Kamis, 23 Mei 2013 - 13 Rajab 1434 H 08:56:04 WIB
PRO SUMBAR

Perampok Bersenjata M-16 Mengganas

Berondong Toke Karet, Satu Tertangkap

Padang Ekspres • Rabu, 01/08/2012 13:46 WIB • ZULFIA ANITA • 910 klik

-

Dharmasraya, Padek—Kawanan pe­rampok bersenjata api menebar an­caman di Dharmasraya, Senin (30/7) sekitar pukul 11.30 WIB. Se­orang toke karet bernama Matsiri, 50, warga Jorong Kotosalak, Nagari Kur­nia Kotosalak, Kecamatan Koto­baru, Kabupaten Dharmasraya, men­jadi korban keganasan kawanan pe­­r­ampok berjumlah dua orang ter­se­but. Perampok didu­ga menggunakan sen­jata api laras pan­jang M16 itu, ber­hasil mem­bawa kabur uang kor­ban Rp 12 juta lebih.

 

Hanya berselang 15 jam usai ke­ja­d­ian, jajaran Polres Dhar­masraya ber­sama Polsek Sungairumbai ber­ha­sil menangkap salah seorang pe­ram­pok bernama Lirin Intarno alias Pipe, 19, warga Blok C Sitiung III, Dhar­masraya. Pipe diringkus di ru­mah tersangka lainnya bernama Riyadi, 36, sekarang masih buron, di Jujuhan, Jambi.

 

“Lima selongsong peluru ber­hasil kami temukan di TKP (tem­pat kejadian peristiwa) dan diamankan di Polsek Su­ngai­rumbai,” kata Ka­pol­res Dhar­mas­raya AKBP Chai­rul Aziz di­d­am­pingi Kasubag Humas Aiptu Gu­zirwan kepada Padang Ekspres, ke­marin (31/7).

 

Kejadian berlangsung siang bo­long itu, menurut Chairul, bera­wal ke­tika korban hendak membeli karet di salah satu ke­bun karet di Jorong Ko­drat, Na­gari Kurnia Koto Salak, Ke­ca­matan Sungairumbai. Saat hen­­dak membayar karet, tiba-tiba dari arah belakang mobil L-300-nya terdengar suara tem­bakan me­ngarah ke udara sebanyak tiga kali. Belum hilang rasa terkejut korban, tiba-tiba dua orang tak dikenal berboncengan menggu­nakan sepeda motor, langsung men­dekat korban.

 

Tak sampai di situ, peram­pok kembali me­ngeluarkan tem­ba­kan sebanyak empat kali ke arah korban. Dua di antaranya me­­ngenai mobil korban. Waktu itulah, salah seorang perampok di­ketahui bernama Pipe lang­sung me­ngambil tas korban. Me­rasa jiwanya terancam, kor­ban sece­pat kilat naik ke mobilnya dan langsung meninggalkan lo­kasi.

 

“Waktu itu ada sekitar lima orang warga di lokasi, tapi kare­na tersangka menggunakan senjata mereka jadi takut,” ujar Chairul. Selepas itu, para bandit itu langsung kabur.

Kejadian ini, tambah Kapol­res, hanya berselang tiga hari se­telah aksi pencurian diketahui juga dilakukan kawanan peram­pok ini. Jumat (27/7), sekitar pu­kul 12.00 lalu, Pipe bersama te­mannya Joko, 28, masih bu­ron, me­lakukan pencurian sepeda mo­tor di depan sebuah rumah ko­song berjarak 200 meter dari lo­kasi kedua. Aksi kedua pelaku berhasil diketahui masyarakat dan mengepung keduanya. Saat itulah, Pipe menelepon Riyadi untuk minta tolong.

 

Tak berapa lama, Riyadi da­tang ke lokasi menggunakan se­pe­da motor plus sejanta api laras pan­jang. Untuk menghalau mas­sa, Riyadi mengeluarkan tem­ba­kan tiga kali ke udara. Aksi itu lang­sung membuat warga ciut dan meninggalkan lokasi. Pipe dan Joko pun selamat dari amu­kan massa dan kabur. Na­mun apes bagi tersangka. Sepe­da motor hasil curian berikut satu unit handphone diduga mi­lik Pipe, tertinggal di lokasi kejadian.

 

“Berdasarkan HP terse­but­lah aparat melacak kebe­radaan para perampok. Apa­lagi saat itu, Ri­yadi terus-me­nerus mene­le­pon Pipe. Petu­gas pun me­ngirim SMS ke nomor Riyadi me­lalui HP Pipe. Karena men­duga yang me­ngrim SMS Pipe, maka Ri­yadi membalas SMS tersebut. Ak­hirnya, didapat keterangan, jika Pipe berada di Jujuhan,” je­las Chairul.

 

Begitu mendapat kepastian itu, Kapolsek Sungairumbai Kom­pol Gatot Istianto didam­pi­ngi Kanit Reskrim Ipda Mul­ya­di berserta 10 anggotanya po­lisi bergerak ke Jujuhan, kemarin (31/7), sekitar pukul 03.00. Waktu itulah Pipe ditangkap di ru­mah milik Riyadi, sementara Ri­yadi saat penggerebekan tidak be­rada di lokasi. Pipe pun digi­ring ke Polsek Sungairumbai un­tuk mempertanggung­jawab­kan perbuatannya.

 

“Tersangka dijerat pasal 365; pen­curian dengan kekerasan de­ngan ancaman hukuman di atas li­ma tahun penjara,” kata Chai­rul.

 

Kepada Padang Ekspres, Pipe mengaku, sepeda motor yang digunakan untuk mencuri to­ke karet tadi berasal dari hasil pen­curian di Tebo, Provinsi Jam­bi. Sementara senjata api saat ini masih di tangan Riyadi, di­pasok dari Provinsi Jambi tep­at­nya dari Kabupaten Muaro­bungo.

 

“Saya tidak tahu apakah sen­jata api itu dibeli atau dirental Ri­yadi. Namun yang jelas, te­ngah malam seseorang berba­dan tegap datang dan menyerahkan senjata tersebut kepada Riyadi. Mereka ter­libat pembicaraan. Saya men­dengar orang yang menyerahkan senjata itu berkata kepada Riyadi, ter­serah kau senjata itu mau kau apa­kan, apakah dirental atau gi­mana, yang jelas pakai sajalah du­lu,” beber Pipe. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kebangkitan, Manufacturing Optimisme

BERBICARA kebangkitan nasional di hari-hari seperti sekarang mungkin segera tergelincir ke arah pesimisme. Derasnya arus informasi memungkinkan manusia Indonesia menerima informasi jenis apa pun. Tetapi, kecenderungan ”naluriah” manusia selalu suka mengerumuni insiden. Karena itulah, jalanan kadang macet berat ketika ada kecelakaan, sekalipun orang yang celaka sudah minggir.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Rabu, 22 Mei 2013

Pelapor Bisa Ajukan Praperadilan

Jaan patah samangaik .................!

 

Disdik Siapkan PPDB Online

Lai dijamin ndak adoh titipan lai..............?

 

Lelang Proyek Gedung Parkir Dipertanyakan

Ado lo tacium baun busuk tu................................?