- 13:24 WIB
- 13:23 WIB
- 13:23 WIB
- 13:22 WIB
- 13:21 WIB
- 13:21 WIB
- 13:16 WIB
- 13:13 WIB
- 13:10 WIB
- 13:02 WIB
Perampok Gunakan Senjata Latih Aparat
Di Sijunjung, Pelaku Curanmor Lintas Provinsi Dibekuk
Padang Ekspres • Kamis, 02/08/2012 12:06 WIB • • 666 klik

Padang, Padek—Aksi perampokan menggunakan senjata laras panjang jenis M16 di Jorong Kodrat, Nagari Kurnia Koto Salak, Kecamatan Sungairumbai, Kabupaten Dharmasraya, Senin (30/7) lalu, membuat jajaran Polda Sumbar dan Korem 032 Wirabraja geger. Pasalnya, senjata jenis ini biasa digunakan jajaran kepolisian dan TNI Angkatan Darat latihan.
Penyidik kepolisian masih melakukan penyidikan mendalam guna mencari asal usul senjata, dan memburu Riyadi, 36, saat ini masih buron selaku eksekutor penembakan.
”Kalau senjata yang dipergunakan adalah senjata organik Polri, tidak mungkin".
Pasalnya, senjata jenis ini hanya dikeluarkan saat latihan. Selepas itu, senjata kembali dimasukkan ke dalam gudang sampai latihan digelar kembali,” kata Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Mainar Sugianto kepada Padang Ekspres, kemarin (1/8). Selain digunakan saat latihan, menurut Mainar, senjata laras panjang ini juga berada di tangan tim buru sergap (Buser) Mapolresta Padang sebanyak 10 pucuk.
Seperti diketahui, kawanan perampok bersenjata api menebar ancaman di Dharmasraya, Senin (30/7) sekitar pukul 11.30. Seorang toke karet bernama Matsiri, 50, warga Jorong Kotosalak, Nagari Kurnia Kotosalak, Kecamatan Kotobaru, Kabupaten Dharmasraya, menjadi korban keganasan kawanan perampok berjumlah dua orang tersebut. Perampok diduga menggunakan senjata api laras panjang M16 itu, berhasil membawa kabur uang korban Rp 12 juta lebih.
Wakapolres Dharmasraya, Kompol Ari Yuswan mengatakan, keberadaan senjata M16 yang digunakan perampok belum ditemukan. Penyidik belum bisa memastikan, apakah senjata yang digunakan perampokan milik Polri atau TNI AD. Pipe, 19, salah seorang tersangka berhasil ditangkap di Jujuhan Jambi masih bungkam.
Satu-satunya temuan penyidik, tambah Ari, senjata itu memang benar M16. Kesimpulan itu didapatkan penyidik setelah mempelajari selongsong peluru yang ditembakkan pelaku. Dugaan sementara, senjata perampok itu berupa rakitan yang masuk dari luar Sumbar. Namun untuk memastikan asal senjata itu, penyidik masih terus menelitinya.
Selain melakukan penyidikan terhadap selongsong peluru, ungkap Ari , penyidik Polres Dharmasraya telah meminta keterangan saksi korban, serta dua saksi lain berada di lokasi kejadian. Kemungkinan, dalam beberapa hari ke depan penyidik akan memeriksa kembali beberapa saksi mata. Tak tertutup kemungkinan, Polres Dharmasraya meminta bantuan Polresta Padang untuk menurunkan tim busernya, sehingga kasus ini bisa secepatnya diungkap.
Di sisi lain, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 032 Wirabraja Mayor Inf Delfi Deflijun, mengakui M16 merupakan senjata organik TNI AD biasa digunakan saat latihan. “Kami mempersilakan aparat kepolisian menelusuri dan meneliti selongsong peluru yang mereka dapatkan. Tapi saya yakin, selongsong peluru yang ditemukan bukan dari senjata milik TNI AD, pasalnya seluruh senjata milik TNI AD memiliki nomor register sama dengan nomor pada peluru. Jadi, tidak mungkin senjata M16 itu milik kami,” tegasnya.
Sindikat Curanmor Dibekuk
Di Sijunjung, jajaran Polsek IV Nagari Sijunjung berhasil membekuk komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) lintas provinsi di Nagari Pamuatan, Kecamatan Kupitan, Sijunjung, Senin (30/7). Informasi berhasil dihimpun Padang Ekspres, penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat bahwa ada transaksi jual beli motor hasil curian dilakukan Zulhen Fiter, 32, warga Nagari Pamuatan, Kecamatan Kupitan, Sijunjung.
