- 13:32 WIB
- 13:30 WIB
- 13:27 WIB
- 13:24 WIB
- 13:22 WIB
- 13:21 WIB
- 13:22 WIB
- 13:21 WIB
- 13:21 WIB
- 13:15 WIB
Maksimalkan Kinerja Reserse
Tekan Aksi Jambret
Padang Ekspres • Minggu, 05/08/2012 11:08 WIB • TIM PADEK • 339 klik
Aksi kejahatan jambret di Kota Padang benar-benar telah meresahkan. Catatan Padang Ekspres, sejak beberapa pekan terakhir sedikitnya ada delapan peristiwa penjambretan. Tanggal 14 Juni 2012, seorang pengacara Septi Ernita dijambret di depan SMPN 1 Padang, Jalan Sudirman. Usai mengambil uang dari BCA Sawahan, sepeda motor yang ditumpangi Septi dipepet oleh dua orang pelaku menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU. Pelaku menarik tas korban dari belakang dan korban pun terjatuh dari motor. Pelaku berhasil membawa kabur tas berisi uang tunai Rp 117 juta, ponsel, kartu kredit dan kartu debit.
Kemudian, hanya berselang satu minggu saja tepatnya 22 Juni 2012, Syamsuarni guru SDN 37 Alanglaweh yang menjadi korbannya. Tas korban dijambret dua pelaku menggunakan sepeda motor Mio warna biru ketika korban menunggu angkot disamping Hotel Bogenville Jalan Thamrin. Pelaku berhasil membawa kabur tas korban berisikan uang gaji 13 sebanyak Rp 4,5 juta.
Setelah itu sekitar tiga minggu kemudian tepatnya 13 Juli 2012, Dewi seorang karyawati perusahaan asuransi menjadi korban jambret. Pelaku menggunakan sepeda motor Honda Vario, menjambret korban ketika berada melintas di depan Kantor Kejati Sumbar Jalan Pancasila Padang. Korban menderita kerugian Rp 400 ribu, ATM, KTP, dan surat berharga.
Tak sampai disitu, aksi jambret kambali berlanjut sekitar satu minggu kemudian tepatnya 21 Juli 2012. Wendri karyawan Blue Mountain di sekitaran kawasan Bandarpurus. Naas, pelaku bernama Hendri tertangkap polisi bersama seorang rekannya.
Tak sampai disitu saja, sepuluh hari setelah itu tepatnya tanggal 31 Juli 2012, seorang guru SMP Semen Padang bernama Zuraida, 41, meninggal dunia akibat jatuh dari sepeda motor setelah dijambret pelaku. Kemudian esoknya tepatnya tanggal 1 Agustus kembali terjadi aksi penjambretan. Korbannya adalah seorang karyawan PT Tidar Kerinci Agung (TKA) bernama Nani Andriyani. Tapi pelaku berhasil ditangkap, karena terjatuh ketika berupaya merampas gelang seberat lima emas, di kawasan Pasar Alai. Pelaku pun menjadi bulan-bulanan massa
Kendati telah menelan satu orang korban jiwa, aksi jambret malah mengganas. Dua hari setelah itu tepatnya tanggal 3 Agustus tiga aksi sekaligus terjadi di beberapa tempat berbeda di Padang. Pertama di Jalan Sawahan, Jalan Andalas, dan Jalan Jati (depan kantor Unit Laka Polresta Padang).
Pada kejadian di Jl Andalas, Idriza Khairani, 17, mahasiswa baru Universitas Andalas (Unand) Padang yang jadi korban, kritis setelah terjatuh saat tasnya direnggut paksa pejambret. Padahal, tas korban hanya berisi perangkat “Bakti” (bimbingan aktivitas kehidupan kampus dan kegiatan ilmiah), seperti kaus kaki, tali, buku, dan topi.
Kemudian kejadian di Jalan Sawahan, Afnim Lora, 37, juga menjadi korban jambret. Korban hampir terjerembab ketika kalung emas seberat 12,5 gram yang melingkar di lehernya direnggut penjambret. Pelaku berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor.
Kemudian pada Jalan Jati, Ratna Rita, 48, warga Perumahan Rahaka Griya Permai, Lubukbuaya, Kototangah juga menjadi korban jambret. Dompetnya berisi uang Rp1,5 juta digasak penjambret ketika berhenti di perempatan lampu merah Adabiah, depan Kantor Unit Laka Polresta Padang. Ratna yang membonceng temannya, terkejut ketika seorang pelaku yang juga berboncengan di sampingnya merenggut dompet yang sedang dipegangnya.
