Sabtu, 25 Mei 2013 - 15 Rajab 1434 H 02:57:53 WIB
NASIONAL

Maksimalkan Kinerja Reserse

Tekan Aksi Jambret

Padang Ekspres • Minggu, 05/08/2012 11:08 WIB • TIM PADEK • 339 klik

Aksi kejahatan jambret  di Kota Padang benar-benar telah meresahkan. Catatan Padang Ekspres, sejak beberapa pekan terakhir sedikitnya ada delapan peristiwa penjambretan. Tanggal 14 Juni 2012, seorang pengacara Septi Ernita dijambret di depan SMPN 1 Padang, Jalan Sudirman. Usai mengambil uang dari BCA Sa­wahan, sepeda motor yang di­tumpangi Septi dipepet oleh dua orang pelaku menggunakan sepe­­da motor Suzuki Satria FU. Pelaku me­narik tas korban dari belakang dan korban pun terjatuh dari motor. Pelaku berhasil membawa ka­bur tas berisi uang tunai Rp 117 juta, ponsel, kartu kredit dan kartu debit.

 

Kemudian, hanya ber­selang satu minggu saja tepatnya 22 Juni 2012, Syamsuarni guru SDN 37 Alanglaweh yang men­jadi kor­bannya. Tas korban di­jam­bret dua pelaku meng­gu­nakan sepeda motor Mio warna biru ketika korban menunggu angkot disamping Hotel Bogen­ville Jalan Thamrin. Pelaku ber­hasil membawa kabur tas korban berisikan uang gaji 13 seba­nyak Rp 4,5 juta.

 

Setelah itu sekitar tiga minggu kemudian tepatnya 13 Juli 2012, Dewi seorang ka­rya­wati peru­sahaan asu­ransi menjadi korban jambret. Pelaku meng­gu­nakan sepeda motor Honda Vario, men­jam­­bret kor­ban ketika be­­ra­da me­lintas di de­pan Kantor Kejati Sum­bar Jalan Pan­­c­asila Pa­dang. Kor­ban me­n­de­rita kerugian Rp 400 ribu, ATM, KTP, dan surat berharga.

 

Tak sampai disitu, aksi jam­bret kambali berlanjut sekitar satu minggu kemudian tepatnya 21 Juli 2012. Wendri karyawan Blue Mountain di sekitaran ka­wasan Bandarpurus. Naas, pe­laku ber­nama Hendri ter­tangkap polisi bersama seorang rekannya.

 

Tak sampai disitu saja, sep­u­luh hari setelah itu tepatnya tanggal 31 Juli 2012, seorang guru SMP Semen Padang ber­nama Zuraida, 41, meninggal dunia akibat jatuh dari sepeda motor setelah dijambret pelaku. Kemu­dian esoknya tepatnya tanggal 1 Agustus kembali terjadi aksi pen­jam­bretan. Korbannya adalah se­orang karyawan PT Tidar Kerin­ci Agung (TKA) ber­nama Nani An­driyani. Tapi pela­ku berhasil ditang­kap, karena terjatuh ketika berupaya meram­pas gelang sebe­rat lima emas, di kawasan Pasar Alai. Pelaku pun menjadi bulan-bulanan massa

 

Kendati telah menelan satu orang korban jiwa, aksi jambret malah mengganas. Dua hari sete­lah itu tepatnya tanggal 3 Agustus tiga aksi sekaligus terjadi di beberapa tempat berbeda di Pa­dang. Pertama di Jalan Sawahan, Ja­lan Andalas, dan Jalan  Jati (de­pan kantor Unit Laka Polresta Padang).

 

Pada kejadian di Jl Andalas, Idriza Khairani, 17, mahasiswa baru Universitas Andalas (Unand) Padang yang jadi kor­ban, kritis setelah terjatuh saat tasnya di­renggut paksa pejam­bret. Pa­dahal, tas korban hanya berisi perangkat “Bakti” (bim­bi­ngan aktivitas kehi­du­pan kampus dan ke­giatan il­miah), se­perti kaus ka­ki, tali, buku, dan topi.

 

Kemudian ke­­jadian di Ja­­lan Sawa­han, Af­nim Lora, 37, juga men­jadi kor­ban jam­bret. Kor­­ban ham­pir terje­rem­bab ke­tika kalung emas seberat 12,5 gram yang melingkar di le­her­nya di­reng­gut pen­jam­bret. Pelaku berjum­lah dua orang meng­gu­nakan sepeda motor.

 

Kemudian pada Jalan Jati, Ratna Rita, 48, war­ga Perumahan Rahaka Griya Permai, Lubukbuaya, Koto­tangah juga menjadi korban jambret. Dompet­nya ber­isi uang Rp1,5 juta digasak pen­jambret ketika berhenti di pe­rem­­patan lampu merah Ada­biah, depan Kantor Unit Laka Polresta Padang. Ratna yang mem­bon­ceng temannya, terkejut ketika seorang pelaku yang juga ber­boncengan di sampingnya me­renggut dompet yang sedang dipegangnya.

