Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 12:47:43 WIB
INTERNASIONAL

Oposisi-Tentara Syria Saling Bantai Lawan

Padang Ekspres • Jumat, 03/08/2012 14:44 WIB • • 922 klik

Damaskus, Padek—Per­tempuran sengit di Syria be­lum juga mereda. Bahkan, pasukan pemerintahan Pre­siden Bashar al-Assad dan pejuang oposisi terlibat aksi saling bantai atas lawan ma­sing-masing. Tentara Assad mengeksekusi para pejuang oposisi dan warga yang anti­pemerintah. Namun, oposisi juga dilaporkan menyiksa dan mengeksekusi milisi pro-pe­merintah.

 

Kemarin (2/8) tentara lo­yalis rezim Assad menewaskan sedikitnya 70 orang saat me­lancarkan dua serangan ke Kota Damaskus untuk me­mukul oposisi. Aktivis dan para saksi mata menuturkan bahwa militer pemerintah menghujani kawasan Jdeidet Artouz, barat daya Damaskus, dengan tembakan artileri dan senjata berat. Pasukan tempur darat juga dikerahkan.

 

Seorang warga bertutur ke­pada Reuters bahwa dirinya sem­pat diperiksa tentara pe­me­rintah. Setelah me­nun­juk­kan identitasnya, dia diper­bolehkan pergi. Saat itu, dia melihat mayat dari sedikitnya 35 pria. ’’Sebagian besar di antara me­reka sengaja diek­se­kusi. Peluru bersarang pada wajah, kepala, dan leher me­reka,’’ tutur pria bernama Fares itu.

 

Kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) kemarin juga merilis laporan rinci bahwa pasukan pemerintah telah menangkap sekitar 100 orang dan lantas menyiksa mereka. ’’Pada Kamis pagi (kemarin pagi, Red) setelah operasi itu, jenazah 43 orang ditemukan di jalan. Mereka sepertinya se­ngaja dieksekusi mati,’’ lapor SOHR. Kelompok aktivis lain­nya menyebut korban tewas jauh lebih besar.

 

’’Tentara rezim men­da­tangi setiap rumah dan me­meriksa kartu identitas peng­hu­ninya. Lalu, mereka me­nang­kap dan mengeksekusi orang-orang yang mereka curi­gai,’’ ungkap seorang aktivis oposisi di Da­maskus dalam wa­wancara de­ngan BBC. Da­lam razia itu, stasiun televisi pe­merintah menyatakan bah­wa lusinan teroris (sebutan un­tuk oposisi bersenjata) me­nye­rahkan diri atau tewas terbunuh.

 

Sementara itu, kemarin beredar rekaman video me­lalui internet yang me­nunjuk­kan penyiksaan terhadap mi­lisi pro-pemerintah. Dalam rekaman itu, terlihat anggota milisi pro-pemerintah yang ditawan FSA di Aleppo bersim­bah darah. Sebuah video lain memperlihatkan aksi pem­bunuhan oleh oposisi terhadap belasan milisi pro-Assad.

 

Dalam video itu, para ta­wanan terlihat berdiri berjajar menghadap tembok. Di tubuh mereka, terdapat luka memar dan darah. Tidak lama ke­mu­dian, oposisi memuntahkan timah panas dari senapan Kalashnikov ke arah tawanan. Satu per satu tawanan itu terbaring tanpa nyawa di lan­tai.  

 

Bentrok sengit antara opo­sisi dan tentara loyalis Assad berlangsung di Damaskus dan Aleppo. Setelah berhasil me­rebut pangkalan militer pe­merintah di dekat Aleppo, per­sonel Free Syrian Army atau FSA (tentara pembelot yang pro-oposisi) menguasai pang­kalan udara di Menagh yang selama ini menjadi pusat ko­mando tentara loyalis Assad. FSA pun menggunakan tank sitaan dari pangkalan militer Aleppo untuk merebut pang­kalan udara Menagh.

 

’’Tank milik oposisi mem­bombardir pangkalan Menagh pagi ini (kemarin pagi),’’ te­rang SOHR. Belakangan, opo­sisi berhasil mempersenjatai diri dengan peralatan canggih dan kendaraan militer. Sa­yangnya, tidak ada media inde­penden yang bisa masuk Alep­po untuk menceritakan kon­disi sebenarnya.

 

Rabu lalu (1/8), FSA ber­sumpah akan mengambil-alih Aleppo dari pasukan pe­me­rintah dalam hitungan hari. Hingga kemarin pertempuran masih berlangsung. Stasiun televisi pemerintah menyebut bahwa oposisi mengerahkan para pejuang asing yang diju­luki sebagai tentara bayaran. ’’Saat ini oposisi sedang me­nguasai keadaan,’’ lapor Jim Muir, koresponden BBC.

 

FSA agalnya akan berhasil mewujudkan tekad untuk me­merdekakan Aleppo dari ta­ngan pemerintah. Oposisi pun telah membuka koridor lang­sung di perbatasan Turki dan Syria yang konon menjadi pintu masuknya pejuang asing. ’’Wilayah utara Aleppo sudah jatuh ke kubu oposisi. Ini akan menjadi beban tersendiri bagi Damaskus,’’ terang Muir.

 

Terpisah, Dewan Nasional Syria (SNC) yang saat ini me­mayungi berbagai kelompok oposisi Syria menyesalkan aksi pembunuhan dan eksekusi oleh personel FSA. Human Rights Watch (HRW) juga menyebut aksi itu sebagai salah satu indikasi kejahatan perang. (BBC/AFP/AP/RTR/hep/dwi)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!