Minggu, 19 Mei 2013 - 9 Rajab 1434 H 05:10:29 WIB
PRO SUMBAR

Dijambret, Guru Semen Padang Tewas

Terhempas ke Aspal saat Tas Dirampas

Padang Ekspres • Rabu, 01/08/2012 13:40 WIB • • 784 klik

Padang, Padek—Tindakan penjambret di Kota Padang ma­kin meresahkan dan nekad. Zuraida, 41, guru SMA Semen Pa­dang ha­rus meregang nyawa usai di­jam­bret di depan kantor RRI Pa­dang, kemarin (31/7) sekitar pukul 07.00 WIB. Ia menuju SMK DEK Pa­dang me­ngi­­kuti uji kompetensi guru (UKG). Saat itu, korban dibon­cengi suaminya Desmon Rama­dhan, 44, yang berprofesi se­bagai pengacara. Pasangan sua­mi istri (pasutri) ini melaju dari rumahnya di jalan Bahari No 63, Ulakkarang. Sesampainya di depan RRI Padang, dekat SMP 1 Padang, datang dua orang pemuda tak dikenal me­me­pet sepeda motor korban dari be­lakang. Tiba-tiba salah se­orang pelaku me­ram­pas tas Zuraida yang berisi han­dp­hone genggam dan uang tunai.

 

Zuraida yang tak ingin ba­rang berharganya dirampas, berupaya menahan tasnya. Na­mun malang, korban terjatuh dari motor dan kepalanya ter­hempas ke aspal dan mengalami pendarahan hebat di kepala. Lalu, dilarikan ke RSUP M Dja­mil Padang. Tim dokter RSUP M Dja­mil Padang berusaha mem­berikan perto­lo­ngan, tapi tuhan ber­ke­hen­dak lain. Zu­raida me­ninggal sekitar pukul 09.45.

 

Suami korban Desmon ke­tika ditemui Padang Ek­s­pres, terlihat shock. Tas ter­sebut, kata Desmon diletakkan di  bagian de­­pan motor. ”Me­reka me­rebut­nya, tapi saya dan istri be­rusaha menahan. Namun, is­tri saya ter­jatuh ka­rena kerasnya tarikan pe­laku,” kata Desmon yang me­ngalami keseleo pada bagian ka­ki dan tangan kirinya.

 

”Saya shock mengetahui dia me­ninggal. Saya ingin polisi mengungkap dan mencari pela­ku sampai tertangkap,” papar Desmon yang saat ini harus membesarkan tiga anaknya. 

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RS M Djamil Padang, Gustafianof didampingi KA Instalasi Humas RSUP M Djamil Rita Prima Putri mengatakan, keduanya masuk RSUP M Djamil Padang sekitar pukul 07.27 WIB dan langsung dirawat intensif di IGD.

 

Lalu, sekitar pukul 09.45 WIB, Zuraida tidak mampu bertahan dan meninggal. “Kor­ban Zuraida mengalami pen­da­rahan hebat di kepala bagian belakang, akibat terbentur aspal. Itu­lah menyebabkan kon­disinya melemah,” ujar Gus­tafianof.

 

Kapolresta Padang Kombes Pol M Seno Putro menyebutkan, korban yang datang dari arah jalan Sudirman dibuntuti sejak dari depan Bank Indonesia. Setiba di depan RRI Padang, pelaku langsung menarik tas dan mengakibatkan kedua korban terjatuh. ”Kita akan memburu pelaku jambret tersebut,” kata­nya.

 

Pengacara dan Guru Dijambret

 

Pada 14 Juni 2012 lalu, jam­bret berhasil merampas tas pe­ngacara Septi Ernita, juga di depan SMPN 1 Jalan Sudirman Padang. Tas berisi uang tunai Rp 117 juta yang baru saja dicair­kannya di BCA Sawahan sekitar pukul 10.30 WIB. Septi ke BCA diboncengi rekan wanitanya. Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba motor yang ditumpanginya dipepet motor pelaku jambret di depan SMPN 1, Jalan Sudirman.

 

Selain uang , tas juga berisi barang berharga lainnya seperti ponsel, kartu kredit dan kartu debit. Septi pun sempat terjatuh saat tasnya dirampas jambret. “Pelaku menggunakan motor Suzuki Satria FU memepet dari belakang, langsung menarik tas yang saya pegang. Pelaku saya lihat kabur ke arah Jalan Khatib Su­laiman,” jelas Septi saat mela­por di Mapolresta Padang, se­kitar pukul 11.00 WIB. Septi luka lecet dan memar di wajah dan tangan.

 

Sepekan setelah itu, nasib sama dialami Samsuarni, 46, yang berprofesi sama dengan Zuraida. Samsuarni guru SDN 37 Alanglaweh. Gaji 13 senilai Rp4,5 juta yang baru saja dite­rimanya, dijambret sepulang dari sekolah ketika melintasi Jalan Thamrin Padang pada 22 Juni. Ketika akan pulang ke Matoaia, Padang Selatan. ”Dua pelaku pakai motor Mio warna biru,” katanya.

 

Semua pelaku belum ber­hasil diringkus polisi. (b)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Unas bukan Segalanya

HIRUK pikuk ujian nasional (unas) seolah tidak ada habisnya.

Ketika publik menanti sikap tegas pemerintah seiring dengan amburadulnya pelaksanaan Unas 2013, muncul keputusan lain yang tak kalah mengejutkan. Yakni, sikap tegas pemerintah menghapus unas untuk level sekolah dasar (SD) dan sederajat. Ya, mulai tahun depan tidak ada lagi unas bagi siswa SD!

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 18 Mei 2013

Wako: Tertibkan Baliho

Mada bana, sapu habih se lai  ..........!

 

Polda Diminta Usut Temuan BPK

Lai ndak adoh main mato ......................?

 

Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur

Bisa lo nyo luluih di lubang mancik tu........?