Selasa, 21 Mei 2013 - 11 Rajab 1434 H 00:58:28 WIB
PRO SUMBAR

Tukang Pijat Gantung Diri

Kesal Sering Dirazia

Padang Ekspres • Minggu, 05/08/2012 11:14 WIB • HARI BUSROH • 551 klik

Padang,Padek—Diduga ka­rena desakan ekonomi, seo­rang wanita berbuat nekat me­ngak­hiri hidupnya dengan gantung diri di belakang ru­mah. Korban, Desi Susanti,27, yang sehari-hari bekerja se­bagai tukang pijat di  Atom Centre, Pasar Raya Pa­dang dan tinggal rumah kakak ang­kat­nya di RT 04 RW 05 Koto Parak, Kelurahan Pisang, Ke­ca­matan Pauh ditemukan ter­gantung, Sabtu(4/8) pagi.

 

Informasi yang dihimpun Padang Ekpres, korban per­tama kali ditemukan Ali Imran, tetangganya. Saat itu Ali Imran,47, hendak pergi kerja. Saat berada dekat rumah kor­ban, Ali melihat sesosok wanita tergantung di atap rumah de­ngan lidah terjulur.

 

”Saya penasaran. Istri dan anak kemudian saya beritahu. Ternyata memang benar, ada orang yang tergantung di sana. Saya langsung memanggil ma­syarakat sekitar,” ujar Ali Imran.

 

Warga langsung memadati rumah korban dan berdesakan ingin melihat secara langsung tubuh wanita yang berpe­ra­wa­kan kurus ini. Mayat korban pun diturunkan oleh tim identifikasi Polsekta Pauh dan Polresta Padang yang datang ke lokasi setengah jam ke­mudian.

 

Menurut kakak angkat kor­ban, Susi Susanti,39, dan sua­minya, M Yunus,40, mengaku tidak mengetahui kalau korban nekad mengakhiri hidup dengan gantung diri. Malamnya, kata Susi, dia mendapati Desi pulang mencak-mencak karena ker­janya sebagai tukang pijat selalu diganggu.

 

”Kami tinggal berlima di rumah, saya, suami, dua anak dan Desi. Dia sudah seperti saudara saya, tapi saya tidak menduga kalau dia akan ber­tindak nekad seperti ini,” papar Susi.

 

Susi menyebut Desi sudah tinggal dengannya selama tujuh bulan belakangan. Menurut Susi, Desi yang berasal dari Sangir, Kabupaten Solok Selatan ini memang selalu mengeluh karena pekerjaannya selalu terhalang razia.

 

Kapolsekta Pauh, Kompol Daeng Rahman membenarkan peristiwa tersebut. Korban ter­lihat jelas oleh warga karena posisi tergantungnya berada di luar rumah. Dia menyebut, korban sendiri sebelumnya juga pernah melakukan aksi bunuh diri dengan cara yang sama, tapi berhasil digagalkan.

 

”Korban murni meninggal karena tergantung tali pengikat sapi, dan meninggal di tempat,” ujar Kompol Daeng.(*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Jangan Anggap Serius Twitter

SAAT meluncurkan Twitter pada 2006, Jack Dorsey tentu tak menginginkan media tersebut digunakan untuk memfitnah, menjatuhkan, atau membunuh karakter seseorang. Namun, Twitter memang memberikan ruang yang bebas kepada siapa pun untuk menyampaikan pendapat, informasi, atau apa pun tanpa sensor.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Senin, 20 Mei 2013

Polda Geledah Tempat Hiburan

Lai sobok nan dicari Ndan..........................................?

 

Komitmen Kapolda Dipertanyakan

Tancap gas lah Pak...............!

 

Warga Ancam Tuntut PT AMP

Pajuangan taruih sampai dapek...........!