- 04:49 WIB
- 04:48 WIB
- 04:47 WIB
- 04:46 WIB
- 04:45 WIB
- 13:09 WIB
- 13:12 WIB
- 13:12 WIB
- 13:11 WIB
- 13:10 WIB
Dijambret, Guru Semen Padang Tewas
Terhempas ke Aspal saat Tas Dirampas
Padang Ekspres • Rabu, 01/08/2012 13:40 WIB • • 784 klik
Padang, Padek—Tindakan penjambret di Kota Padang makin meresahkan dan nekad. Zuraida, 41, guru SMA Semen Padang harus meregang nyawa usai dijambret di depan kantor RRI Padang, kemarin (31/7) sekitar pukul 07.00 WIB. Ia menuju SMK DEK Padang mengikuti uji kompetensi guru (UKG). Saat itu, korban diboncengi suaminya Desmon Ramadhan, 44, yang berprofesi sebagai pengacara. Pasangan suami istri (pasutri) ini melaju dari rumahnya di jalan Bahari No 63, Ulakkarang. Sesampainya di depan RRI Padang, dekat SMP 1 Padang, datang dua orang pemuda tak dikenal memepet sepeda motor korban dari belakang. Tiba-tiba salah seorang pelaku merampas tas Zuraida yang berisi handphone genggam dan uang tunai.
Zuraida yang tak ingin barang berharganya dirampas, berupaya menahan tasnya. Namun malang, korban terjatuh dari motor dan kepalanya terhempas ke aspal dan mengalami pendarahan hebat di kepala. Lalu, dilarikan ke RSUP M Djamil Padang. Tim dokter RSUP M Djamil Padang berusaha memberikan pertolongan, tapi tuhan berkehendak lain. Zuraida meninggal sekitar pukul 09.45.
Suami korban Desmon ketika ditemui Padang Ekspres, terlihat shock. Tas tersebut, kata Desmon diletakkan di bagian depan motor. ”Mereka merebutnya, tapi saya dan istri berusaha menahan. Namun, istri saya terjatuh karena kerasnya tarikan pelaku,” kata Desmon yang mengalami keseleo pada bagian kaki dan tangan kirinya.
”Saya shock mengetahui dia meninggal. Saya ingin polisi mengungkap dan mencari pelaku sampai tertangkap,” papar Desmon yang saat ini harus membesarkan tiga anaknya.
Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RS M Djamil Padang, Gustafianof didampingi KA Instalasi Humas RSUP M Djamil Rita Prima Putri mengatakan, keduanya masuk RSUP M Djamil Padang sekitar pukul 07.27 WIB dan langsung dirawat intensif di IGD.
Lalu, sekitar pukul 09.45 WIB, Zuraida tidak mampu bertahan dan meninggal. “Korban Zuraida mengalami pendarahan hebat di kepala bagian belakang, akibat terbentur aspal. Itulah menyebabkan kondisinya melemah,” ujar Gustafianof.
Kapolresta Padang Kombes Pol M Seno Putro menyebutkan, korban yang datang dari arah jalan Sudirman dibuntuti sejak dari depan Bank Indonesia. Setiba di depan RRI Padang, pelaku langsung menarik tas dan mengakibatkan kedua korban terjatuh. ”Kita akan memburu pelaku jambret tersebut,” katanya.
Pengacara dan Guru Dijambret
Pada 14 Juni 2012 lalu, jambret berhasil merampas tas pengacara Septi Ernita, juga di depan SMPN 1 Jalan Sudirman Padang. Tas berisi uang tunai Rp 117 juta yang baru saja dicairkannya di BCA Sawahan sekitar pukul 10.30 WIB. Septi ke BCA diboncengi rekan wanitanya. Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba motor yang ditumpanginya dipepet motor pelaku jambret di depan SMPN 1, Jalan Sudirman.
Selain uang , tas juga berisi barang berharga lainnya seperti ponsel, kartu kredit dan kartu debit. Septi pun sempat terjatuh saat tasnya dirampas jambret. “Pelaku menggunakan motor Suzuki Satria FU memepet dari belakang, langsung menarik tas yang saya pegang. Pelaku saya lihat kabur ke arah Jalan Khatib Sulaiman,” jelas Septi saat melapor di Mapolresta Padang, sekitar pukul 11.00 WIB. Septi luka lecet dan memar di wajah dan tangan.
Sepekan setelah itu, nasib sama dialami Samsuarni, 46, yang berprofesi sama dengan Zuraida. Samsuarni guru SDN 37 Alanglaweh. Gaji 13 senilai Rp4,5 juta yang baru saja diterimanya, dijambret sepulang dari sekolah ketika melintasi Jalan Thamrin Padang pada 22 Juni. Ketika akan pulang ke Matoaia, Padang Selatan. ”Dua pelaku pakai motor Mio warna biru,” katanya.
Semua pelaku belum berhasil diringkus polisi. (b)
[ Red/Administrator ]
HIRUK pikuk ujian nasional (unas) seolah tidak ada habisnya.
Ketika publik menanti sikap tegas pemerintah seiring dengan amburadulnya pelaksanaan Unas 2013, muncul keputusan lain yang tak kalah mengejutkan. Yakni, sikap tegas pemerintah menghapus unas untuk level sekolah dasar (SD) dan sederajat. Ya, mulai tahun depan tidak ada lagi unas bagi siswa SD!
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Wako: Tertibkan Baliho
Mada bana, sapu habih se lai ..........!
Polda Diminta Usut Temuan BPK
Lai ndak adoh main mato ......................?
Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur
Bisa lo nyo luluih di lubang mancik tu........?