- 14:22 WIB
- 14:21 WIB
- 14:21 WIB
- 14:17 WIB
- 14:19 WIB
- 14:18 WIB
- 14:17 WIB
- 14:16 WIB
- 14:16 WIB
- 13:30 WIB
Tergiur Livina, Rp55 Juta Melayang
Padang Ekspres • Jumat, 03/08/2012 14:23 WIB • • 363 klik
Padangpanjang, Padek—Tergiur ingin memiliki mobil Grand Livina, Refika Yenny, 23, menjadi korban penipuan senilai Rp55 juta oleh seseorang, sejak Jumat (27/7) lalu dan melaporkan kejadian ke Polres pada Rabu (1/8) malam kemarin.
Korban yang merupakan warga Tanah Hitam Padangpanjang Barat itu, mengalami kerugian setelah melakukan transfer uang melalui setor tunai pada BRI Cabang Padangpanjang sebanyak 7 kali.
Masing-masing, Rp3.050.000 pada 27 Juli, Rp5.150.000, Rp7.700.000 dan Rp10.500.000 pada 30 Juli, Rp9.700.000, Rp7.000.000 dan Rp11.900.000 pada 31 Juli dan terakhir Rp21.000.000 pada Rabu (1/8) kemarin.
Kejadian berawal ketika Yenny (korban, red) yang berstatus mahasiswi itu menemukan kupon undian dalam kemasan kopi merek ABC Susu cap Kapal Api pada Jumat (27/7) lalu. Pada saat itu, korban langsung menghubungi salah satu nomor contact yang tertera pada lembaran kupon.
Melalui ponselnya, korban melakukan percakapan dengan seseorang yang mengaku bernama Andika Prayetno sebagai General Manager (GM) PT Santos Jaya Abadi (SJA). Setelah menginformasikan terkait kupon tersebut, korban di minta mengirimkan sejumlah uang untuk keperluan biaya mutasi STNK dan BPKB.
Pada rekening yang dikirim pelaku melalui SMS, korban memenuhi permintaan transfer uang senilai Rp3.050.000. Dan pada 30 Juli, sekitar pukul 08.00 WIB, melalui SMS korban diminta untuk menghubunginya melalui ponsel yang sama.
Saat ditelpon oleh korban, yang bersangkutan diminta untuk mentransfer uang sebanyak 3 kali dengan nilai total sebesar Rp23.350.000. Dan kemudian pada esok harinya, korban kembali diminta mentransfer 3 kali senilai total Rp28.600.000.
”Pada 1 Agustus, sekitar pukul 08.00 WIB, korban kembali diminta untuk mengirimkan uang senilai Rp21 juta. Namun karena tidak ada uang lagi, korban baru menceritakan kejadian kepada orangtuanya. Karena kecurigaan, orangtua korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan pihak kami,” ungkap Kasat Reskrim AKP R Rahmat Natun kepada Padang Ekspres.
Sementara Kapolres Padangpanjang, AKBP Sofyan Hidayat mengatakan modus penipuan melalui kupon dalam produk berkemasan sudah marak sejak lama. Kepada masyarakat, Sofyan mengingatkan agar jangan mudah terpancing atau terjebak dengan beragam undian.
”Terutama undian yang mengutamakan pengiriman uang tunai dengan jumlah yang sangat besar, diharapkan kepada masyarakat untuk tidak meresponnya,” pinta Kapolres mengingatkan. (wrd)
[ Red/Administrator ]
DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang mengiringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
Siswa Luar Serbu Padang
Batambah macet Padang mah.....................................!
Angin Ribut Landa Solok
Hati-hati beko talendo..........................!
Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih
Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?