- 12:38 WIB
- 12:38 WIB
- 11:58 WIB
- 11:04 WIB
- 12:37 WIB
- 12:24 WIB
- 12:23 WIB
- 12:22 WIB
- 12:11 WIB
- 12:11 WIB
BNPB Pantau Rencana Pembangunan Shelter
Padang Ekspres • Senin, 06/08/2012 12:09 WIB • • 504 klik

Padang, Padek—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bakal meninjau kesiapan Pemerintah Provinsi Sumbar memulai pembangunan shelter tsunami. Rencananya, tim BNPB turun ke lapangan tanggal 28 Agustus mendatang.
“Jika Sumbar telah siap, BNPB akan mewujudkan pembangunan shelter tahun 2013 mendatang sebesar Rp 1 triliun. Peninjauan ini dipimpin langsung Kepala BNPB Syamsul Ma’arif,” kata Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim saat berbuka puasa bersama di rumah dinasnya, Sabtu ( 4/8).
Buka puasa bersama ini sekaligus membubarkan panitia malewakan gala Syamsul Ma’arif dan rencana pembuatan majalah BNPB. Tim juga akan melihat bagaimana peranan serta ninik mamak dalam rencana pembangunan shelter tersebut.
Peninjauan tersebut untuk melihat kesiapan perangkat keras dan perangkat lunak pembangunan shelter. “Tahun 2013 akan dimulai peletakan batu pertama pembangunan shelter. Untuk memberikan edukasi pada masyarakat tersebut, kami berencana akan memanfaatkan permainan anak nagari sebagai media edukasi mitigasi bencana,” ucapnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Yazid Fadhli mengatakan, tim BNPB akan turun di 6 kabupaten dan kota di luar Mentawai. “Tim BNPB akan melihat kepastian lahan pembangunan shelter dan peran serta ninik mamak. Soal kepastian dana dari BNPB memang belum ada. Rencana kepastian dana itu, baru akan dimatangkan setelah Lebaran nanti,” ujarnya.
Dari data BPBD Sumbar, sekitar 921 ribu jiwa masyarakat Sumbar berada dalam zona merah gempa dan tsunami. Tiga langkah mitigasi tsunami dengan memperbanyak jalur evakuasi, membuat shelter di persimpangan jalan dan shelter alam.
Yazid mengatakan, pembangunan jalur evakuasi di enam daerah pesisir sepanjang 267 km (lihat grafis). “Total ruas jalan 172 km dan menghabiskan anggaran Rp 367,5 miliar. Kota Pariaman tidak mengajukan usulan untuk rencana pembangunan jalur evakuasi,” ujarnya. (ayu)
[ Red/Administrator ]
SAAT meluncurkan Twitter pada 2006, Jack Dorsey tentu tak menginginkan media tersebut digunakan untuk memfitnah, menjatuhkan, atau membunuh karakter seseorang. Namun, Twitter memang memberikan ruang yang bebas kepada siapa pun untuk menyampaikan pendapat, informasi, atau apa pun tanpa sensor.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Polda Geledah Tempat Hiburan
Lai sobok nan dicari Ndan..........................................?
Komitmen Kapolda Dipertanyakan
Tancap gas lah Pak...............!
Warga Ancam Tuntut PT AMP
Pajuangan taruih sampai dapek...........!