- 12:23 WIB
- 12:22 WIB
- 12:22 WIB
- 12:21 WIB
- 12:20 WIB
- 12:19 WIB
- 12:18 WIB
- 12:17 WIB
- 12:16 WIB
- 12:15 WIB
Tarif Angkutan Lebaran tak Naik
Mudrika: Moda Darat Bisa Angkut 2 Juta orang
Padang Ekspres • Senin, 06/08/2012 11:56 WIB • GUSTI AYU GAYATRi & WILIAN • 646 klik

Padang, Padek—Kabar gembira bagi pengguna transportasi umum untuk mudik Lebaran. Pada tahun ini, Dinas Perhubungan Sumbar menyatakan tidak ada kenaikan tarif angkutan saat mudik. Hanya saja, kebijakan pemerintah sering tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan karena lemahnya pengawasan.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan, Informatika dan Telekomunikasi Mudrika didampingi Kepala Bidang Teknik Sarana dan Keselamatan Angkutan Darat, Con Aspi kepada Padang Ekspres baru-baru ini.
“Personel Dinas Perhubungan termasuk kota dan kabupaten yang diturunkan untuk kelancaran angkutan Lebaran sebanyak 450 orang. Kami akan turunkan tim pemantau kondisi arus lalu lintas dan tarif angkutan lebaran 1433 H mulai dari H-7 sampai H+7. Tidak ada kenaikan tarif angkutan saat mudik,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan mudik jalur darat dan udara, Dinas Perhubungan Sumbar bersama Pelni membuka kapal penumpang rute Padang-Jakarta dan sebaliknya. Ada empat kapal yang beroperasi; KM Lawit (kapasitas 920 orang) dengan rute Jakarta-Padang-Sibolga, KM Sejahtera Jaya (40 orang) Padang Nias-Aceh, KM Samudera (30 orang) dengan tujuan Padang-Mentawai-Bengkulu.
Untuk rute Padang-Mentawai, PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) ada dua angkutan Lebaran; KM Simasin (kapasitas 110 orang) dengan rute Siberut/Sikabalauan, KM Sumber Rezeki (175 orang) dengan rute Sioban/Tuapejat. Di Pelabuhan Bungus, KM Ambu-Ambu (350 orang) dengan tujuan Tuapejat- Sikakap-Siberut.
“Kami akan tambah satu unit kapal navigasi lagi untuk mengangkut pemudik dari Mentawai ke Padang dan sebaliknya. Memang ada 2 kapal perintis (KM Simasin dan KM Sumber Rezeki) ke Mentawai, tapi tidak masuk ke pulau-pulau terkecil. Makanya kami perbantukan satu kapal navigasi ke sana,” ucapnya.
Untuk tahun 2013 mendatang, kata Mudrika, Mentawai akan ada tambahan satu unit kapal Roro dengan kapasitas 500 Dwt (bobot mati). Jadi terhitung 2013 mendatang, sudah ada 3 kapal yang akan mengangkut penumpang dari Padang ke Mentawai dan Mentawai ke Padang. Sedangkan kapal navigasi yang diperbantukan tersebut kapasitasnya 1.000 Dwt.
“Kami sebetulnya cadangkan dua unit kapal navigasi. Tapi kemungkinan yang kami turunkan itu hanya satu unit saja. Ini berdasarkan pengalaman tahun lalu, dari dua unit yang kami cadangkan, hanya satu unit yang dapat termanfaatkan. Karena tidak terjadi peningkatan arus mudik dari Padang ke Mentawai dan dari Mentawai ke Padang,” katanya. Kapal cadangan itu KM Muci berkapasitas 150 penumpang, Kapal Basarnas 70 penumpang, kapal Airud 40 penumpang.
Siap Beroperasi
Mudrika menegaskan, seluruh moda (darat, laut dan udara) telah siap beroperasi sebagai angkutan Lebaran pada H-7 dan H+7 Lebaran dalam kondisi prima.
Untuk angkutan kota antarprovinsi (AKAP) ada 523 bus, AKDP 1.927 bus. Untuk angkutan cadangan disiapkan bus pariwisata 52 unit dan angkutan sewa 265 bus. “Jika seluruhnya beroperasi, mampu mengangkut 2.069.944 orang,” kata Mudrika.
Untuk kereta api dioperasikan 3 unit. Untuk jalur udara, masing-masing maskapai membuka penerbangan tambahan (extra flight) pada H-7 dan H+7. Seperti Garuda Indonesia akan melakukan penerbangan 5 kali sebelum Lebaran dan 8 kali setelah Lebaran.
Untuk Lion Air melakukan 1 kali penerbangan sehari dan Batavia akan melakukan 5 kali penerbangan dari H-7 sampai dengan H+7. “Kita juga minta instansi terkait, seperti Dinas Prasjal Tarkim membantu kelancaran angkutan darat seperti melakukan perbaikan jalur alternatif, Polri untuk pengamanan arus kendaraan, puskesmas, Dinas Perhubungan kabupaten/kota bekerja sama membantu keamanan dan kenyaman mudik,” pinta Mudrika.
Dia juga mengimbau seluruh pengusaha/operator angkutan darat, laut dan udara melakukan pemeriksaan, perbaikan, cek fisik serta perlengkapan angkutan demi kenyamanan pengguna jasa angkutan tersebut.
Untuk pemudik yang menggunakan jalur darat, diingatkan menghindari lokasi rawan macet dan longsor. Dinas Perhubungan Sumbar juga menyiapkan jalur alternatif bagi angkutan umum jika terjadi kemacetan ataupun jalan putus.
Seperti diketahui, ada 30 titik rawan kemacetan lalu lintas di Sumbar. Untuk rawan kecelakaan lalu lintas sebanyak 29 titik.
“Uji kelaikan angkutan umum/uji ulang di terminal penumpang pada 18 kabupaten/kota di Sumbar dimulai H-7 sampai H+7. Kami juga akan melakukan pengecekan kelaikan kapal dan peralatan keselamatan bagi kapal wisata bagi ASDP. Kami juga membuka posko angkutan Lebaran di Jalan Raden Saleh No 12 Padang dan untuk tingkat kota/kabupaten di terminal angkutan penumpang umum,” ujarnya. (*)
[ Red/Administrator ]
KOMISI Yudisial (KY) baru saja memilih pemimpin baru. Lembaga pengawas para hakim itu kini dipimpin Suparman Marzuki. Dia menggantikan Eman Suparman yang sudah 2,5 tahun menjadi ketua KY. Pria kelahiran 2 Maret 1961 tersebut sebelumnya menjabat ketua bidang pengawasan hakim dan investigasi. Suparman akan dibantu Abbas Said sebagai wakil ketua KY.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
Hasil Pleno PAN Tuai Polemik
Namo e politik tu iyo ado polemik......!
333 JCH Batal Berangkat
Basaba sajo, nan pantiang adoh niaik ...............................................!
Bemokrat Serahkan Hand Traktor
Lai ndak udang balik bak wan tu..............?