Kamis, 23 Mei 2013 - 13 Rajab 1434 H 15:06:43 WIB
NASIONAL

Perampok Gunakan Senjata Latih Aparat

Di Sijunjung, Pelaku Curanmor Lintas Provinsi Dibekuk

Padang Ekspres • Kamis, 02/08/2012 12:06 WIB • • 666 klik

-

Padang, Padek—Aksi perampokan menggunakan senjata laras pan­jang jenis M16 di Jorong Kodrat, Nagari Kurnia Koto Salak, Ke­camatan Sungairumbai, Kabupaten Dharmasraya, Senin (30/7) lalu, membuat jajaran Polda Sumbar dan Korem 032 Wi­ra­braja geger. Pasalnya, senjata jenis ini biasa digunakan jajaran ke­polisian dan TNI Angkatan Darat latihan.

 

Penyidik kepolisian masih melakukan penyidikan mendalam g­u­na mencari asal usul senjata, dan memburu Riyadi, 36, saat ini masih buron selaku eksekutor penembakan.  

 

”Kalau senjata yang dipergunakan adalah senjata organik Polri, tidak mungkin".

 

Pasalnya, senjata jenis ini hanya dikeluarkan saat latihan. Se­lepas itu, senjata kembali di­masukkan ke dalam gudang sam­pai latihan digelar kembali,” kata Kabid Humas Polda Sum­bar, AKBP Mainar Sugianto ke­pada Padang Ekspres, kema­rin (1/8). Selain digunakan saat la­tihan, menurut Mainar, senjata la­­ras panjang ini juga berada di ta­ngan tim buru sergap (Buser) Ma­pol­resta Padang sebanyak 10 pucuk.

 

Seperti diketahui, kawanan pe­rampok bersenjata api men­e­bar ancaman di Dhar­masraya, Se­­nin (30/7) sekitar pukul 11.30. Se­orang toke karet bernama Mat­s­iri, 50, warga Jorong Koto­sa­lak, Nagari Kurnia Koto­salak, Ke­­camatan Koto­baru, Ka­b­u­pa­ten Dharmasraya, men­jadi kor­ban keganasan kawanan peram­pok berjumlah dua orang terse­but. Perampok diduga meng­gu­na­kan senjata api laras pan­jang M16 itu, berhasil mem­bawa ka­bur uang korban Rp 12 juta lebih.

 

Wakapolres Dharmasraya, Kom­pol Ari Yuswan me­ngata­kan, keberadaan senja­ta M16 yang digunakan perampok be­lum ditemukan. Penyidik belum bi­sa memastikan, apakah senja­ta yang digunakan peram­pokan milik Polri atau TNI AD. Pipe, 19, salah seorang tersangka berhasil di­tangkap di Jujuhan Jambi ma­sih bungkam.

 

Satu-satunya temuan penyi­dik, tambah Ari, senjata itu me­mang benar M16. Kesimp­u­lan itu didapatkan penyidik setelah mem­­­pelajari selongsong peluru yang ditembakkan pelaku. Du­gaan sementara, senjata peram­pok itu berupa rakitan yang ma­suk dari luar Sumbar. Na­mun untuk memastikan asal senjata itu, penyidik masih terus men­e­litinya.

 

Selain melakukan penyi­di­kan terhadap selongsong pelu­ru, ungkap Ari , penyidik Polres Dhar­masraya telah meminta ke­te­rangan saksi korban, serta dua saksi lain berada di lokasi ke­jadian. Kemungkinan, dalam be­berapa hari ke depan penyidik akan memeriksa kembali bebe­ra­pa saksi mata. Tak tertutup ke­mungkinan, Polres Dhar­mas­raya meminta bantuan Polresta Pa­dang untuk menurunkan tim busernya, sehingga kasus ini bisa secepatnya diungkap. 

 

Di sisi lain, Kepala Penera­ngan Korem (Kapenrem) 032 Wira­braja Mayor Inf Delfi Defli­jun, mengakui M16 meru­pakan sen­jata organik TNI AD biasa di­gunakan saat latihan. “Kami mem­persilakan aparat kepo­li­sian menelusuri dan meneliti se­long­song peluru yang mereka da­­patkan. Tapi saya yakin, se­long­song peluru yang ditemukan bukan dari senjata milik TNI AD, pasalnya seluruh senjata milik TNI AD memiliki nomor register sama dengan nomor pada pe­luru. Jadi, tidak mungkin sen­jata M16 itu milik kami,” te­gasnya.

 

Sindikat Curanmor Dibekuk

 

Di Sijunjung, jajaran Polsek IV Nagari Sijunjung berhasil mem­bekuk komplotan pencuri ken­­daraan bermotor (curan­mor) lin­tas provinsi di Nagari Pa­mua­tan, Kecamatan Kupitan, Si­­jun­jung, Senin (30/7). Infor­ma­si ber­hasil dihimpun Padang Eks­­pres, penangkapan ini ber­awal dari informasi masya­rakat bah­wa ada transaksi jual beli mo­tor ha­sil curian dilakukan Zul­hen Fiter, 32, war­ga Nagari Pamua­tan, Keca­matan Kupitan, Sijun­jung.