 

Mengganasnya aksi jambret di Padang mendapat sorotan Koor­dinator Police Watch Ilham­di Taufik. Ilhamdi Taufik, me­negas­kan, melihat kejadian aksi jambret yang terjadi, dari sisi kuantitatif ada trend pe­ning­katan. Data yang dihimpun Pa­dang Ekspres dari Polresta Pa­dang tahun 2012, peristiwa pen­curian dengan keke­rasan yang tercatat selama tahun 2012 ini berfluktuasi.

 

Menurutnya untuk meng­ungkap kejadian jambret itu, pihak kepolisian harus mem­punyai daya ungkit yang tinggi untuk mengungkap dan me­nang­kap para pelaku. Cara­nya me­ru­bah kultur pe­nyelesaian

 

Oleh karean itu jajaran kepo­lisian, harus mempunyai daya ungkit yang tinggi. Dan merobah kultur penyelesaian kasus jambret yang selama ini sifatnya menunggu (re­ak­tif) harus diubah menjadi antisipatif (tanggap). Disam­ping itu kinerja pe­tu­gas reserse intel dan resmob harus ditingkatkan. “Para koman­dan di jajaran yang paling bawah, harus diminta pertang­gung­ja­wa­ban­nya. Setelah itu harus dila­kukan rapat evaluasi dan koordinasi dan segera me­lakukan tindakan seper­lunya yang sifatnya terapi kejut bagi pejambret,” saran Ilhamdi.

 

Sebab katanya, jika kasus ini dibiarkan akan berdampak nega­tif bagi kepolisian. Dimana akan terjadi degradasi kepercayaan kepada polisi. Tidak saja terkait ketidakpuasan masyarakat terha­dap pelayanan yang diberikan oleh polisi, tapi juga berimbas pada nama baik jajaran ke­polisian.

 

Dia menerangkan, jika di­amati dari beberapa kejadian jambret tersebut ada dua ciri kesamaan. Pertama lo­kasi, dan kedua modus operandi hampir sa­ma. Untuk tindak lan­jutnya, pihak ke­po­lisan harus berko­or­dinasi denga jajaran identifikasi dan meng­interview kembali foto dan para residivis yang pernah ter­libat se­be­lumnya. Dengan data itu dapat diketahui apakah pe­laku adalah pemain lama atau pendatang baru. “Harus ada punya in­dera keenam dari ke­polisian yang harus dibangun,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Ka­pol­resta Padang Kombes Pol M Seno Putro me­nyebutkan bahwa ang­gotanya su­dah disia­gakan di be­be­rapa loka­si yang rawan. Kendati be­gitu, Seno mengimbau warga me­ning­kat­kan kewaspadaan demi meng­hindari tindakan kriminal. Sebab, kata dia, kejahatan bisa dicegah apabila masyarakat mem­punyai kesadaran mengan­tisipasinya. “Mari kita tingkatkan kewaspa­daan, hati-hati terhadap segala bentuk kejahatan. Hindari meng­gunakan perhiasan yang men­colok dan menggunakan HP atau memegang tas yang mudah di­jang­kau saat berkendara,” imbau Seno didampingi Wa­kapolresta Padang AKBP Wisnu Handoko.

 

Selain polisi, kata dia, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, sangat ber­pengaruh dalam menekan angka kriminalitas. Misalnya, tokoh agama mengimbau jamaah mas­jid saat Shalat Tarawih meng­gunakan kunci ganda pada ken­da­raannya. Begitu juga saat ke­luar rumah, diimbau tidak me­makai perhiasan mencolok, atau tas yang mudah dijambret. “Pe­muka ma­sya­rakat, seperti ketua RT, ketua RW bisa juga menyo­sialisasikan hal tersebut pada warga saat perte­muan-perte­muan,” paparnya.

 

Kepedulian masyarakat meng­­ungkap peristiwa kriminal atau percobaan perbuatan kri­minal, sangat diharapkan mem­bantu polisi. “Segera lapor dan informasikan kepada pihak ber­wajib,” tambah Wisnu Handoko. (***)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Ujian Nasional

Hari ini pengumuman ujian nasional (UN) SMA sederajat 2013 diumumkan kepada siswa. Rekapitulasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemen­dikbud) ada 2.678.575 siswa dinyatakan lulus ujian. Sedangkan 8.851 siswa lainnya divonis gagal atau tidak lulus. Di tingkat provinsi, Sumatera Barat tak masuk sepuluh besar nasional, jauh kalah dari Bali yang menempatkan 5 siswanya di 12 besar tertinggi dengan nilai UN murni.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Jumat, 24 Mei 2013

Tiga Polisi Diduga Gelapkan Mobil

Tungkek mambaok rabah mah ...........!

 

Anak Nagari Manggopoh Demo

Jaan amuah dikicuah lai..........................!

 

Masyarakat Sipil Cecar Kajati

Biasonyo rakyaik badarai nan kanai caca taruih.............................................................!