Rabu, 19 Juni 2013 - 10 Sya'ban 1434 H 20:20:19 WIB
PRO SUMBAR

Tergiur Livina, Rp55 Juta Melayang

Padang Ekspres • Jumat, 03/08/2012 14:23 WIB • • 363 klik

Padangpanjang, Padek—Ter­giur ingin memiliki mobil Grand Livina, Refika Yenny, 23, menjadi korban penipuan se­nilai Rp55 juta oleh sese­orang, sejak Jumat (27/7) lalu dan mela­porkan kejadian ke Polres pada Rabu (1/8) ma­lam kemarin.

 

Korban yang merupakan war­ga Tanah Hitam Pa­dang­pan­jang Barat itu, menga­lami ke­rugian setelah melakukan trans­­fer uang melalui setor tu­nai pada BRI Cabang Pa­dang­pan­jang sebanyak 7 kali.

 

Masing-masing, Rp3.050.000 pada 27 Juli, Rp5.150.000, Rp7.700.000 dan Rp10.500.000 pada 30 Juli, Rp9.700.000, Rp7.000.000 dan Rp11.900.000 pada 31 Juli dan ter­akhir Rp21.000.000 pada Rabu (1/8) kemarin.

 

Kejadian berawal ketika Yenny (korban, red) yang ber­sta­tus mahasiswi itu mene­mu­kan kupon undian dalam ke­ma­san kopi merek ABC Susu cap Kapal Api pada Jumat (27/7) lalu. Pada saat itu, korban lang­­sung menghubungi salah sa­tu nomor contact yang ter­te­ra pada lembaran kupon.

 

Melalui ponselnya, korban me­lakukan percakapan de­ngan seseorang yang me­ngaku ber­nama Andika Prayetno se­ba­gai General Manager (GM) PT Santos Jaya Abadi (SJA). Se­telah menginformasikan ter­kait kupon tersebut, korban di minta mengirimkan sejumlah uang untuk keperluan biaya mutasi STNK dan BPKB.

 

Pada rekening yang diki­rim pelaku melalui SMS, kor­ban memenuhi permintaan trans­­fer uang senilai Rp3.050.000. Dan pada 30 Juli, sekitar pukul 08.00 WIB, me­lalui SMS korban diminta un­tuk menghubunginya mel­a­lui ponsel yang sama.

 

Saat ditelpon oleh korban, yang bersangkutan diminta un­tuk mentransfer uang seba­nyak 3 kali dengan nilai total se­besar Rp23.350.000. Dan ke­­mudian pa­da esok harinya, kor­­ban kem­bali diminta men­transfer 3 kali se­nilai total Rp28.600.000.

 

”Pada 1 Agustus, sekitar pu­k­ul 08.00 WIB, korban kem­b­ali di­minta untuk mengi­rim­kan uang senilai Rp21 juta. Na­mun ka­rena tidak ada uang lagi, kor­ban baru men­cerita­kan keja­dian kepada orang­tua­nya. Kare­na kecuri­gaan, orang­tua korban melaporkan ke­ja­dian tersebut ke Mapolres. Saat ini kasusnya masih dalam penye­lidikan pihak kami,” ung­kap Ka­sat Reskrim AKP R Rahmat Na­tun kepada Padang Ekspres.

 

Sementara Kapolres Pa­dang­panjang, AKBP Sofyan Hi­dayat me­ngatakan modus pe­nipuan me­lalui kupon da­lam produk ber­kemasan sudah ma­­rak sejak la­ma. Kepada mas­­yarakat, Sof­yan me­­ngi­­ngat­­kan agar ja­ngan mu­dah ter­­pancing atau terjebak de­ngan beragam undian.

 

”Terutama undian yang me­ngu­tamakan pengiriman uang tu­n­ai dengan jumlah yang sangat be­sar, diharapkan ke­pada mas­ya­rakat untuk ti­dak meres­pon­nya,” pinta Ka­pol­res mengi­ngat­kan. (wrd)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Rabu, 19 Juni 2013

Siswa Luar Serbu Padang

Batambah macet Padang mah.....................................!


Angin Ribut Landa Solok

Hati-hati beko talendo..........................!


Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih

Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?