- 13:48 WIB
- 14:00 WIB
- 14:00 WIB
- 13:59 WIB
- 13:58 WIB
- 13:57 WIB
- 13:46 WIB
- 13:47 WIB
- 13:43 WIB
- 13:44 WIB
Tak Kantongi SC, Nyaris tidak Bisa Ikut Berlayar
Ikuti Ekspedisi KRI Dewaruci Keliling Dunia pada Bulan Ramadhan, Rute Kanada–Porto (1)
Padang Ekspres • Kamis, 02/08/2012 14:18 WIB • • 441 klik
Setelah menempuh pelayaran panjang, dari Boston ke Kanada, dilanjutkan ke Portugal, akhirnya KRI Dewaruci merapat di Pelabuhan Porto, 26 Juli lalu. Wartawan JPNN SURYO EKO PRASETYO yang mengikuti ekspedisi Dewaruci keliling dunia itu pun melaporkan kembali perjalanan selama 17 hari di tengah Laut Atlantik tersebut.
BERLAYAR di atas kapal yang lingkungannya terbatas bisa mengakibatkan stres. Apalagi dalam waktu berbulan-bulan seperti di ekspedisi KRI Dewaruci ini. Dimensi panjang dan lebar geladak KRI Dewaruci yang tidak lebih dari 49,6 meter x 9,5 meter terkesan sempit dan yang terlihat itu-itu saja.
Tidak bisa dimungkiri bahwa rasa kangen terhadap keluarga di tanah air sering muncul. Bila tidak bisa melawan stres, bisa-bisa sumbu emosi gampang tersulut. Potensi gesekan antarawak kapal pun menjadi terbuka.
Saya yang pernah ikut pelayaran Dewaruci rute Surabaya–Jayapura berusaha menyelami situasi psikologis para ABK (anak buah kapal). Jangan sampai kehadiran saya ibarat bensin yang dapat menyulut bara menjadi api. Karena itu, seluruh prosedur saya penuhi sejak sebelum berangkat. Di antaranya, dokumen perjalanan seperti paspor dan visa, tiket pesawat, buku kuning berisi sertifikat vaksinasi internasional yang lazim berlaku di kalangan pelaut, surat tugas dari kantor, dan security clearance (SC) dari TNI-AL.
Persyaratan administrasi tersebut saya urus sejak pulang dari Jayapura, Februari 2012. Kebetulan, paspor sudah saya perpanjang sebelum mendapat penugasan ke luar negeri, Desember 2011. Di antara rencana 11 negara yang akan disinggahi Dewaruci, saya hanya membutuhkan tujuh visa. Yakni, visa AS, Kanada, Portugal (juga berlaku visa Schengen di Spanyol dan Malta), Mesir, Arab Saudi, Oman, dan Sri Lanka.
Buku kuning saya urus di Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara Juanda. Tanda tangan dr Gangga Adam Erlangga dan dr Wahju Tj. membuktikan saya pernah divaksin meningitis, typhoid, dan yellow fever.
Vaksin itu, menurut perwira kesehatan di Dewaruci dr Bangun Pramujo, merupakan langkah preventif terhadap penyakit maupun prosedur izin masuk ke suatu negara tertentu. ”Pelabuhan-pelabuhan di AS sangat ketat terhadap warga asing yang belum disuntik yellow fever. Negara-negara Afrika dan Timur Tengah biasanya sangat perhatian terhadap antisipasi meningitis,” terang Bangun.
Saya yakin syarat-syarat lain sudah saya penuhi dari Komando Armada RI Kawasan Timur (Armatim) sebelum mengikuti pelayaran ke Jayapura.
Celakanya, SC untuk pelayaran ke luar negeri ternyata tidak cukup dari Intelijen Armatim. Harus ada SC dari Intelijen Mabes TNI-AL.
Namun, saat saya sudah menginjakkan kaki di Boston, AS, masalah prosedur muncul. Yakni, soal SC dari Mabes TNI-AL yang memang belum saya kantongi. Pasalnya, SC itu diperlukan saat saya mengikuti pelayaran di sejumlah negara sebagai prasyarat perizinan. Izin tersebut mestinya diurus sebelum berlayar ke luar negeri.
Agenda waktu, dalam rangka apa, kegiatan di negara tujuan, siapa saja kru atau personel yang terlibat, dan kapan meninggalkan negara tersebut harus jelas di awal. Prosedur standar itu ditindaklanjuti dengan instansi teknis di negara tersebut.
”Jadi, selama belum ada SC dari Aspam (Asisten Pengamanan KSAL, red), saya tidak menjamin Mas Suryo bisa ikut ke Kanada,” ucap Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto dua hari sebelum Dewaruci meninggalkan Boston.
Mendengar pernyataan Bima tersebut, seluruh persendian tubuh saya rasanya tak bertulang lagi. Tidak sampai tiga hari lagi Dewaruci akan berlayar ke Kanada. Tidak mungkin saya harus mengurus lagi di tanah air. Karena itu, saya memohon ada dekresi kebijakan dari komandan Dewaruci.
Selain itu, saya langsung menelepon Kadispen Armatim Letkol Laut (KH) Yayan Sugiana. Kebetulan yang bersangkutan sedang di Mabes TNI-AL. ”SC langsung ditangani Letkol Laut (KH) Abdul Kadir (kepala Seksi Peliputan dan Pemberitaan Sub Dinas Penerangan Umum Dispenal, red),” kata Yayan.
Saya mencoba menghubungi perwira menengah yang baru promosi pada April 2012 itu. Suara di ujung telepon tidak jelas dan cenderung putus-putus. Kemudian, saya ketik pesan singkat kepadanya. Balasannya cukup melegakan hati meski belum ada kepastian: ”SC masih di Spamal (staf pengamanan KSAL). Kami mencoba menelusuri SC yang lama di Armatim sambil proses SC yang baru.
Surat kami konsep komandan kapal agar dapat diterima. Titik terang akhirnya datang dari Atase Laut Republik Indonesia di Washington DC Kolonel Laut (KH) Anwar Saadi. Pamen tiga melati yang mengawal diplomasi pelayaran Dewaruci 2012 di AS—mulai Kwajalein hingga Kepulauan Marshall—medio Februari tersebut menguatkan saya. Selama di Benua Amerika (termasuk Kanada, Amerika Utara), itu masih wilayah ”kekuasaan” dia. ”Yang penting punya visa Kanada tidak masalah,” ujar Anwar meyakinkan saya. (bersambung)
[ Red/Administrator ]
Harapan Realistis di Piala Sudirman
PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Kesejahteraan Dokter Minim
Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?
Dana Bantuan tak Kunjung Turun
Juluak lah rami-rami .................................!
Lareh Sago Halaban Berjaya
Rakyaik lai sejahtera lo................................?