Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 19:44:09 WIB
RAKYAT SUMBAR

Dana TBS Rp 1,2 M Dibekukan

Anggota Koperasi Desak Bupati agar Dicairkan

Padang Ekspres • Jumat, 03/08/2012 13:26 WIB • ROHIMUDDIN • 884 klik

Massa KUD PSM Maligi menyampaikan aspirasi epada bupati Pasbar Baharuddin

Pasbar, Padek—Kisruh di tu­buh Koperasi Unit Desa (KUD) Permata Sawit Maligi (PSM), Maligi, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Pasbar belum juga selesai. Kamis (2/8), ratusan massa menga­tas­na­ma­kan anggota KUD Permata Sawit Maligi (pengurus lama, red) demo di depan kantor Bupati Pasbar.

 

Mereka menuntut Bupati Pasbar Baharuddin segera men­cairkan uang tandan buah segar (TBS) milik mereka yang di­be­kukan sementara oleh bupati.

 

“Kami sebagai anggota me­rasa dirugikan atas penghentian sementara rekening TBS KUD PSM Maligi. Sejak Mei lalu hing­ga sekarang, uang TBS yang ha­rusnya kami terima setiap bulan hingga kini belum juga cair,” kata salah satu pendemo, Armen S saat melakukan orasi di halaman kantor bupati.

 

Dikatakannya, gara-gara ke­bi­jakan tersebut, perekonomian keluarga anggota koperasi te­ran­c­am. Apalagi Idul Fitri tinggal be­berapa minggu lagi, kebutuhan meningkat, sementara sumber pendapatan macet.

 

Armen menegaskan, pem­bayaran TBS seharusnya tetap jalan. Dia menilai bupati tidak berwenang menerbitkan peng­hentian pembayaran TBS ke manajemen PT Wilmar Group Plantation.

 

Sebab, bupati bukan pe­milihan lahan sawit. “Kami harapkan persoalan ini cepat selesai dan dana tersebut se­gera dicairkan. Jangan rugikan anggota,” tukasnya.

 

Badan Pengawas (BP) PSM Maligi (pengurus lama, red), Hendro Bara menambahkan, kedatangan anggota KUD ke kantor bupati untuk mem­pe­r­tanyakan surat pemberhentian sementara pembayaran hasil TBS oleh Bupati Nomor 525/855/DIN BUN/VI/2012 tangal 26 Juni 2012 lalu.

 

Gara-gara surat bupati itu, sekitar Rp 1,2 miliar uang anggota tertahan. Jumlah ang­gota KUD PSM Maligi ada sekitar 1.050 orang. Dalam surat itu juga dibunyikan bah­wa uang itu akan disimpan pada rekening tertentu tanpa disebutkan ke rekening siapa.

 

Selain itu, anggota yang ha­dir juga mempertanyakan ke­beradaan Ikatan Keluarga Maligi dan Sekitarnya (IKMS) dalam surat bupati tersebut. “Kami heran dengan kebe­radaan IKMS dalam surat itu. Kami tidak tahu ada hubungan apa KUD PSM Maligi dengan IKMS yang kebe­radaannya di Bogor, bukan di Maligi,” ujar Hendro.

 

Anggota  koperasi ini ber­harap Bupati Pasbar men­carikan solusi dan mencairkan uang TBS yang tertahan ter­sebut. Jika pembekuan re­kening ini berkepanjangan akan memicu masalah baru yang lebih parah lagi.

 

Menanggapi itu, Bupati Pasbar Baharuddin di hadapan ratusan pendemo mulai dari anak-anak hingga dewasa me­ne­gaskan, Pemkab hanya fa­silitator dalam penyelesaian konflik di tubuh KUD PSM Maligi.

 

“Kami harapkan anggota sabar menunggu pe­nye­le­sa­aian yang sedang dilak­sanakan saat ini. Kami juga tidak ingin persoalan ini berlarut-larut,” kata Baharuddin.

 

Kata Baharuddin, pen­cai­ran hasil TBS itu harus sesuai aturan. Artinya, hanya anggota yang memiliki nomor rekening pada KUD PSM Maligi yang akan memperoleh hasil TBS. “Bentuk dulu pengurus baru sesuai aturan perkoperasian, baru kita cairkan uang TBS tersebut,” tegas Baharuddin.

 

Tidur di Mobil Bupati

 

Di sisi lain, sebelumnya, guna mencari keadilan, bela­san masyarakat yang menga­tas­na­makan, anggota per­wakilan KUD PSM Maligi (Pe­ngurus baru hasil RAT luar biasa, red) duduk sambil tidur-tidur di dekat mobil dinas Bupati yang sedang parkir di depan pintu utama kantor bupati  setempat Senin (31/7) lalu. Selain itu, mereka juga meletakkan kardus kecil beri­sikan uang ribuan, sebagai lam­­bang harapan dan ke­kecewaan.

 

Menurut Ketua Baru KUD PSM Maligi, Syarial, pihaknya datang ke kantor bupati me­menuhi rencana pertemuan untuk membahas per­nye­le­saian kepengurusan KUD PSM Maligi. “Kita ke sini diun­dang bupati, tapi belum kelihatan penye­lesaiannya,” ujar Syah­rial, (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!