Kamis, 20 Juni 2013 - 11 Sya'ban 1434 H 19:04:56 WIB
RAKYAT SUMBAR

Tarif Angkutan Lebaran tak Naik

Mudrika: Moda Darat Bisa Angkut 2 Juta orang

Padang Ekspres • Senin, 06/08/2012 11:56 WIB • GUSTI AYU GAYATRi & WILIAN • 646 klik

-

Padang, Padek—Kabar gem­­bira bagi pengguna tran­sportasi umum untuk mudik Lebaran. Pada tahun ini, Dinas Perhubungan Sumbar me­nya­takan tidak ada kenaikan tarif angkutan saat mudik. Hanya saja, kebijakan pemerintah sering tidak sejalan  dengan kenyataan di lapangan karena lemahnya pengawasan. 

 

Demikian dikatakan Ke­pala Dinas Perhubungan, In­for­matika dan Telekomunikasi Mudrika didampingi Kepala Bidang Teknik Sarana dan  Keselamatan Angkutan Darat, Con Aspi kepada Padang Ek­spres baru-baru ini.

 

“Personel  Dinas Per­hu­bungan termasuk kota dan kabupaten yang diturunkan untuk kelancaran angkutan Lebaran sebanyak 450 orang. Kami akan turunkan tim pe­mantau kondisi arus lalu lintas dan tarif angkutan lebaran 1433 H mulai dari H-7 sampai H+7. Tidak ada kenaikan tarif angkutan saat mudik,” ujar­nya.

 

Untuk mengantisipasi lon­ja­kan mudik jalur darat dan udara, Dinas Perhubungan Sumbar bersama Pelni mem­buka kapal penumpang rute Padang-Jakarta dan seba­lik­nya.  Ada empat kapal yang beroperasi; KM Lawit (ka­pasitas 920 orang) dengan rute Jakarta-Padang-Sibolga, KM Sejahtera Jaya (40 orang) Padang Nias-Aceh, KM Sa­mudera (30 orang) dengan tujuan Padang-Mentawai-Beng­kulu.

 

Untuk rute Padang-Me­n­tawai, PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) ada dua angkutan Lebaran; KM Simasin (kapasitas 110 orang) dengan rute Siberut/Sika­ba­lauan, KM Sumber Re­zeki (175 orang) dengan rute Sioban/Tuapejat. Di Pela­buhan Bungus, KM Ambu-Ambu (350 orang) dengan tujuan Tuapejat- Sika­kap-Siberut.

 

“Kami akan tambah satu unit kapal navigasi lagi untuk mengangkut pemudik dari Mentawai ke Padang dan se­ba­lik­nya. Memang ada 2 kapal perintis (KM Simasin dan KM Sumber Rezeki) ke Mentawai, tapi tidak masuk ke pulau-pulau terkecil. Makanya kami perbantukan satu kapal na­vigasi ke sana,” ucapnya.

 

Untuk tahun 2013 men­datang, kata Mudrika, Men­tawai akan ada tambahan satu unit kapal Roro dengan ka­pasitas 500 Dwt (bobot mati). Jadi terhitung 2013 men­da­tang, sudah ada 3 kapal yang akan mengangkut penumpang dari Padang ke Mentawai dan Mentawai ke Padang. Se­dang­kan kapal  navigasi yang di­perbantukan tersebut ka­pa­si­tasnya 1.000 Dwt.

 

“Kami sebetulnya ca­dang­kan dua unit kapal navigasi. Tapi kemungkinan yang kami turunkan itu hanya satu unit saja. Ini berdasarkan penga­laman tahun lalu, dari dua unit yang kami cadangkan, hanya satu unit yang dapat ter­man­faatkan. Karena tidak terjadi peningkatan arus mudik dari Padang ke Mentawai dan dari Mentawai  ke Padang,” ka­tanya. Kapal cadangan itu KM Muci berkapasitas 150 pe­numpang, Kapal Basarnas 70 penumpang, kapal Airud 40 penumpang.

 

Siap Beroperasi

 

Mudrika menegaskan, se­luruh moda (darat, laut dan  udara) telah siap beroperasi sebagai angkutan Lebaran pada H-7 dan H+7 Lebaran dalam kondisi prima.

 

Untuk angkutan kota antar­provinsi (AKAP) ada 523 bus, AKDP 1.927 bus. Untuk angkutan cadangan disiapkan bus pariwisata 52 unit dan angkutan sewa 265 bus. “Jika seluruhnya beroperasi, mam­pu mengangkut 2.069.944 orang,” kata Mudrika.

 

Untuk kereta api dio­pe­ra­sikan 3 unit. Untuk jalur udara, masing-masing maskapai mem­buka penerbangan tam­bahan (extra flight) pada H-7 dan H+7. Seperti Garuda Indonesia akan melakukan pener­bangan 5 kali sebelum Lebaran dan 8 kali setelah Lebaran.

 

Untuk Lion Air melakukan 1 kali penerbangan sehari dan Batavia akan melakukan 5 kali penerbangan dari H-7 sampai dengan H+7. “Kita juga minta instansi terkait, seperti Dinas Prasjal Tarkim membantu ke­lan­caran angkutan darat seperti  melakukan perbaikan jalur alter­natif, Polri untuk pengamanan arus kendaraan, puskesmas, Dinas Per­hu­bu­ngan kabupaten/kota be­kerja sama membantu keamanan dan kenyaman mu­dik,” pinta Mudrika.

 

Dia juga mengimbau selu­ruh pengusaha/operator ang­kutan darat, laut dan udara  melakukan pemeriksaan, per­baikan, cek fisik serta per­leng­kapan ang­kutan demi kenya­manan peng­guna jasa ang­kutan tersebut.

 

Untuk pemudik yang me­ng­­gunakan jalur darat, di­ingatkan menghindari lokasi ra­wan macet dan longsor. Di­nas Per­hu­bu­ngan Sumbar juga menyiapkan jalur alter­natif bagi angkutan umum jika ter­jadi kemacetan ataupun jalan putus.

 

Seperti diketahui, ada 30 titik rawan kemacetan lalu lintas di Sumbar. Untuk rawan kecelakaan  lalu lintas se­banyak 29 titik.

 

“Uji kelaikan angkutan umum/uji ulang di terminal penumpang pada 18 ka­bu­paten/kota di Sumbar  dimulai H-7 sampai H+7. Kami juga akan melakukan pengecekan kelaikan kapal dan peralatan keselamatan bagi kapal wisata bagi ASDP. Kami juga mem­buka posko angkutan Lebaran di Jalan Raden Saleh No 12 Padang dan untuk tingkat  kota/kabupaten di terminal angkutan penumpang umum,” ujarnya. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Nakhoda Baru Komisi Yudisial

KOMISI Yudisial (KY) baru saja memilih pemimpin baru. Lembaga pengawas para hakim itu kini dipimpin Suparman Marzuki. Dia menggantikan Eman Suparman yang sudah 2,5 tahun menjadi ketua KY. Pria kelahiran 2 Maret 1961 tersebut sebelumnya menjabat ketua bidang pengawasan hakim dan investigasi. Suparman akan dibantu Abbas Said sebagai wakil ketua KY.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Kamis, 20 Juni 2013

Hasil Pleno PAN Tuai Polemik

Namo e politik tu iyo ado polemik......!


333 JCH Batal Berangkat

Basaba sajo,  nan pantiang adoh niaik ...............................................!


Bemokrat Serahkan Hand Traktor

Lai ndak udang balik bak wan tu..............?