 

Senin (30/7) sekitar pukul 11.00, petugas berhasil menang­kap tersangka yang diduga kom­plo­­tan jaringan curanmor antar­pro­­vinsi tersebut. “Ter­sangka be­r­usaha kabur dengan berlari ke arah perbukitan ketika akan di­­tangkap. Namun setelah petu­gas mengeluarkan temba­kan pe­ringatan, barulah tersangka menyerahkan diri,” ujar Kasat Reskrim Polres Sijunjung AKP FM Monathen kepada Padang Ekspres kemarin.

 

Di hadapan penyidik, tam­bah Monathen, tersangka berki­cau bahwa dirinya dibantu ter­sang­ka bernama Novel, 26, war­ga Nagari Lalan, Kecamatan Lu­buktarok. Malam itu juga se­kitar pu­kul 21.00 lainnya, Novel be­r­hasil ditangkap petugas di ru­mahnya. Waktu itu, petugas juga ber­hasil mengamankan Beni Ri­yanto, 27, warga Kecamatan Si­junjung berperan selaku pena­dah. Dari ketiga tersangka, petugas berhasil mengamankan dua unit sepeda motor jenis Vixion dan Revo.

 

Pengakuan Zulhen Fiter dan No­vel kepada petugas, motor Vi­xion mereka curi dari Mu­hajirin, 22, mahasiswa Fakul­tas Perta­nian Unand ketika parkir di Mas­jid Syuhada Palangki, Keca­matan IV Nagari, Rabu (11/7) se­kitar pukul 18.30. Selain di Pa­langki, menurut Kapolsek IV Na­gari AKP Elvi Piliang didam­pingi Ka­nit Serse Ipda Gusnedi, pela­ku pernah mencuri di Keca­ma­tan Kamangbaru.

 

 

Kapolres Sijunjung, AKBP Su­geng Riyadi mengatakan, ter­sang­ka sudah lama diincar pe­tu­gas. “Mereka melakukan ak­si­n­ya di wilayah Sijunjung dan luar Sumbar,” ungkap Sugeng.

 

Karyawan PT TKA Dijambret

 

Aksi penjambretan kem­bali terjadi di Kota Padang. Setelah sehari sebelumnya, aksi serupa mengakibatkan guru SMP Semen Padang ber­na­ma Zuraida, 41, mening­gal dunia. Kemarin (1/8), gili­ran kar­yawan PT Tidar Kerinci Agung (TKA) bernama Nani An­driyani, 45, mengalami na­sib serupa. Sial bagi pelaku, dia ter­j­atuh ketika berupaya me­ram­pas gelang seberat lima emas, di kawasan Pasar Alai. Pe­laku pun menjadi bulan-bu­lanan massa.

 

Pelaku diketahui bernama Rio Catri, 35, mengalami luka-luka di bagian kaki dan tangan­nya. Warga terlihat emosi, lalu membawa pelaku ke pos polisi Alai sekitar pukul 16.00, sete­rus­n­ya diperiksa di Polsek­ta Pa­dang Utara. Ketika di­inte­rogasi, pelaku mengaku me­ngenal salah seorang pelaku pen­jambretan mengakibatkan Zu­raida meninggal.

 

Polisi menemukan bebe­rapa barang bukti di tas pela­ku. Di antaranya, kartu tabu­ngan BNI dengan jumlah tabu­ngan Rp 10 juta lebih, kartu tanda bebas bersyarat dari LP, kertas-kertas catatan, KTP dan dompet berisi uang Rp 120 ribu. Pelaku mengaku kese­luruhan uang itu merupakan hasil penjambretan yang dila­kukannya. Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Polsekta Padang Utara.       

 

Jangan Hanya Terima Laporan

 

Kian maraknya aksi peram­po­kan dan penjambret selama Ra­madhan di Sumbar, harus menjadi introspeksi bagi aparat ke­polisian. Polisi diminta pr­o­aktif merespons berbagai keja­ha­tan yang terjadi. Tak hanya me­nunggu pelaku ditangkap war­­ga, atau hanya menerima la­poran korban.

 

Demikian ditegaskan Koor­dinator Police Watch Sum­bar, Ilhamdi Taufik dalam perbin­ca­ngan dengan Padang Ekspres, ke­marin (1/8). Seperti diketahui, da­lam sebulan terakhir, aksi perampokan dan jambret makin ma­rak (Lihat grafis). ”Polisi harusnya mampu men­jalankan ilmu intelijen dan res­krim dalam mengidentifikasi ke­beradaan dan memburu pela­ku yang su­dah sering terja­di,” ingat­nya. (kid/mg19/b)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunggu Aksi Chatib Basri

PRESIDEN akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Muhammad Chatib Basri untuk mengemban tugas sebagai menteri keuangan (Menkeu). Mencermati situasi pe­rekonomian mutakhir, perekonomian dunia masih labil (eksternal) dan stimulasi dari APBN masih lemah (internal), dapat dikatakan, Chatib berada dalam momentum yang kurang kondusif. Tidak berlebihan jika ada yang menilai Chatib berada pada situasi the right man on the right place, but the wrong time.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Kamis, 23 Mei 2013

Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus

Kan di sakola ndak adoh diajakan maliang doh..........................................!

 

Masyarakat Sipil Meradang

Maju taruih.................................................!


Panwaslu Cuek, LSM Kapak Lanjut ke Pusat

Patuik didukuang tu.......................................!