- 13:24 WIB
- 13:23 WIB
- 13:23 WIB
- 13:22 WIB
- 13:21 WIB
- 13:21 WIB
- 13:16 WIB
- 13:13 WIB
- 13:10 WIB
- 13:02 WIB
DPD Kecam Sikap Diam Pemerintah
Padang Ekspres • Kamis, 02/08/2012 14:16 WIB • • 179 klik
Jakarta, Padek—Kecaman terhadap pembantaian muslim suku Rohingya di Myanmar terus bergulir. Sayangnya, Indonesia sebagai anggota ASEAN tidak bertindak tegas untuk menindak pembantaian tersebut sebagai bentuk perdamaian dunia.
”ASEAN harus mengeluarkan Myanmar sebagai anggota, sebagai negara tidak beradab yang telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida,” ungkap Ketua Komite III DPD RI, Hardi Selamat Hood usai buka puasa, di kediaman Ketua DPD RI, Jakarta, Selasa (31/7).
Menurutnya, kekerasan terhadap muslim Rohingya merupakan upaya pemberangusan etnis dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang bisa mengancam perdamaian dunia. ”Dunia harus menyelamatkan Rohingya,” tutur Hardi.
Seharusnya, lanjutnya, pemerintah Indonesia mendesak Myanmar untuk segera membuka blokade militer, politik, dan ekonomi, terhadap arakan dan warga Rohingya, serta mengakui status etnis tersebut sebagai bagian dari Myanmar. ”Jika pemerintah junta militer tetap bersikeras, Indonesia bisa menyerukan negara-negara di Asia Tenggara untuk memboikot SEA Games ke-27 sebagai bentuk protes,” tegas Senator Indonesia Provinsi Kepulauan Riau.
Sebagai negara yang memiliki pengaruh kuat di ASEAN, ujar Hardi, pemerintah Indonesia mengambil peran lebih untuk menghentikan kekerasan yang sudah berlangsung puluhan tahun itu. Semestinya, Indonesia terus berjuang dalam ranah diplomasi regional dan internasional dalam memperjuangkan kesamaan hak, penghentian kekerasan, dan diskriminasi terhadap warga Rohingya.
Hardi menilai, apa yang dilakukan pemerintah junta militer sangat memalukan organisasi Asean yang mengklaim menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan HAM. Indonesia harus berbuat sesuatu. Jika tidak melakukan apapun, ASEAN akan kehilangan raison d’detre atas kehadirannya. (fdi/jpnn)
[ Red/Administrator ]
PRESIDEN akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Muhammad Chatib Basri untuk mengemban tugas sebagai menteri keuangan (Menkeu). Mencermati situasi perekonomian mutakhir, perekonomian dunia masih labil (eksternal) dan stimulasi dari APBN masih lemah (internal), dapat dikatakan, Chatib berada dalam momentum yang kurang kondusif. Tidak berlebihan jika ada yang menilai Chatib berada pada situasi the right man on the right place, but the wrong time.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus
Kan di sakola ndak adoh diajakan maliang doh..........................................!
Masyarakat Sipil Meradang
Maju taruih.................................................!
Panwaslu Cuek, LSM Kapak Lanjut ke Pusat
Patuik didukuang tu.......................................!