Mengganasnya aksi jambret di Padang mendapat sorotan Koordinator Police Watch Ilhamdi Taufik. Ilhamdi Taufik, menegaskan, melihat kejadian aksi jambret yang terjadi, dari sisi kuantitatif ada trend peningkatan. Data yang dihimpun Padang Ekspres dari Polresta Padang tahun 2012, peristiwa pencurian dengan kekerasan yang tercatat selama tahun 2012 ini berfluktuasi.
Menurutnya untuk mengungkap kejadian jambret itu, pihak kepolisian harus mempunyai daya ungkit yang tinggi untuk mengungkap dan menangkap para pelaku. Caranya merubah kultur penyelesaian
Oleh karean itu jajaran kepolisian, harus mempunyai daya ungkit yang tinggi. Dan merobah kultur penyelesaian kasus jambret yang selama ini sifatnya menunggu (reaktif) harus diubah menjadi antisipatif (tanggap). Disamping itu kinerja petugas reserse intel dan resmob harus ditingkatkan. “Para komandan di jajaran yang paling bawah, harus diminta pertanggungjawabannya. Setelah itu harus dilakukan rapat evaluasi dan koordinasi dan segera melakukan tindakan seperlunya yang sifatnya terapi kejut bagi pejambret,” saran Ilhamdi.
Sebab katanya, jika kasus ini dibiarkan akan berdampak negatif bagi kepolisian. Dimana akan terjadi degradasi kepercayaan kepada polisi. Tidak saja terkait ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh polisi, tapi juga berimbas pada nama baik jajaran kepolisian.
Dia menerangkan, jika diamati dari beberapa kejadian jambret tersebut ada dua ciri kesamaan. Pertama lokasi, dan kedua modus operandi hampir sama. Untuk tindak lanjutnya, pihak kepolisan harus berkoordinasi denga jajaran identifikasi dan menginterview kembali foto dan para residivis yang pernah terlibat sebelumnya. Dengan data itu dapat diketahui apakah pelaku adalah pemain lama atau pendatang baru. “Harus ada punya indera keenam dari kepolisian yang harus dibangun,” ujarnya.
Di sisi lain, Kapolresta Padang Kombes Pol M Seno Putro menyebutkan bahwa anggotanya sudah disiagakan di beberapa lokasi yang rawan. Kendati begitu, Seno mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan demi menghindari tindakan kriminal. Sebab, kata dia, kejahatan bisa dicegah apabila masyarakat mempunyai kesadaran mengantisipasinya. “Mari kita tingkatkan kewaspadaan, hati-hati terhadap segala bentuk kejahatan. Hindari menggunakan perhiasan yang mencolok dan menggunakan HP atau memegang tas yang mudah dijangkau saat berkendara,” imbau Seno didampingi Wakapolresta Padang AKBP Wisnu Handoko.
Selain polisi, kata dia, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, sangat berpengaruh dalam menekan angka kriminalitas. Misalnya, tokoh agama mengimbau jamaah masjid saat Shalat Tarawih menggunakan kunci ganda pada kendaraannya. Begitu juga saat keluar rumah, diimbau tidak memakai perhiasan mencolok, atau tas yang mudah dijambret. “Pemuka masyarakat, seperti ketua RT, ketua RW bisa juga menyosialisasikan hal tersebut pada warga saat pertemuan-pertemuan,” paparnya.
Kepedulian masyarakat mengungkap peristiwa kriminal atau percobaan perbuatan kriminal, sangat diharapkan membantu polisi. “Segera lapor dan informasikan kepada pihak berwajib,” tambah Wisnu Handoko. (***)
[ Red/Administrator ]
Hari ini pengumuman ujian nasional (UN) SMA sederajat 2013 diumumkan kepada siswa. Rekapitulasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ada 2.678.575 siswa dinyatakan lulus ujian. Sedangkan 8.851 siswa lainnya divonis gagal atau tidak lulus. Di tingkat provinsi, Sumatera Barat tak masuk sepuluh besar nasional, jauh kalah dari Bali yang menempatkan 5 siswanya di 12 besar tertinggi dengan nilai UN murni.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Tiga Polisi Diduga Gelapkan Mobil
Tungkek mambaok rabah mah ...........!
Anak Nagari Manggopoh Demo
Jaan amuah dikicuah lai..........................!
Masyarakat Sipil Cecar Kajati
Biasonyo rakyaik badarai nan kanai caca taruih.............................................................!