Senin (30/7) sekitar pukul 11.00, petugas berhasil menangkap tersangka yang diduga komplotan jaringan curanmor antarprovinsi tersebut. “Tersangka berusaha kabur dengan berlari ke arah perbukitan ketika akan ditangkap. Namun setelah petugas mengeluarkan tembakan peringatan, barulah tersangka menyerahkan diri,” ujar Kasat Reskrim Polres Sijunjung AKP FM Monathen kepada Padang Ekspres kemarin.
Di hadapan penyidik, tambah Monathen, tersangka berkicau bahwa dirinya dibantu tersangka bernama Novel, 26, warga Nagari Lalan, Kecamatan Lubuktarok. Malam itu juga sekitar pukul 21.00 lainnya, Novel berhasil ditangkap petugas di rumahnya. Waktu itu, petugas juga berhasil mengamankan Beni Riyanto, 27, warga Kecamatan Sijunjung berperan selaku penadah. Dari ketiga tersangka, petugas berhasil mengamankan dua unit sepeda motor jenis Vixion dan Revo.
Pengakuan Zulhen Fiter dan Novel kepada petugas, motor Vixion mereka curi dari Muhajirin, 22, mahasiswa Fakultas Pertanian Unand ketika parkir di Masjid Syuhada Palangki, Kecamatan IV Nagari, Rabu (11/7) sekitar pukul 18.30. Selain di Palangki, menurut Kapolsek IV Nagari AKP Elvi Piliang didampingi Kanit Serse Ipda Gusnedi, pelaku pernah mencuri di Kecamatan Kamangbaru.
Kapolres Sijunjung, AKBP Sugeng Riyadi mengatakan, tersangka sudah lama diincar petugas. “Mereka melakukan aksinya di wilayah Sijunjung dan luar Sumbar,” ungkap Sugeng.
Karyawan PT TKA Dijambret
Aksi penjambretan kembali terjadi di Kota Padang. Setelah sehari sebelumnya, aksi serupa mengakibatkan guru SMP Semen Padang bernama Zuraida, 41, meninggal dunia. Kemarin (1/8), giliran karyawan PT Tidar Kerinci Agung (TKA) bernama Nani Andriyani, 45, mengalami nasib serupa. Sial bagi pelaku, dia terjatuh ketika berupaya merampas gelang seberat lima emas, di kawasan Pasar Alai. Pelaku pun menjadi bulan-bulanan massa.
Pelaku diketahui bernama Rio Catri, 35, mengalami luka-luka di bagian kaki dan tangannya. Warga terlihat emosi, lalu membawa pelaku ke pos polisi Alai sekitar pukul 16.00, seterusnya diperiksa di Polsekta Padang Utara. Ketika diinterogasi, pelaku mengaku mengenal salah seorang pelaku penjambretan mengakibatkan Zuraida meninggal.
Polisi menemukan beberapa barang bukti di tas pelaku. Di antaranya, kartu tabungan BNI dengan jumlah tabungan Rp 10 juta lebih, kartu tanda bebas bersyarat dari LP, kertas-kertas catatan, KTP dan dompet berisi uang Rp 120 ribu. Pelaku mengaku keseluruhan uang itu merupakan hasil penjambretan yang dilakukannya. Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Polsekta Padang Utara.
Jangan Hanya Terima Laporan
Kian maraknya aksi perampokan dan penjambret selama Ramadhan di Sumbar, harus menjadi introspeksi bagi aparat kepolisian. Polisi diminta proaktif merespons berbagai kejahatan yang terjadi. Tak hanya menunggu pelaku ditangkap warga, atau hanya menerima laporan korban.
Demikian ditegaskan Koordinator Police Watch Sumbar, Ilhamdi Taufik dalam perbincangan dengan Padang Ekspres, kemarin (1/8). Seperti diketahui, dalam sebulan terakhir, aksi perampokan dan jambret makin marak (Lihat grafis). ”Polisi harusnya mampu menjalankan ilmu intelijen dan reskrim dalam mengidentifikasi keberadaan dan memburu pelaku yang sudah sering terjadi,” ingatnya. (kid/mg19/b)
[ Red/Administrator ]
PRESIDEN akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Muhammad Chatib Basri untuk mengemban tugas sebagai menteri keuangan (Menkeu). Mencermati situasi perekonomian mutakhir, perekonomian dunia masih labil (eksternal) dan stimulasi dari APBN masih lemah (internal), dapat dikatakan, Chatib berada dalam momentum yang kurang kondusif. Tidak berlebihan jika ada yang menilai Chatib berada pada situasi the right man on the right place, but the wrong time.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus
Kan di sakola ndak adoh diajakan maliang doh..........................................!
Masyarakat Sipil Meradang
Maju taruih.................................................!
Panwaslu Cuek, LSM Kapak Lanjut ke Pusat
Patuik didukuang tu.......................................!