Kamis, 23 Mei 2013 - 13 Rajab 1434 H 16:43:29 WIB
XPRESI

Membentuk Remaja Berkarakter Al-Quran

Pesantren Ramadhan di Mushalla Assakiinah, Tunggul Hitam

Padang Ekspres • Kamis, 02/08/2012 12:48 WIB • IWAN • 249 klik

Lomba kreativitas dan cerdas-cermat untuk variasi kegiatan Pesantren Ramadhan.

Sama seperti di masjid atau­pun mushala yang lainnya, ke­giatan pesantren Ramadhan yang dilaksanakan di mushala ini berjalan setiap hari Senin hingga Kamis, kemudian dilanjutkan pada hari Sabtu dan Minggu, begitu seterusnya. Mushala yang berada di Jalan Dakota, Kelu­rahan Dadok Tunggul Hitam ini sebenarnya udah berdiri sejak beberapa tahun yang lalu, na­mun, baru pada Ramadhan tahun inilah pesantren Ramadhan di­adakan di sini.

 

Artinya, ini tahun pertama diadakannya pesantren Ramad­han di mushala ini. Meskipun baru pertama kali diadakan di mushalla ini, jumlah pesertanya sudah mencukupi. Berdasarkan data yang didapatkan Xpresi nih sobeX, jumlah santriwan dan santriwati yang mengikuti kegia­tan pesantren Ramadhan di mus­halla ini berjumlah sekitar 60 orang. Dengan perincian 20 orang santriwan dan santriwati tingkat SD, 20 orang santriwan dan santriwati juga tingkat SMP dan tak ketinggalan santriwan dan santriwati tingkat SMA yang juga berjumlah sekitar 20 orang.

 

Baik para pembimbing, pa­nitia, santriwan dan santriwati berasal dari lingkungan sekitar mushala. Para panitia di mus­halla Assakiinah ini berasal dari kalangan mahasiswa atau pemu­da-pemudi yang tinggal di sekitar mushalla dan sudah menye­lesai­kan pendidikan dasar 12 tahun­nya. Saat ini, ada yang telah kuliah, ada pula yang telah beker­ja. Salah satu dari panitia tersebut adalah Roni Adrian yang hasil wawancara dengannya ditam­pilkan terpisah di halaman ini.

 

Untuk pembimbingnya, ber­asal dari para guru TK hingga SMA. Ada yang memang ber­domisili di sekitar lingkungan mushala, ada juga yang tidak, namun mendapatkan penugasan ke mushalla tersebut karena ada siswanya yang ikut pesantren di mushalla Assakiinah. Meski baru pertama kali diadakan di mus­halla ini, para pembimbing ter­sebut ternyata sudah cukup ber­pengalaman dan sebelumnya juga telah pernah menjadi pem­bimbing pesantren Ramadhan di tempat yang lain dulunya.

 

Kegiatan pesantren Ramad­han di mushalla ini rata-rata berdurasi dua jam untuk setiap tingkatannya. Pada minggu per­tama kegiatan diadakan, peserta tingkat SD dan SMP mendapat giliran pada pukul delapan hing­ga pukul sepuluh pagi. Sele­pas­nya, dari pukul sepuluh pagi hingga selepas shalat Zuhur ada­lah jadwal untuk peserta tingkat SMA. Pada minggu kedua ini, jadwal sedikit dirubah. Kini, pe­serta tingkat SMP yang mendapat gi­liran belajar pada pukul sepu­luh pagi hingga selesai shalat Zuhur.

 

Memang, durasi kegiatan pesantren Ramadhan di mus­halla ini tidaklah begitu lama, akan tetapi hal tersebut bertujuan untuk mencegah kebosanan para santriwan dan santriwati jika durasi kegiatan pesantren Ra­madhan terlalu lama. Toh, be­berapa orang diantara para pem­bimbing adalah para ibu-ibu. Jika kegiatan berjalan hingga sore hari, tentu akan mengganggu jadwal untuk memasak makanan dan pabukoan di rumah.

 

Saat Xpresi bertandang ke mushalla ini pada hari Sabtu yang lalu, para panitia dan pem­bim­bing sedang mengadakan kegia­tan lomba kreatifitas dan cerdas cermat antar santriwan dan san­triwati. Memang, kegiatan pada hari sabtu ditujukan untuk pe­ngembangan diri santriwan dan santriwati. Bagaimana bentuk kegiatan pengembangan diri tersebut, diserahkan pada ma­sing-masing panitia dan pem­bimbing kegiatan pesantren Ra­madhan. Jadi, antara masjid yang satu dengan masjid yang lainnya bisa saja berbeda bentuk kegiatan pengembangan dirinya.

 

Ada yang unik dari kegiatan pesantren Ramadhan di mus­halla ini. Pertama nih sobeX, setiap kelompok santriwan atau­pun santriwati diwajibkan mem­buat sebuah kotak atau kaleng. Nantinya kotak atau kaleng terse­but dibentuk menjadi celengan sederhana. Nah, setelah itu para santriwan ataupun santriwati diwajibkan mengisi celengan masing-masing kelompok de­ngan uang. Uang tersebut nan­tinya akan digunakan untuk kegiatan sosial. Bagi kelompok yang bisa mengumpulkan uang sosial paling banyak, akan men­dapat penghargaan dari pembim­bing dan panitia.

 

Kemudian nih sobeX, di mus­halla ini juga diadakan kegiatan gotong royong untuk member­sihkan mushalla. Jelas dong yang ikut dalam kegiatan gotong-royong ini adalah para santriwan dan santriwati. Wah wah, nggak hanya dapat ilmu agam, ternyata mereka juga beramal melalui kegiatan sosial dan diajak untuk hidup bersih melalui kegiatan gotong-royong membersihkan mushalla yah sobeX.

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunggu Aksi Chatib Basri

PRESIDEN akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Muhammad Chatib Basri untuk mengemban tugas sebagai menteri keuangan (Menkeu). Mencermati situasi pe­rekonomian mutakhir, perekonomian dunia masih labil (eksternal) dan stimulasi dari APBN masih lemah (internal), dapat dikatakan, Chatib berada dalam momentum yang kurang kondusif. Tidak berlebihan jika ada yang menilai Chatib berada pada situasi the right man on the right place, but the wrong time.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Kamis, 23 Mei 2013

Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus

Kan di sakola ndak adoh diajakan maliang doh..........................................!

 

Masyarakat Sipil Meradang

Maju taruih.................................................!


Panwaslu Cuek, LSM Kapak Lanjut ke Pusat

Patuik didukuang tu.......................................!