-tempat rawan kriminal. “Polisi harus bersiaga di tempat-tempat tertentu yang diduga rawan,” tulis Roni Tri Noveta. “Harus waspada kapan pun dan di mana pun,” sambung Rifchy Putra. Sedangkan Angah Nono, mengharapkan warga yang harus menyikapi dirinya sendiri. Alasannya, tidak mungkin warga harus dikawal satu per satu oleh pihak kepolisian.
Ketua DPD KNPI Kota Padang Andre Algamar meminta pemuda atau organisasi kepemudaan yang tergabung dalam KNPI meningkatkan kewaspadaan. Pemuda diminta menciptakan suasana nyaman. “Kesiagaan pemuda harus ditingkatkan hingga ke rukun tetangga (RT). Jika pemuda sudah kompak dan memiliki visi yang sama, tentu akan membantu pemerintah dalam menjaga keamanan,” ujar Andre di kantor KNPI Padang, kemarin. (rdi/ad/ek/b)
[ Red/Administrator ]
DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang mengiringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
Siswa Luar Serbu Padang
Batambah macet Padang mah.....................................!
Angin Ribut Landa Solok
Hati-hati beko talendo..........................!
Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih
Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?